hm bukan tulisan and yang haru dicegah, tetapi setiap orang harus mencegah untuk tidak saling mengolok orang lain yang ikut dalam forum ini, apabila ingin diskusinya berjalan bersih. Saya terima dengan hati terbuka apapun yang anda katakan. Semoga email email kita ini dapat diambil hikmahnya, bagi kita sendiri maupun lainnya. Yuni "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Busyet dah....semua diwolak-walik lagi. Kalau saya emosi tak mungkin saya dapat menulis. Apa memang ada kata "umpatan" dari saya? Apakah saya mengatakan Anda sombong? Silakan baca yang teliti tulisan saya. Jika Anda merasa "terumpat sombong" ini membuktikan lagi Anda "guilty concern" dan penuh dengan emosi. Saya juga tak melarang Anda menghasut orang-orang untuk mencegah tulisan saya. Saya tak merasa kehilangan biarpun saya dicekal di milis ini. Selama saya punya waktu untuk menulis, saya akan meladeni Anda. Wassalam, Efron -----Original Message----- From: yuni windarti [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, 17 June, 1999 23:43 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Tulisan seperti ini yang harus dicegah dalam forum ini [Penawaran: Ditutup?] Whoala bung Efron ini, tampaknya masih ingin memperpangjang kritikan yang ditujukan ke saya. Oke deh saya terima apapun yang anda lontarkan ke saya, mencoreng arang muka sendiri dua kali, kere munggah bale, sekarang dikatakan sombong, tidak panta disejajarkan dengan Jerman, banyak betul pangkat saya, belum sempat sekolah tinggi sudah dapat tiga gelar. Kalau dilihat dari tulisannya bung Efron sekarang giliran bung Efron yang emosi. Wah kalau diikuti terus nggak akan ada habis habisnya. Tulisan seperti inilah yang seharusnya dicegah dalam forum ini, saling mengatai pribadi orang. Kalau saya mengkritik MS itu wajar karena dia calon pemimpin, dan rakyatnya pantas memberi kritik. tapi ini yang dikritik adalah saya yang tidak ada apa apanya, dan mau anda umpat habis habisan juga tidak akan membawa manfaat buat anda. Saya sih silahkan aja anda umpat umpat disini, saya malah berterima kasih banyak, karena diingatkan, supaya tidak takabur, dan sombong. (Semoga anda tidak mengkritik saya dengan kalimat ini, bahwa saya berpura pura merendahkan diri). Semoga anda bahagia dan puas bung Efron. Yuni "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Tidak cocok menurut siapa, mbakyu? Bagi saya mencari kelebihan dari segala kekurangan akan melahirkan kesombongan. Itu yang terjadi pada tulisan Anda. Apakah kesombongan mesti berarti negatif? Saya kagum pada bangsa Jerman karena mereka sombong. Mereka sombong karena percaya diri. Mereka percaya diri karena membekali diri dengan kemampuan individu dan tim. Mereka digembleng dengan disiplin tinggi. Apakah Anda "mengobral" tulisan Anda karena merasa seperti mereka? Kalau iya, suka tidak suka saya mesti mengagumi Anda. Namun kayaknya Anda masih jauh dari itu. Saya tidak mengerti kasus apa dan kasus mana yang ditutup. Apakah saya terlibat suatu kasus? Orang memutuskan mengikuti milis mestinya juga dibarengi segala risiko yang didapat. Tulisan yang disebar lewat milis adalah tanggung jawab individu. Saya tak perlu menanyakan kepada Anda apakah sudah siap dengan segala risiko. Wassalam, Efron -----Original Message----- From: yuni windarti [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Thursday, 17 June, 1999 0:23 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Re: [Re: special untuk dik Boy[kepada Administrator [re:dear perm ias]]]] Anda tidak membatasi kualifikasi seseorang tetapi istilah mencoreng muka sendiri dan "kere munggah bale" juga tidak cocok. Oke, saya bikin penawaran, kasus di tutup.... setuju?????????? kalau setuju jabat erat dari saya Yuni "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salah lagi nih saya. Binuunnn??? Semua diwolak-walik. Waktu Soeharto berkuasa, sebagai salah satu contoh, BJH banyak dikecam soal pembelian kapal perang bekas Jerman (Timur). Akhirnya Soeharto bilang "Ini tanggung jawab saya". Pernyataan ini menyiratkan bahwa ia mengakui kesalahannya. Memang ia salah dan ia berani mengakui kesalahan. Lalu siapa yang berani menuntutnya waktu itu? Mbel gedhes. Cobalah Anda baca sekali lagi tulisan saya. Apakah saya membatasi kualifikasi seseorang? Wassalam, Efron -----Original Message----- From: yuni windarti [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, 16 June, 1999 8:19 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [Re: special untuk dik Boy[kepada Administrator [re:dear permias]]] Whoalah........serba salah jadi orang kecil, ini salah itu salah. Terima kasih deh atas nasehatnya. Sampai malu sendiri saya ini, lihat muka saya jadi hitam legam karena tercoreng moreng atas ulah saya sendiri. Saya senang sekali diingatkan, karena bahasa Indonesia saya yang nggak becus, maklum nggak pernah makan sekolahan. Karena Efron (jadi nggak pakai den atau tuan ya?????) saya baru tahu kalau memanggil adik atau menyebut kalian itu tabu dalam forum ini, terutama ditujukan untuk orang orang S2,S3 dst, oh........ Terima kasih saya diingatkan untuk tidak terus menerus mencoreng muka saya sendiri, tadinya saya pikir orang yang mengakui kesalahan adalah orang yang bijak, ternyata pengakuan kesalahan dan permintaan maaf dianggap nggak dewasa, dan mencoreng muka sendiri. Iya deh Efron, nanti lain kali akan saya akan lempar batu sembunyi tangan deh biar dibilang lebih dewasa, terutama oleh orang orang S...... Saya baru sadar loh kalau saya ini "kere munggah bale", sekali lagi terima kasih diingatkan, karena memang dasarnya saya ini orangnya suka lupa diri. Saya lupa kalau diri saya ini kere, maklum baru tahu rasanya tinggal di US, di sini tidak ada istilah kere jadi ya maklum kalau lupa. Saya baru ingat bahwa kalau di Indonesia saya ini hanya sekedar "kere" seperti anggapan orang orang seperti Efron, makanya saya lebih suka tinggal di US, karena saya dianggap manusia. Kere munggah bale, memang cocok saya sandang lha wong sewaktu di Indonesia, saya hanya pembantu rumah tangga. Biasa pembantu rumah tangganya orang asing yang kaya, dan tua eh akhirnya dia kepincut oleh ramuan pelet saya. Jadilah saya nyonya, makanya saya mohon maaf sebesar besarnya kalau kadang kadang saya lupa diri, lha wong saya ini "Kere Munggah Bale, kok" Nggak lagi lagi deh saya ngomong di forum ini, nggak enak digertak sama yang punya gelar S2, S3...dst(meskipun pikirannya kayak anak lulusan SMA) maklum saya ini hanya sekedar"kere munggah bale". Yuni "Efron Dwi Poyo (Amoseas Indonesia)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Adinda Yuni, Tolong jangan sebut-sebut istilah "adik", "kalian", dan lain-lainnya yang mengunjukkan (indicate) Anda (kayaknya) lebih tua atau senior ketimbang mereka. Yang ada di sini saya menganggap setara untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi tanpa mengenal kualifikasi (tak sekolah, S0, S1, S2, S3, atau S76). Dengan sikap Anda yang berlaku seperti senior justru mencoreng moreng muka Anda sendiri. Seorang senior atau yang dituakan tentu lebih matang ketimbang junior-nya. Namun mengapa Anda sendiri mengakui ada emosi. Bukankah ini mencoreng muka sendiri? Sukar mencari padanan pepatah Jawa untuk perilaku Anda ini. Pepatah yang mengarah ke sana yaitu "kere munggah bale". Wassalam, Efron -----Original Message----- From: yuni windarti [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Monday, 14 June, 1999 23:27 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: special untuk dik Boy[kepada Administrator [re:dear permias]] Duh dik Boy(saya panggil adik aja ya karena pasti masih jauh lebih mudah dari aku), Kok gitu gitu amat mental anak anak Permias, mudah berputus asa dan menutup diri. Boy secara pribadi saya tidak ada niat buruk kepada Permias. Sejak awal justru saya ingin mencoba, bagaimana reaksi kalian. Lagi pula saya jelaskan bahwa apa yang saya lontarkan seluruh informasinya adalah benar, nggak ada bohongnya, cuma caranya saja yang salah, terlalu emosi. Boy dan adik adik Permias lainnya, justru kalian harus menyadari bahwa ini sudah jamanya keterbukaan dimana mana sudah buka buka, kok malah kalian mau menutup diri. Seharusnya dengan apa yang saya lakukan ini kalian harus menyadari agar tidak terpancing emosi oleh berbagai pihak justru kalian harus waspada, bukannya malah menutup diri. Sepertinya kalian ini generasinya Suharto deh (sorry hanya julukan) habis tidak mau dengar atau lihat sesuatu yang nggak indah, maunya yang indah indah melulu. Kalau kalian mau mencekal saya, atau saya tidak boleh menulis di sini, boleh boleh aja, lagi pula cuma dalam minggu ini saya ada waktu, setelah itu saya sibuk lagi(kalau kalian ngikutin saya jarang nulis cuma kadang kadang). Saya pun nggak sempat baca email dari permias yang kadang sampai ratusan , karena dalam beberapa hari tidak sempat buka email, akhirnya paling banter langsung masuk tong sampah. Karena memang tidak ada waktu. Cuma jangan berlaku ekslusif. Kalian mendapat informasi dari rekan rekan setanah air dari seluruh pelosok dunia. Tapi itu semua hak kalian ini ruang kalian mungkin rekan rekan non Permias bisa bikin ruang pertemuan lainnya yang bersifat internasional, tapi yang rugi adalah kalian sendiri. Kalian adalah mahasiswa yang seharusnya peka akan situasi sosial, sudah bukan waktunya lagi menutup diri atau menjaga jarak dengan kenyataan. Kalau kalian menutup diri seperti itu begitu kalian lulus dan terjun ke dalam masyarakat kalian akan kaget ternyata masyarakat jauh lebih beragam dari yang kalian kira bahkan ada yang lebih jahat dan lebih buruk. Baru mendapat email yang aneh sedikit sudah kalang kabut, apalagi kalau di dalam kehidupan ketemu hal yang lebih aneh lagi mungkin pada ngacir. Kalian harus tegar, kalian adalah putra putri harapan bangsa (kalau kalian mau pulang ke Indonesia dan mengabdi di sana, makanya Indonesia nggak mau maju , kebanyakan intelektualnya menutup diri sih (nggak tahan banting). Saran saya kalem aja, jangan terbawa emosi dengan segala sesuatu yang ada di hadapan kalian. coba cerna segala informasi yang anda dapatkan sebaik baiknya. Dalam era informasi seperti ini hanya orang orang bijak dan mawas diri lah yang selamat. Semoga kalian sukses Yuni Boy anderesta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kepada Administrator mailing list, Saya ingin mengusulkan agar Permias@ ditutup untuk umum. Beberapa teman teman yang saya hubungi di 12 state setuju kalau di Permias@ ini lebih banyak orang iseng dan sampah nya daripada informasinya. Bahkan yang saya baca dulu disini, Dubes kita sendiri sampai ( mungkin ) berpendapat yang sama kalau di mailing list ini lebih banyak junk nya dibanding kegunaannya. Jadi dengan menutup mailing list ini, bisa dipastikan bahwa yang memiliki akses ini hanya mahasiswa. Kalau Administrator dan Permias lokal yang lain setuju dengan ide saya, mudah mudahan mailing list ini bisa lebih berkualitas biarpun kuantitasnya mungkin jauh lebih sedikit daripada sekarang ini. Terimakasih, Boy ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com. ____________________________________________________________________ Get your own FREE, personal Netscape WebMail account today at http://webmail.netscape.com.
