Sabtu, 30/01/2010 16:36 WIB
Pemerintah Berencana Membuat Pulau Buatan dari Lumpur
 
<http://surabaya.detik.com/read/2010/01/30/163653/1289525/475/pemerintah\
-berencana-membuat-pulau-buatan-dari-lumpur>  Zainal Effendi -
detikSurabaya



Foto: Zainal Effendi     Fadel Tanam Bakau di Pulau Lumpur
<http://surabaya.detik.com/readfoto/2010/01/30/184007/1289559/473/1/fade\
l-tanam-bakau-di-pulau-lumpur>  Sidoarjo - Pemerintah berencana membuat
pulau buatan dari luapan lumpur yang menyembur di Porong, Sidoarjo.
Pasalnya karakteristik lumpur hampir sama dengan laut. Kedepan pulau
buatan itu dijadikan 'Geo Eco Tourism Park'.

"Nantinya pulau yang saat ini kita tanami mangrove disiapkan menjadi
'Geo Eco Tourism Park'. Karakternya hampir sama dengan laut," kata
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam sambutannya usai
menanam pohon mangrove di Pulau Lumpur di Desa Telocor, Kecamatan Jabon,
Sidoarjo, Sabtu (30/1/2010).

Fadel mengungkapkan mangrove menjadi penyerap polutan, pelindung pantai,
dan meredam ombak tapi bisa dimanfaatkan untuk kerajinan dan menambah
penghasilan.

"Buah mangrove mengandung vitamin c, dibuat dodol, serta bisa digunakan
untuk bahan pewarna batik," ungkapnya.

Dalam acara penanaman mangrove juga diikuti dua menteri lainnya yakni
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang sebelumnya meresmikan tiang
pancang jalan arteri pengganti Jalan Raya Porong dan menghubungkan
Gempol.

Sedangkan, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta rencananya
meresmikan pemanfaatan kapal keruk di tanggul penahan lumpur.

Fadel meminta kepada Gubernur Jatim Soekarwo, untuk menyiapkan 1 juta
bibit mangrove untuk ditanam di pulau lumpur. Dia juga meminta ikan dan
udang dilepas di kawasan itu dengan harapan biota laut disana bisa hidup
kembali.

"Saat ini sudah disiapkan 50 ribu bibit mangrove untuk ditanam. Tapi
untuk menindaklanjuti permintaan Pak Gubernur yang ingin menjadikan
kawasan ini sebagai kawasan wisata, saya minta tolong disiapkan 1 juta
bibit mangrove," tandasnya.
(ze/wln)

--- In [email protected], hengky abiyoso <watashi...@...> wrote:

Milisters ysh,

Pulau buatan?........jarak hanya 1 atau 2 atau 3 km dari
pantai?........luasan awal 1 atau 2 hektar?....kenapa begitu?
.......ya… masalah  luas bisa didiskusikan ……masalah
jarakpun bisa didiskusikan … tapi alasan pertama dari jarak ini
adlh …….semakin dekat jaraknya dari pantai ....logikanya
lautnya semakin dangkal dan biaya mengurug pulau buatan  bisa
semakin murah …. Alasan kedua, semakin terlihat pulaunya dari
daratan ….. keinginan utk sesekali menyeberang dan mengunjunginya
akan semakin besar  dan rasa aman lbh besar………
Kemudian dari sisi suplai fasilitas angkutan …… pulau yg dekat
dimata….. motor2boat rakyat yg dikomersilkan utk fasilitas
penyeberangan menuju pulau dekat buatan akan semakin ramai menawarkan
diri …….biaya akan semakin ekonomis dan pasti murah krn jarak
yg dekat ….frekwensi penyeberangan akan semakin ramai krn mudah
dan waktunya pendek…… kemudian akan terjadi segmentasi strata
sosial ekonomi pengunjung pulau buatan ……yg miskin akan
beramai2 naik ‘kendaraan umum laut’ …..sementara itu
yg berpunya akan cenderung memakai ‘kendaraan pribadi’
laut/ motorboat pribadi/ dlm kelompok……….

Visi yg lain …….selama ini acara kegiatan dan situasi dipulau
tujuan pd umumnya adalah …..pd umumnya adalah sajian suasana Â
pulau dan pantai  yg alami dan tak bersuasana kota …. Tersedia
hanya fasilitas2 menginap yg mahal dan mewah, I lantai  dgn
arsitektur ‘alami’ seperti atap ijuk/ rumbia, dinding
bambu dan sejenisnya ……  krn asumsi bhw yg melakukan
perjalanan berkunjung kepulau hanyalah  terbanyak orang2 kaya saja
…… tema acara2 umum adlh ‘kembali kealam’ sptÂ
bermain dipasir pantai …..…kalaupun ada acara pertunjukan
spt semacam live musics …pd umumnya hanya tersedia utk sedikit
audience saja …..bukan semacam panggung utk proyeksi penonton
sampai ribuan orang …..justru krn pulau2 umumnya jauh dari
daratan, mahal utk mencapainya dan makanya lalu eksklusif…….
Krn itu dgn pulau buatan ……dgn jaraknya yg amat dekat dgn
pantai …..suasana nya perlu dibuat sama dgn perkotaan …..
lingkungannya perlu ditata sama dgn perkotaan …..acara2 yg
disajikan perlu dibuat sama dgn perkotaan …termasuk diantaranya
adlh  panggung musik terbuka utk proyeksi  ribuan penonton
…..krn memang dimaksudkan agar sebanyak2 dan semakin sering
penduduk daratan menyeberang (boleh juga menginap) kepulau buatan
….krn itu perencanaan ruang dan arsitektur  dipulau buatan tak
ada salahnya perlu mengakomodasikan kehadiran dari gedung bertingkat
serba guna (utk hotel, seminar, theater, supermarket, teater terbuka utk
proyeksi seribu atau 2 ribu penonton dsb  ……dgn demikian
dapat terbayangkan …….bgmn akan sibuknya kegiatan diatas pulau
buatan ……utamanya utk hari2 libur dan akhir pekan …….
Sektor bahari berkembang …sektor wisata berkembang
…..berbagai multisektor lainnya menggeliat pula …….salam,
aby

--- End forwarded message ---

Kirim email ke