Irwan:
Kesentuh apanya nih, hehehehe. Makanya kalau nonton jangan sambil makan
bakso, ya bisa kesentuh lah....:) Ngomong2, gue punya teks dan terjemahan
bebas (banget) dari soundtrack tersebut, "You'll be in my heart".  Ntar gue
postingin deh kalau lagi ngga males ngetik.
Efron:
Kesentuh anunya....:-)

Irwan:
Jangan ketipu dengan versi lama. Soalnya yg ini versi modern.  Kalau loe
ngga suka film sejenis Man In Black, ya loe bakalan ngga suka juga dengan
film ini.
Efron:
Kalo MIB atau kayak Independence Day saya suka. Yang nggak suka itu yah film
futuristik yang menceritakan puluhan atau ratusan tahun y.a.d. Lain halnya
kalo kayak time-trax, karena berkutat pada zaman sekarang. Dengan kata lain
saya nggak suka ama film yang setting-nya masa depan (dengan kostum yang
aneh-aneh dll.)
        >
        >  Irwan:
        >  5.Puteri Seorang Jenderal (The General's Daughter) - bagus tapi
        >  perlu mikir dan nebak2....hehehe. Pemainnya: John Travolta
        >
        >  Efron:
        >  Sekali lagi John Tralala membuktikan diri bahwa ia bukan saja
jago disko
        >  kayak "Saturday Night Fever". Ini juga perlu ditonton oleh para
jenderal
TNI
        >  yang kaku agar tak egois. Bahkan anak ceweknya sendiri
dikorbankan demi
        >  kehormatan korps. Sayang sekali James Woods main cuma sebentar
karena
keburu
        >  mati.

Irwan:
Gue waktu nonton lain lagi pikirannya. Gue ngebayangin suatu saat nanti
sistem militer atau penegakan hukum di militer bisa seperti di film itu
dimana dibentuk atau diangkat pihak yg sifatnya independen untuk memeriksa
suatu kasus.  Integritas pemeriksa terhadap kebenaran dan keadilan, ini yg
membuat gue berpikir "akankah Indonesia bisa seperti itu kelak?" Soale,
ngelihat kasus Andi Ghalib aja bikin gue berpikir tampaknya perlu waktu
panjang untuk bisa melihat pemeriksaan kasus atas oknum militer Indonesia
bisa seperti itu.
Efron:
Kalo dipikir kita juga punya yang mirip-mirip kayak gitu. Masalahnya 'kan
orang dan sistem pendukungnya tak memadai.

Kirim email ke