Ane forward nih dari milis / news group laen. Temtu ane ndak 100% sependapat,
tapi emang sebagian besar ane sependapat.....say 95%.... Berhubung sebagian
besar sependapat, boleh deh dijadiin fuel nyang fresh kite....hehehe.......
'----------- awal potongan---------------
RAPORT REFORMASI Habibie, Megawati, dan Amien Rais
No Point Reformasi Soeharto Habibie Megawati Amien
Rais
1 Amandemen UUD 45 untuk Pembatasan jab. Pres. max. 2 x 5 tahun X Y X Y
2 Amandemen UUD 45 untuk pemilihan Presiden langsung oleh rakyat X Y X Y
3 Pencabutan Dwifungsi ABRI X X
X Y
4 Anti penggunaan kekerasan thd lawan politik X X X Y
5 Anti Nepotisme dlm keanggotaan DPR X Y X Y
6 Mengadili Soeharto dan Keluarganya X X Y
Y
7 Setuju thd kebebasan berpendapat X Y X
Y
8 Kemauan berdialog dan mendengar aspirasi masy dan rekan sekelompok X Y X
Y
1. Amandemen UUD 45 untuk pembatasan jabatan presiden maximal 2 periode
(2 x 5 tahun).
Megawati dan Soeharto menolak hal ini dgn alasan UUD 45 sudah final, "Sakti"
dan Sakral, dan berdalih bahwa yang salah pelaksanaannya. Bukan sistem.
Padahal para pakar seperti Mukhtar Pabottinggi menilai bahwa justru karena
tidak disebut jelas itulah maka UUD 45 pelaksanaannya bisa diselewengkan.
Soeharto dgn alasan konstitusional bahkan sampai 6 x dipilih oleh MPR jadi presiden,
karena UUD 45 memang tidak membatasi, sementara Soekarno malah diangkat MPR
jadi presiden seumur hidup. Habibie dan Amien Rais setuju amandemen UUD 45. Dengan
pembatasan jabatan, diharap kasus presiden yang berkuasa terlalu lama tak berulang
lagi,
demikian kata Habibie yang dituding sebagai pro status quo.
2. Amandemen UUD 45 untuk pemilihan presiden langsung oleh rakyat.
Megawati dan Soeharto menolak hal ini, sementara Habibie dan Amien Rais
menyetujuinya.
3. Pencabutan Dwifungsi ABRI
Soeharto, Habibie, dan Megawati mentolerir Dwifungsi ABRI. Beberapa eks ABRI (macam
Soeharto) seperti Theo Syafei jadi Ketua dan Caleg, demikian pula dgn RK Sembiring,
Maniur Pasaribu, dll.
4. Anti penggunaan kekerasan thd lawan
Soeharto, Habibie, dan Megawati mentolerir penggunaan kekerasan thd lawan. PDIP
dicatat sbg pelanggar terbanyak dalam Pemilu 1999. PDIP juga menggunakan kekerasan
thd lawan politiknya seperti PDI Suryadi pada kongres di Palu, pengeroyokan Budi
Harjono,
ataupun penyerangan thd kader Golkar di Purbalingga. Yang lucu, anggota pemantau
Pemilu, UNFREL, juga tak luput dari serangan PDIP.
5. Anti Nepotisme dlm keanggotaan di DPR
Soeharto dan Megawati melakukan nepotisme dgn mengangkat anggota keluarganya
sbg Caleg. Suami Megawati, Taufik Kiemas jadi caleg di SUMSEL, sementara adiknya
Guruh di JATIM. Taufik Kiemas juga mengangkat 2 saudaranya sbg caleg.
Jika belum jadi presiden saja Megawati sudah sangat Nepotis, bagaimana kelak jika
dia berkuasa, dan anaknya tumbuh jadi dewasa dan tertarik jadi caleg? Jangan2
setelah episode KELUARGA CENDANA, kita mendapatkan KELUARGA KEBAGUSAN,
he he he....:)
6. Mengadili Soeharto
Habibie tidak bisa diharapkan untuk mengadili Soeharto, karena dia menganggap
Soeharto adalah gurunya dan berhutang budi pada Soeharto (ketika ayah Habibie
meninggal, Soeharto mengangkatnya sbg anak angkat). Megawati dan Amien Rais
menyatakan akan mengadili Soeharto.
7. Setuju thd kebebasan berpendapat
Habibie cukup memberikan kebebasan Pers, sehingga Pers bebas menghujat dirinya
dan menteri2nya seperti Andi Ghalib. Megawati sendiri dan pendukungnya terkadang
kurang mendukung kebebasan Pers. Megawati dgn kasar menampik wartawan yang
ingin mewawancarainya, sementara pengikutnya terbukti melakukan teror thd wartawan
majalah Sabili di Bandung yang mengkritik PDIP. PDIP juga dgn agak kurang ajar
menuntut MUI ke pengadilan karena mengeluarkan fatwa agar ummat Islam
jangan memilih caleg Non Muslim.
8. Kemauan berdialog dan mendengar aspirasi masyarakat dan rekan sekelompok
Soeharto dan Megawati sangat "ngotot" menolak ajakan dialog dgn berbagai
masyarakat, misalnya: mahasiswa. Megawati bahkan tidak mau berdialog dgn
rekan separtai misalnya Suryadi, Fatimah Ahmad, dan Budi Harjono. Semua
diselesaikan dgn kekerasan. Pengajuan Theo Syafei sbg ketua PDIP dan caleg
membuktikan bahwa Megawati tidak mendengar aspirasi yang ada di masyarakat
yang menginginkan Theo Syafei diadili atas penghinaannya thd ummat Islam
(dia mengatakan ummat Islam ingin membunuh kelompok Cina dan Kristen).
Habibie saya lihat mau berdialog, misalnya dgn mahasiswa Aceh, atau dgn ICW
tentang kasus dugaan korupsi Andi Ghalib. Untuk menon-aktifkan Andi Ghalib,
dia berembug dgn anak buahnya. Meski dikomentari sinis oleh sebagian wartawan,
tapi ini membuktikan bahwa dia tidak one man show. Mau berdialog.
Dari "Raport" Reformasi di atas, jelas Megawati dan Soeharto memiliki banyak kesamaan,
kecuali pada point mengadili Soeharto. Jika ditanya apa yang membuat buruk Soeharto
dan Golkar? Apakah karena dia bernama Soeharto atau Golkar? Atau karena pola pikir
dan tindakannya? Saya menilai Soeharto dan Golkar dibenci masyarakat karena tindak-
tanduknya seperti: dia ingin berkuasa selama2nya, sehingga menolak usulan agar
UUD 45 diamandemen untuk membatasi jabatan presiden. Dia terlibat nepotisme, suka
menggunakan kekerasan thd lawan politiknya, dan tidak memberikan kebebasan
berpendapat serta tidak suka berdialog dgn masyarakat. Jika ada orang yang namanya
bukan Soeharto, tapi punya sifat dan pola pikir yang sama dgn Soeharto, apakah anda
akan membencinya? Saya salut dgn Mukhtar Pabottinggi. Dia berani membela Megawati
dari penindasan Soeharto. Tapi dia tetap kritis thd Megawati dan PDIP. Di depan anggota
Litbang PDIP, dia minta ketegasan agenda reformasi dari PDIP.
Dia mengatakan bahwa ada 2 kelompok Anti Status Quo:
1. Barisan Reformasi
2. Barisan Anti Status Quo.
Barisan Reformasi adalah kelompok yang ingin mengganti orang dan system status quo
dengan orang2 dan sistem yang reformis. Sedangkan Barisan Anti Status Quo, mereka
cuma ingin mengganti orang saja, sedang sistem status quo tsb tetap mereka pakai,
karena mereka menganggap sistem tsb sudah final dan sakral.
Kelompok Barisan Anti Status Quo ini suatu saat ketika sudah berkuasa, akan jadi PRO
STATUS QUO BARU. Lambat laun rakyat akan sadar pada sikap mereka yang nepotis,
suka menggunakan kekerasan, tidak suka berdialog, mempertahankan dwifungsi ABRI,
ingin berkuasa selama2nya dgn menolak amandemen UUD 45. Suatu saat, rakyat
niscaya akan menurunkan mereka.
Jangan sampai kita mengganti Status Quo dgn Neo Status Quo yang pola pikirnya setali
tiga wang. Dari mulut buaya, masuk ke mulut banteng, he he he...:)
Saya lebih suka jika Amien Rais yang jadi Presiden, karena agenda reformasi serta
pelaksanaannya jelas. Tapi jika Amien gagal jadi presiden dan diberikan 2 pilihan,
yaitu
Habibie atau Megawati, saya akan pilih Habibie, sebab dari raport di atas, terbukti
Habibie lebih reformis dari Megawati.
Habibie mungkin tidak akan mengadili Soeharto yang memang paling2 2-3 tahun lagi
akan mati, tapi paling tidak dia tidak akan berkuasa selama2nya seperti Megawati
nanti, he he he...:) Selain itu, saya sekarang cukup enjoy dgn kebebasan berpendapat
yang ada....
Besarnya PDIP tak lepas dari jasa Soeharto yang menindas PDIP dan Megawati.
Ibarat TELENOVELA, makin diinjak2 dan menderita seseorang, makin simpatilah para
pemirsanya. Itulah yang dialami Megawati. Meski memiliki banyak kesamaan dengan
Soeharto, tapi karena dia dan kelompoknya diinjak2 Soeharto, akhirnya rakyat melihat
dia sbg pahlawan. Sebagai tokoh perlawanan.
Yang harus kita cermati adalah, PDIP yang dikatakan oleh sekelompok orang sbg
"REFORMIS" ini ternyata sebagian pengurusnya terdiri dari eks ORBA. Kita mengetahui
bahwa ORBA itu mesinnya ada 3: Golkar, Birokrat, dan ABRI (jika mau ditambah: CSIS).
Sekarang orang2 ABRI seperti Theo Syafei, RK Sembiring, Maniur Pasaribu bercokol
di PDIP, sementara eks Golkar seperti Jacob Tobing malah mewakili PDIP sbg
ketua PPI, sementara CSIS yang dulu merupakan think tank ORBA berdiri di belakang
PDIP. Betul2 "reformis," he he he....
Notes:
Saya tertarik pada 7 pilar PUDI yang memuat 6 agenda Reformasi Mahasiswa. Sri
Bintang Pamungkas mungkin tidak punya massa, tapi konsepnya yang reformis harus
diterapkan oleh semua partai yang berkuasa.
'----------- akhir potongan ----------
--
Salam,
Jaya
--> I disapprove of what you say, but I will
defend to death your right to say it. - Voltaire
\\\|///
\\ - - //
( @ @ )
------------oOOo-(_)-oOOo-----------
FNU Brawijaya
Dept of Civil Engineering
Rensselaer Polytechnic Institute
mailto:[EMAIL PROTECTED]
--------------------Oooo------------
oooO ( )
( ) ) /
\ ( (_/
\_)