Mungkin saja kita merasa terpesona ketika melihat seorang pengusaha
Indonesia yang berpakain necis berjabat tangan dengan perwakilan negara
asing sehubungan pemberian teknologi canggih. Ini dilakukan setelah upacara
penandatanganan bersama di ruangan vip di sebuah instansi level nasional.
     Kemudian tepuk tangan pun bersahut-sahutan yang dilakukan para tamu
undangan. Belum lagi ekspresi kagum dan wajah senyum yang diperlihatkan
untuk sang pengusaha Indonesia tersebut, seperti dari kalangan eksekutif
sampai selebritis. Tidak ketinggalan, media massa ikut meliput serta
mempublikasikannya.
     Yang  menjadi persoalan, bagaimana kita menyikapi suasana tersebut
kalau ternyata taknologi yang dikatakan canggih itu ternyata tidak lebih
dari kulitnya doang, sementara isinya masih tersimpan secara rahasia di
negara asalnya? Apa kita terus merasa terpesona atau bagaimana terhadap
kulit teknologi itu


Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke