Ooo...begitu...
Jadi sewaktu Indosat di jual ke Luar Negeri sebentar lagi ini, adalah
Indosat yang sudah PLUS (Indosat plus domestik dan plus seluler dan plus
Local dan SLJJ yang mana tarifnya sebelumnya sudah dinaikin)....
Baru setelah itu Telkom di jual juga ke Luar Negeri dengan sebelumnya
membuat Telkom menjadi Telkom PLUS (Telkom plus Seluler dan plus
International plus Local dan plus SLJJ yang mana tariffnya JUGA sebelumnya
sudah dinaikin)...
Yw: Begitulah. Tapi pointnya di sini, bukan mengadu Indosat
dg Telkom, melainkan: move-move tsb, cenderung adalah
move yg sifatnya kapitalis (mementingkan pengusaha)
dan bukan yg populis (mementingkan masyarakat banyak).
Kata cenderungnya mohon dibaca CENDERUNG
(ie. jangan dilupakan).
Sekarang pertanyaan saya...
Monopoli SLI hilang tahun 2004, Monopoli Telkom hilang tahun
2010....berarti ada kesempatan Indosat PLUS selama kurang lebih 6 tahun
untuk mengejar Telkom (sebelum dia berubah menjadi Telkom PLUS)....
Yw: Saya kok nggak begitu ngerti soal kejar-kejaran begini, ya.
Kayaknya sih nggak perlu kejar-kejaran, sekarang ini yg
betul-betul efektif sebagai barrier persaingan (menurut saya)
hanya regulasi. Begitu itu dicabut, ya bisa langsung head to head.
Persiapannya nggak akan lama sampai 6 tahun begitu (walopun
misalnya krisis jalan terus).
Kira - kira menurut orang telkom bagaimana....mungkin nggak Indosat Plus
bisa mengejar Telkom sebelum akhir nya mereka berdua memiliki status PLUS
pada tahun 2010....dan bersaing head to head....
Yw: Sudah terjawab: sanggup. Jadi dua ini bisa jadi pesaing yg
imbang (bukan berarti terus profitabilitynya sama dan pangsa
pasar terbagi dua fifty-fifty, tentunya).
Atau kira - kira Indosat PLUS bakal nggak mampu....atau Telkom sudah merasa
ketakutan....atau ...Indosat Plus nggak akan pernah bisa head to head
bersaing dengan Telkom....
Terimakasih Bang....
Hadeer
Yw: Kalo soal ketakutan, mungkin sejumlah manajer yg kuper
(baik di Indosat maupun di Telkom) ketakutan. Tapi, sebagian
yg lain menurut saya justru udah kebelet pingin masuk era
persaingan dari sekarang (karena gerah dg situasi monopolistis
yg kurang oke).
Masalahnya: apakah bedanya duo-poli (Indosat + Telkom),
dengan monopoli? Menurut saya: not much alias hampir sama aja.
Ingat keadaan duo-poli SLI (Indosat + Satelindo) sekarang ini
(yg nantinya mungkin akan jadi trio-poli bila Telkom ikutan).
Lebih kecut lagi kalo oligopoli (monopoli tapi di tangan lebih
dari satu pihak) itu bagian tergurihnya dinikmati
orang asing sing so... :-(