Tentu anda pernah melihat ibu <terutama di desa> memberikan makan
kepada anaknya dengan menyimpan nasi di atas kerupuk. Lalu diberi bumbu plus
sedikit kuah. Dengan nikmatnya si anak mengunyah nasi dan menggigit kerupuk
secara bergantian sampai akhirnya habis sama sekali.
     Dengan demikian tugas cuci piring sedikit teringankan. Berarti pula
sabun cuci sedikit teriritkan dan limbah sabun setetes terkurangi.
     Itu baru untuk satu orang anak. Bagaimana kalau semua anak untuk
sarapan paginya melakukan cara tersebut.
     Bukan maksud penulis mengajak ke belakang. Tetapi minimal hikmahnya
bisa kita ambil dalam kerangka memberikan kredit point terhadap kelestarian
lingkungan. Kemudian ditindaklanjuti dengan motivasi tinggi dan niat baik
untuk merekayasa kerupuk sedemikian rupa sehingga bisa diandalkan sebagai
wadah berbagai makanan.


Salam,



Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke