On 4/4/00, Faransyah Jaya wrote:

>Mungkin memang takutnya dengan komunis Indonesia.
>Kalo komunis Indonesia saya pribadi juga khawatir.
>Dari cerita Orang tua langsung sih memang komunis "Indonesia"
>itu sadis.

Faran, "sadis" nya itu bukankah karena "Indonesia" nya ... tidak
peduli apakah itu komunis atau non-komunis (artinya: ya tentara, ya
mereka yang ngakunya beragama, dsb.)

Sampai sekarang saya masih terbayang pemandangan masa kecil,
kepala-kepala yang dicocok pada galah bambu sepanjang jalan raya di
Jawa Timur. Ini terjadi setelah PKI dilumpuhkan secara total. Orang
bilang itu kepala orang-orang PKI, ateis, atau mungkin orang yang
lagi sial saja -- seperti tetanga saya yang mendadak lenyap, "in the
wrong place at the wrong time." Pembantainya? ... apakah pembantainya
orang-orang "komunis" yang sadis itu? Lho logikanya gimana sih, kan
komunis (PKI) sudah lumpuh, kan orang-orangnya sudah habis ditangkapi
pada waktu itu?

Ingatan paling 'traumatik" adalah tentang guru agama di SMP saya
dulu. Dia suka bawa pedang kemana-mena termasuk waktu di kelas
pelajaran agama. Dengan bangga dia bercerita, bahwa semalam sudah
menebas kepala yang ketujuh ... "tinggal dua lagi," katanya, "habis
itu karcis ke surga boleh dibilang sudah di tangan." Tiba-tiba saya
ingin muntah -- saya pamit ke WC, dan tidak pernah kembali ke kelas
guru berpedang itu sampai lulus SMP 2 tahun kemudian.

Lha itu kan jaman dulu, jaman kacau ...

Jaman sekarang sebetulnya lebih mudah lagi ... tinggal lihat berita
koran lokal saja. Meniru metode yang sering dipakai Noam Chomsky
(MIT) ini saya ambil sample headline di Kompas rubruik METROpolitan.
harap diingat saya tidak mengutip Pos Kota, tetapi harian Kompas,
koran yang amat "jinak" itu -- atau "banci" meminjam olokan Ben
Anderson (Cornell).

Headlines dari minggu lalu (Senin sampai Sabtu) ...

  Senin, 27 Maret 2000
  --------------------
  * Program Penertiban Umum tidak Tercapai
        Program 100 Hari Gubernur DKI Jakarta, untuk menegakkan
        ketertiban umum dan taat hukum, tampaknya tidak tercapai....

  * Maling Motor Tewas Dibakar
        Aksi main hakim sendiri oleh massa terhadap pelaku tindak
        kejahatan, kembali terjadi di Tangerang, Sabtu (25/3) malam....

  Selasa, 28 Maret 2000
  ---------------------
  * Personel Tentara "Ngamuk", Tewaskan Pemilik Kafe
        Dua personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD berpangkat
        sersan satu (sertu) mengamuk di Tangerang, Senin (27/3) sekitar
        pukul 04.30....

  * Tak Tanggapi Cinta, Erni Tewas Digorok
        Erni Kusumawati (20), karyawati perusahaan swasta, ditemukan
        tewas dengan leher hampir putus di dalam kamar rumahnya di
        Kampungbaru RT 03/02 Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang,
        Bekasi, Senin (27/3) dini hari....

  * Seorang Wanita Perancis Tewas di Tangan Perampok
        Silvy Maupin (39), seorang ibu berkewarganegaraan Perancis,
        ditemukan tewas di tempat tidurnya di Jalan Madrasah II Buntu
        Kemang, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, pukul 04.40 hari Senin

  * Polisi Masih Periksa Abi dan Teman-temannya
        Aparat Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Jakarta Pusat sampai
        Senin (27/3) sore masih memeriksa Abi Suryosumarno dan enam
        temannya, yang diduga keras mengetahui pengeroyok hingga tewas
        Bharatu Abraham Mao dan Belly Sihombing di BC Cafe, ...

