---------- Forwarded message ----------
From: heru prasetia <[email protected]>
Date: 2009/6/25
Subject: Trs: e-Jurnal DISASTRUM, V.1 No.1 2009
To: [email protected]




Heru Prasetia
heruyaheru.wordpress.com

--- Pada *Rab, 24/6/09, bosman batubara <[email protected]>* menulis:


Dari: bosman batubara <[email protected]>
Topik: e-Jurnal DISASTRUM, V.1 No.1 2009
Kepada: [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected], [email protected]
Cc: "Ari Ujianto" <[email protected]>, [email protected], "achmad
uzair" <[email protected]>, [email protected], "Paring Waluyo-Utomo" <
[email protected]>, [email protected], "Nur Khoiron" <
[email protected]>, [email protected], [email protected], "Nunung
Qomariyah" <[email protected]>, [email protected]
Tanggal: Rabu, 24 Juni, 2009, 10:45 PM

Budiwati/budiman y baik,
numpang berbagi informasi ya, siapa tau anda tertarik membaca di tengah2
bombardir berita tentang Manohara.
Meskipun tidak seideal yang kami rencanakan, dengan rendah hati kami
persembahkan kepada anda edisi perdana "Jurnal Disastrum". Inilah isinya:

------------------------------

Catatan Editorial*
Jawaban bagi Tantangan
***Kajian-kajian ekonomi dan politik bencana menjadi penting karena
menguatnya pelbagai fenomena terjadinya bencana akibat aktivitas korporasi
dan bencana yang menjadi lahan bisnis. Kasus Bhopal, Minamata dan—masih
dalam perdebatan—Lapindo adalah contoh untuk model yang pertama. Sementara
itu, penanganan  tsunami akhir 2004 di Kepulauan Maladewa dan Thailand serta
perang Irak adalah contoh untuk pola yang kedua. Tulisan ini memosisikan
kehadiran Jurnal ini dalam wilayah kajian ekonomi dan politik.

*
*

*Perdebatan tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo*
**Sejak keluarnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada tanggal
29 Mei 2006 yang lalu, pelbagai kontroversi telah merebak. Kasus ini telah
mengakibatkan kalangan ilmuwan kebumian di seluruh dunia terbelah menjadi
dua kubu: antara yang meyakini bahwa semburan lumpur panas dipicu oleh
aktivitas pemboran PT. Lapindo Brantas Inc. di dekat munculnya semburan
lumpur panas dan yang meyakini bahwa kemunculan lumpur panas (mud volcano)
tersebut dipicu oleh geodinamika dan seismisitas regional, terutama
pengaktifan kembali patahan Watukosek akibat adanya gempabumi Yogyakarta
pada tanggal 27 Mei 2009.

*Menggapai Mimpi yang Terus Tertunda:*
*Menelusuri Proses “Ganti Rugi” Terhadap Korban Lumpur Lapindo*
**Pada saat perdebatan tentang pemicu semburan lumpur panas di tingkatan
ilmuwan kebumian belum juga konklusif, di akar rumput telah berjatuhan
korban. Reaksi pemerintah kurang cepat. Masyarakat korban terbelah ke dalam
pelbagai kelompok akibat perbedaan pendapat tentang skema pembayaran “ganti
rugi”. Bencana lumpur di Sidoarjo bukan lagi hanya murni bencana, tetapi
menjadi ajang yang sangat jelas bagaimana kepentingan banyak pihak saling
berkontetasi.

*Resiko Bencana Industrial dalam Privatisasi Sumber Air Si-Gedhang—Klaten*
**Kasus privatisasi air adalah sebuah bom waktu yang secara diam-diam
menyandra keamanan masyarakat Klaten terhadap pasokan air bersih.
Eksploitasi air tanah untuk kepentingan air mineral dalam kemasan
meminggirkan kepentingan masyarakat atas air untuk kebutuhan sehari-hari dan
pertanian mereka. Tercatat para petani harus mengeluarkan biaya ekstra
akibat semakin susahnya mendapatkan air untuk kepentingan pertanian mereka.
Bagaimana resiko bencananya?


------------------------------

Bagi anda yang tertarik membacanya, anda bisa mengunduhnya tanpa bayar di
link berikut:
http://lafadl.org/v2/disastrum.html
Salam. Terima kasih. Dilanjut.

*tabik*
*bosman batubara
*
*weblog: http://annelis.wordpress.com*



------------------------------
Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!
<http://id.mail.yahoo.com>



-- 
Lafadl
Jl. Dayu Baru No. 1A Sinduharjo
Ngaglik Sleman 55581
Telp (0274) 888726
Jogjakarta - Indonesia
www.lafadl.org
lafadl.wordpress.com

Kirim email ke