(Disalin dari media lokal di Palembang) Pada tanggal 25 Desember 2000 sekitar pukul 18:15 WIB, sebuah mobil Daihatsu Taruna berwarna merah yang melaju di depan kendaraanku, telah menabrak seekor anjing antara Kantor Catatan Sipil dan Perpustakaan Daerah di jalan Demang Lebar Daun. Akibat hantaman Mobil berkecepatan tinggi ini yang datang dari arah Bukit menuju Persimpangan Pakjo, anjing tersebut terpental ke ruas kanan jalan. Pada saat yang sama, sebuah kendaraan lain (jenis Kijang ?) telah menyambut hewan malang ini dan langsung menggilasnya tanpa ampun. Tidak satu pun di antara kedua kendaraan ini yang berhenti dan melihat hasil perbuatannya. Dengan segera, kuputar arah mobil dan menghentikan kendaraan di depan tubuh hewan ini, hanya untuk menemuinya melepaskan napasnya yang terakhir. Keadaannya mengenaskan hati, dengan keadaan beberapa kaki patah dan kepala pecah. Lalu kuangkat tubuh yang nasih hangat itu ke tepi jalan, diiringi tatapan orang-orang yang ada di sekitar tempat tersebut. Kumintakan kerelaan mereka untuk menguburkannya, sehingga tubuhnya tidak menjadi bangkai. Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang telah menabrak, sadarkah Anda berdua apa yang telah terjadi ? Anda berdua telah merampas nyawa hewan ini. "Ah, itu kan cuma anjing...lagi pula ia dengan mendadak menyeberangi jalan...kami tidak sempat menginjak rem..." demikian rasanya yang akan Anda ucapkan untuk membela diri. Namun hal tersebut tidak akan terjadi, kalau Anda berdua tidak mengendarai mobil berkecepatan tinggi, yang aku perkirakan sekitar 70 s/d 90 ksj (kilometer setiap jam). Aku tidak tahu, apakah hati kecil Anda berdua merasa berdosa atau tidak dengan 'pembunuhan' ini. Anda berdua terlalu pengecut untuk setidaknya berhenti di kejauhan untuk melihat apa yang sudah terjadi. Atau mungkin hati Anda berdua memang terbuat dari batu, sehingga Tuhan pun mungkin tidak dapat melunakkannya. Entah bagaimana pula kesedihan hati si pemilik anjing itu. Bagaimana Anda bisa merayakan Natal (jika beragama Kristen) atau merayakan Idul Fitri (jika beragama Islam) dengan tangan yang berlumur darah dan tanpa penyesalan dan rasa bersalah dalam hati ? Karena itu Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang telah menabraknya hingga mati, jika sekiranya Engkau masih mempunyai rasa sesal, tulislah surat melalui forum Surat Pembaca ini. Sampaikanlah itu, agar saya tidak mempunyai anggapan bahwa Anda berdua bukanlah manusia, karena tidak mempunyai hati. Atau engkau memang tidak perduli ? Nama dan alamat diketahui Redaksi Kunjungi Website http://pet.indoglobal.com Partisipasi anggota milis PET sangat dinantikan ! To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