  Rabu, 29 Maret 2000
  -------------------
  * Polisi Tembak Mati Dua Penodong
        Polisi menembak mati Iwan dan Asep, dua dari empat penodong
        yang biasa beroperasi di perempatan di Jalan Perintis-Yos
        Sudarso, Kelapagading, Jakarta Utara, Senin (27/3) malam....

  * Lima Bangunan Terbakar di Matraman
        Seorang anggota Marinir terluka akibat pengeroyokan dan lima
        bangunan terbakar dalam sebuah keributan antarwarga di Jl
        Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (28/3) petang....

  * Tersangka Pembunuh Ditahan di Pomdam
        Fe dan Ro, dua anggota TNI AD berpangkat sersan satu (sertu),
        tersangka pelaku pembunuhan Novelim Jemi (42), pemilik Kafe
        Duta 168 di Taman Cibodas, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada
        peristiwa hari Senin pagi, mulai Selasa (28/3) kemarin dit

  Kamis, 30 Maret 2000
  --------------------
  * Polisi Ringkus "Bos" Belasan Kelompok Pencuri
        Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menangkap Musadar,
        seorang tersangka penadah barang curian dengan enam orang
        pencuri suruhannya, di Jalan Kebonbawang XV RT 018/02,
        Tanjungpriok, Jakarta Utara....

  * Gagal Rampas Uang, Perampok Menembak Korbannya
        Dua perampok bersenjata api gagal merampas uang sebesar Rp 273
        juta milik perusahaan pelayaran PT Sriwijaya Lloyd yang baru
        saja diambil di Standard Chartered Bank, Jakarta, Rabu (29/3)
        sore....

  Jumat, 31 Maret 2000
  --------------------
  * Tiga Pencuri Tewas Dihajar Massa
        Tiga pencuri di tiga kota, Bogor, Tangerang, dan Bekasi tewas
        secara mengenaskan setelah dihajar massa....

  * Perampok Gagal Rampas Rp 150 Juta
        Empat perampok, dua di antaranya membawa senjata api, gagal
        merampas uang sebesar Rp 150 juta milik PT Cahaya Valuta
        Mandiri (CVM) meski para perampok itu telah menembak Suyanto
        (20), karyawan yang membawa uang tersebut, Kamis (30/3)...

  * Personel Tentara Pukul Warga Kembangan Selatan
        Empat orang, seorang di antaranya anggota Pusat Polisi Militer
        (Puspom) TNI, mengeroyok Wahyu Hidayat (18), warga RT 02/06,
        Kembangan Selatan, Jakarta Barat, Rabu (29/3) pukul 22.00....

  Sabtu, 1 April 2000
  -------------------
  * Perkelahian Satu Polisi Lawan Lima Perampok
        Anggota reserse Kepolisian Sektor Metro (Polsektro) Kembangan
        Jakarta Barat, Serka (Pol) Labif, berkelahi melawan lima pemuda
        tanggung yang mencoba merampoknya di pinggir Jalan Arteri
        Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat (31/3) pukul 01.00....

  * Ibu Kota Jakarta dalam "Waspada I"
        Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Mayjen (Pol)
        Nurfaizi telah menetapkan "Waspada I" untuk wilayah Jakarta dan
        sekitarnya sepanjang bulan April ini....

  * Masyarakat Jakarta Makin Beringas dan Nekat
        SELAMA beberapa tahun terakhir, pers di Jakarta rajin
        menyajikan berita tentang kecenderungan masyarakat melakukan
        tindakan main hakim sendiri terhadap orang yang disangka
        melakukan kejahatan....

go figure!


Moko/

PS: <sarcasm on> Sekarang saya sudah tidak ingin muntah-muntah lagi
... sudah habis, nggak ada yang bisa dimuntahin lagi <sarcasm off>

Kirim email ke