Bagaimana kalau anda teliti di buku EYD? Dulu harganya Rp750 doang. Kalau
kamus banyak yg aneh-aneh. Bahasa Jawapun masuk pula di sana. Saya cukup
yakin karena hal beginian selalu keluar tiap kali ujian pelajaran Bhs. Ind.,
dan juga kalau anda ikut ujian GRE versi Indonesia. Silakan.
'----------------------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Analis vs Analisa (was: Re: Diskusi nilai tukar rupiah)
>Date: Tue, 19 Oct 1999 08:27:09 EDT
>
>In a message dated 10/18/99 3:44:13 PM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Sebagai informasi untuk Bung Irwan, kata yang benar dan baku di dalam
>bahasa
> > Indonesia adalah "analisis", bukan "analisa". Contoh lain adalah
>"dialisis"
> > bukannya "dialisa". Yang jelas kalau ada "sis" di belakang maka bahasa
> > Indonesianya tetap sama, kecuali kalau ada huruf "y" yang luluh menjadi
> > huruf "i".
>
>Irwan:
>Entahlah bung Jeffrey mana yg benar, tapi yg saya lihat di kamus
>saya kata yg digunakan adalah "analisa" instead of "analisis",
>"hipotesa" instead of "hipotesis", "diagnosa" instead of "diagnosis".
>Silahkan rekan2 yg memang jauh lebih menguasai bidang ini
>membahasnya.
>
>Yang ingin saya tekankan sebenarnya pada komentar bung Faran
>adalah penggunaan kata "analisis" untuk menunjukkan orang yg
>melakukan analisa yg jelas2 dari sudut pandang pengertian saya
>atau pun anda adalah salah.
>
>
> > Biasanya yang paling hobi ngebahas Bhs. Indonesia adalah Bung Efron.
>Coba
> > aja tanya. Saya dari dulu selalu ngotot memakai kata "analisis" karena
> > pernah baca inilah yg benar. Nggak tahu juga kalau ternyata saya selama
>ini
> > salah.
>
>Irwan:
>Saya juga ngga tahu mana yg benar. Tapi sejauh ini saya akan
>pakai apa yg tertulis di kamus yaitu "analisa", "hipotesa", "diagnosa".
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com