From: syamsuddin toaha <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, March 13, 2000 11:39




Nasrullah Idris :
-------------------
Dari segi istilah, eksistensi BTT itu memang ada. Tetapi dari segi
eksistensi, saya ragu, apakah Imajiner, Rasional, atau Realitas.

Syamsuddin Toaha :
------------------------
Yang jelas dia itu Rasional (logic). Imajiner dan realistas,  bergantung
kita menggunakan indera keberapa. Kalau kita menggunakan indera  ke"enam",
dia mungkin rasional dan realistik.

Nasrullah Idris :
-------------------
Karena itu saya punya pertanyaan hipotesis : apakah penyebab  banyaknya
orang susah meninggalkan konsep 2/0 sebagai tidak terhingga itu karena
sudah terpola sejak kecil? Lalu apa konsekwensinya bila anak diberikan
konsep 2/0 secara proporsional sejak dini (khususnya mengenai istilah
bilangan tidak terhingga dari berbagai aspek) ?

Syamsuddin Toaha :
------------------------
Sebenarnya perluasana bilangan itu, 'dipaksa' oleh keperluan dalam
menyelsaikan persoalan yang muncul, dan juga kegunaannya. Mungkin kita
sepakat bahwa kalo kita katakan 2/0, (kita 'bekerja' tidak pada pada
lapangan bilangan riil). Jadi membicarakan suatu sistem yang melibatkan 2/0,
kita seharusnya lebih dulu membangun sistemnya (ring dan gelanggangnya).
Karena kalo kita tidak selesaikan ini, dia akan menjadi susuatu lingkaran
setan, tidak ujung dan pangkalnya. Apa akibatnya kalo kita membangun suatu
sistem yang kontdiksi, 1=2, 1/0=BTT, dst,... 1=0, hidup=mati,... khan jadi
kacau. Mungkin memang "bisa dinimkati" oleh beberapa orang, tetapi sesuatu
yang aneh. 1=0, masa' ada sama dengan tidak ada??????.Iyya khan Pak ????.


Nasrullah Idris :
-------------------
Orang begitu mudah berbicara kata BTT. Tetapi itu manusiawi aja. Katanya sih
masuk akal. Tetapi ketika dihadapkan pertanyaan seperti masalah y=x pada
titik (BTT, BTT) akhirnya menimbulkan pertanyaan : kok bisa begitu
tetapi kenyaannya memang begitu.

Syamsuddin Toaha :
------------------------
BTT, apakah dia bilangan ???. berapa nilainya/bilangannya ????. Memang
dalam perkembangan bilangan, konsep BTT diperkenalkan pada saat membicarakan
limit. Limit t---> BTT dari 1/t =0. Dalam konsep ini, kita khan tidak
mengatakan bahwa 1/BBT = 0. Kita hanya mengatakan bahwa kalo t
membesar=tends to (besarnya ndak tahu berapa) 1/t nya akan menuju ke mana.
Juga dalam buku-buku yang menyinggung BTT, selalunya dalam kontex limit.

Apakah BTT=2BTT, sebelum menjawab, kita harus pertanyakan dalam ruang apa
kita bekerja, dst. Kalo kita berbicara jarak, maka kita harus bekerja dalam
ruang metrik yang diperluas (saya juga belum tahu bagaimana membuatnya,
mungkin ada ????). Mana yang lebih panjang BTT atau 2BTT. Yang jelas, BTT
itu sendiri tidak tahu berapa panjangnnya (kalo boleh saya katakan
demikian). Lantas apakah 2 BTT (kalo boleh saya tulis demikian) lebih
panjang daripada 1BTT ???. Sekali lagi kita harus merujuk pada ruang apa
kita bekerja. Yang jelas dalam konsep limit 1 BTT dan 2 BTT sama-sama
infinity, kita tidak dapat mengatakan bahwa dia adalah persis sama. Analogi
dengan mengatakan mana yang lebih banyak "bilangan irasional" dengan nikmat
Allah yang diberikan kepada kita. Jawabnya sama-sama tak berhingga
banyaknya.

Kirim email ke