Maaf nih ikut nimbrung hal per-grade-an.. Menurut pendapat saya yang
menentukan tingkat grade  dalam penerapan remunerasi pertama kali ini
adalah tangung jawab Kanpus, sehingga semua Kanwil bisa sama persepsi,
jangan diserahkan kepada masing-masing Kanwil seperti sekarang ini.
Yang akhirnya terjadi pada Direktorat kita adalah adanya perbedaan
atau kerancuan penentuan grade per Kanwil.. Bagaimana dengan pola
mutasi nantinya (baik pejabat/pelaksana) yang pindah antar Kanwil..
Nggak mau donk kalau kita kena mutasi dari Kanwil yg berada pada grade
tengah lalu pindah ke Kanwil dgn grade lebih rendah (apakah penurunan
ini juga akan berpengaruh dengan penghasilan kita dan jabatan ).
Mungkin kita patut meniru langkah DJKN (yang nota Direktorat masih
Baru) berani memberikan grade yang tertinggi kepada pegawainya.
Sehingga memberi motivasi yang lebih kepada para pegawainya.
Karena prinsip dalam organisasi adalah KESEJAHTERAAN PEGAWAI
DIUTAMAKAN...Dengan pegawai yang sudah merasakan sejahtera, maka dia
akan  dituntut berdedikasi lebih tinggi

--- In [email protected], "alv_theman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya tidak tahu pertimbangan beberapa Kanwil yang menerapkan grade 
bawah dan satu (atau dua?) kanwil yang menerapkan grade tengah.. 
tapi berikut ini pemikiran saya lebih baik mana grade bahwah atau 
grade tengah :
Penilaian awal grade tengah saya yakin lebih baik dari pada grade 
awal karena disamping pelaksana2 merasa lebih dihargai, motivasi 
bekerja pun akan lebih tinggi ... tanya kenapa? Dengan grade tengah 
pegawai yang malas2an akan berpikir dua kali karena adanya ancaman 
penurunan grade .. kalau grade udah yg paling bawah .. wah gak 
takutt !! paling cuman gak naik aja .. gak ada ancaman penurunan 
grade.
Bagaimana kalau pegawai yang memang punya motivasi tinggi sudah 
mencapai grade teratas? apakah kerjanya jadi santai? saya kira 
tidak "ancaman penurunan grade" pasti masih menjadi motivasi.
Bagaimana kalau alasan penerapan grade bawah merupakan alasan bahwa 
kalau diterapkan grade tengah atau atas trus kk atau kasie waktu 
penilaian takut manurunkan grade pelaksana ? wah ini namanya mau 
menang sendiri.. !! Kan banyak yg bilang (khususnya yg punya eselon)
pemberian remunerasi ini adil karena pejabat eselon mempunyai 
tanggungjawab yang besar .. lha kalau nurunin grade pelaksana yg 
males aja gak berani masak masih gak malu nerima jumlah TKPKN yang 
berjut-jut itu?????
Pak Hari , Pak Budi dan para pejabat yang terhormat.. saya kira 
perlu dipikirkan lagi apakah penerapan grade terbawah masih yang 
terbaik ??

--- End forwarded message ---


Kirim email ke