From: Karomul Wachid <[EMAIL PROTECTED]>
To: Alumni ITS <[EMAIL PROTECTED]>; Elektro ITS <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, March 10, 2000 00:59
Subject: [al-its] Indosat peringatkan 9 penyelenggara VoIP (Bisnis
Indonesia)


*****Segi teknis ? pasti legal karena memang tidak bisa dibendung lagi dan
tidak diperlukan uji layak operasi karena pada dasarnya sama dengan
native-IP cuma ditumpangi suara saja.
#####Ya anda betul. Dalam bentuk dan dengan cara apa pun hal itu tidak bisa
dibendung.
     Adanya VoIP antara lain mengindikasikan meningkatkan "supremasi" dan
"apresiasi" tentang kalkulasi engineering dalam dunia telekomunikasi.
     Kalau dulu harga SLI itu ibarat 1.000.000 - 999.995 = 5
     Kalau kini harga SLI itu ibarat 100.000 - 99.995 = 5
     Berarti kalkulasi engineering dalam dunia telekomunikasi memungkinkan
penurunan biaya kini sampai 1/10 dari harga regulasi.
     Tentu itu tidak akan berhenti di situ saja.
     Proses kalkulasi engineering dalam dunia telekomunikasi akan terus
berjalan. Ini tidak bisa tidak sebagai tekanan persaingan bisnis di bidang
tersebut. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya orang cerdas dan orang
kreatif di bidang telekomunikasi.
     Maka bisa saja nanti harga SLI ibarat 10-5 = 5. Bukankah kalau melihat
titik tolak harga SLI kini maka saja saja bahwa SLI sudah mendekati gratis?
Ini bukan lagi suatu lamunan.
     Semua itu membuat bisnis telekomunikasi tidak bisa lagi mengandalkan
tarif berdasarkan kalkulasi enggineering, juga disain faktor custiomer
service.
     Bukankah meskipun air minum melimpah ...toh ternyata minuman kemasan
bisa lebih mahal ketimbang bensin.

*****Segi Komersil ? tunggu dulu cak! ini masalah Market, masalah Periuk
Nasi, coba lihat komentar berikut ini, Indosat meng-claim telah kehilangan
3% dari pendapatan dan kabarnya Telkom lebih besar lagi, antara 15%-20%,
senjata pamungkasnya para "Incumbent Operator" tersebut akan berlindung
dibalik Lisensi yang mereka miliki.
#####Untuk masalah ini saya kurang begitu mengerti.
     Yang menjadi pertanyaan : apakah kehadiran penyelenggara VoIP itu akan
merugikan Indonesia? Artinya : apakah dengan adanya penyelenggara VoIP itu
menyebabkan banyak uang lari secara tidak langsung ke luar negeri.
     Nah sekarang bagaimana mencari jalan tengahnya?
     Tetapi saya yakin bahwa para tehnisi di Indosat pun mengakui bahwa
adanya teknologi semacam VoIP adalah sesuatu yang tidak bisa dibendung lagi.
Tentu mereka terus memutar otak untuk mencari solusi terbaik.

Salam,

Nasrullah Idris

Kirim email ke