Dengan hormat,
Sebagai orang yang termasuk 'tidak suka' dengan
Golkar, saya heran melihat perkembangan akhir-
akhir ini. Seperti kita main 'gocekan' sewaktu
kita masih anak-anak dahulu.
Golkar minta maaf ?? Boleh-boleh saja.
Tapi mengapa baru sekarang, disaat posisi-nya
mulai terasa agak sulit ?
Seperti tulisan saya di bulan May 1998 lalu,
siapa yang harus bertanggung jawab atas semua
yang terjadi selama 32 tahun ? Pak Harto sendiri ?
Ini bukan masalah 'balas dendam', tetapi sebagai
negarawan atau politikus, seharusnya mereka tahu
diri sedikit. Tidak mudah menghapus sejarah !
Semoga mereka betul-betul menghayati permintaan
maaf mereka yang datang dari hati sanubari yang
paling dalam. Marilah kita sama-sama memikirkan
bagaimana menyelamatkan keadaan yang sudah kadung
semrawut ini. Tetapi..., tidak usahlah melalui
jalur politik lagi. Rakyat sudah muak !
Masih ada jalur lainnya, seperti kegiatan sosial.
Salam,
bRidWaN
At 13:35 17/01/99 +0100, deddy priadi wrote:
> siapa bilang mereka minta maaf.....
> retorika murahan....!
> ntar si Akbar itu pasti bilang itu pendapat pribadi lagi.....
> oke mas....kalo golkar sudah minta maaf
> apa konsekuensi hukumnya?....
> kita ingat bagaimana pemilu selama ini dicurangi?
> bagaimana kebijakan-kebijakan $oeharto di-Amini?
> bagaimana dengan intimidasi?..penurunan moral berpolitik?
>
> saya usulkan golkar DILARANG ikut pemilu sementara sampai
> adanya kejelasan dan tanggung jawab golkar untuk segala
> penyelewengan selama ini.setelah itu barulah golkar boleh
> ikut pemilu lagi!
> saya rasa ini penting untuk membuktikan apakah golkar
> punya itikad baik nggak...
> bukan cuma ngomong manis di satu sisi tapi tetap melakukan
> rekayasa di sisi lain..
>
> kok ya kayaknya ringan gitu udah minta maaf...
> terus seakan-akan nggak ada urusan lagi...
> kalo kita mau konsekuen dengan rechtstaat...yaa harus
> ada tanggung jawab hukumnya
> lha ini kok benar-benar nggak ada tanggung jawab.....
> keterlaluan!
>
> salam
> deddy priadi
> -----Urspr�ngliche Nachricht-----
> Von: Hadeer <[EMAIL PROTECTED]>
> An: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
> Datum: Sonntag, 17. Januar 1999 13:07
> Betreff: Golkar minta maaf
>
>> Dear Permias dan Readers :
>>
>> Minggu siang ini dalam semangat Ramadhan dan Idul Fitri,
>> Golkar (baca Golkar Baru) minta maaf ke rakyat karena
>> masih ada amanat yang tidak dijalankan selama mereka
>> memimpin...
>>
>> ehmmm........saya maafkan.....meskipun saya juga pernah
>> mencaci dan menghujat mereka...:-)
>>
>> smile...