Dear All,
Sekalilagi, saya apreciate pada sobat saya, Pak Jaerony. Kenapa, dalam email 
sebelumnya saya katakan, beliau gentle. Maksudnya? Tulisan beliau adalah 
reportase pribadi beliau. Murni pandangan matanya. By name Jaerony, diimbuhi 
warga RW 014. Tulisan beliau adalah perspektif beliau, tanpa quotation 
(mengutip opini) sumber dari pihak terkait. Dan, saya pikir reportagenya both 
side. Dedikasinya melaporkan ke milis public Porsenipar layak dihargai 
sebagaimana mestinya.
Saya menilai, reportage-nya sendiri pada mulanya direspon "baik". Namun, 
selanjutnya ada aroma bias (sarat kecenderungan) dalam respon kawan-kawan. 
Reportage itu sendiri bukanlah reportage (by officially) panitia. Beliau by 
name dengan imbuhan warga RW 014 yang kebetulan menjadi panitia. Kebetulan, 
sebagai pribadi, beliau memang salah satu anggota panitia. Dengan by name dan 
imbuhan gentle itu, bukan serta merta reportagenya dipandang sebagai milik 
ataupun mewakili panitia. Beberapa respon dari reportagenya seperti terjebak 
--pada substansi tulisan hingga predikat penulisnya. Seolah tulisan beliau 
adalah officially laporan panitia.
Tempo hari saya usulkan agar moderator mengeluarkan tata tertib dan krama 
milis. Moderator sudah melemparnya dalam milis ini sehari setelah email saya. 
Tujuannya, tentu, agar semua bersikap bijak. Jika respon ditujukan kepada 
panitia, segera ganti subject email dengan subject baru. Dengan demikian 
reportage Pak Jaerony atau niat baik kawan-kawan lainnya tidak menjadi korban 
tunggangan.
Saya ingin ingatkan, panitia sendiri mempunyai milis pula sebagai sarana 
pengelolaan komunikasinya. Open or moderate, tolong dicek lagi. Begitulah, 
semua ada salurannya. 
Jikapun milis itu moderate, toh bisa silaturahmi sambil menyeruput kopi. Jika 
sibuk, luangkan waktu untuk melayangkan surat kepada yang berhak. Atas nama 
pribadi, atau kolektif tim. Saya tidak bermaksud membela panitia, banyak saran 
dan kritik saya yang
juga pedas bisa dengan mudah saya sampaikan kepada mereka tanpa harus
mengumbarnya di milis Porsenipar ini. 
Sebagaimana tujuan event ini, santai sajalah, mari selalu berpikir positif, 
semua bisa dikomunikasi dengan cair. Olah raga dan pentas seni dua tahunan ini 
seharusnya malah bisa kita jadikan ajang saling bercengkrama. Tanpa sekat 
agama, ras, kelamin, usia, status sosial, predikat dan pangkat. Saban hari kita 
berjejalan di kereta, bis, menembus terpaan debu, menikmati terik matahari 
guyuran hujan, mengukur jalan dengan kemacetan menjalani rutinitas keseharian 
kita. Masih adakah energi kita untuk menelan mentah-mentah cekokan slogan sarat 
beban, pidato tanpa makna, target menang dan kalah namun tak bisa membedakan 
mana pemenang mana pecundang. Intrique dan politicing adalah cerminan 
masyarakat yang culas (tricky)
dan serakah (greedy). Semoga kita terhindar dari malapetaka itu. Buat penikmat 
kecerdasan, keluguan dan kejujuran bermasyarakat, kitalah pemenang itu 
sesungguhnya!  
Dengan demikian, saya pertegas mail subject Pak Jaerony. (Kita tak) perlu 
kedewasaan sikap.... Kita sudah sunat, sudah dewasa, alhadulillah berkeluarga, 
menikah, satu bentuk kontrak sosial yang paling mini. Dengan demikian, kita 
sudah berikrar jauh hari sebagai manusia yang mandiri, jauh di lubuk hati kita, 
lalu pada pasangan kita sebelum kita bersentuhan pada saudara yang paling 
dekat; para tetangga, siapapun dia.
Ala kulli haq, sampai ketemu, dimanapun. 


Bintoro W. Prabowo
penikmat balai warga cerdas bdb II

----- Original Message ----
From: pra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, June 13, 2007 3:58:51 AM
Subject: [porsenipar] re perlu kedewasaan...



 
 


Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Memang hebat pak jae ini, saya sampai bingung 
mengurai kalimat yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi yang disampaikan oleh 
Beliau.

 

Saya pribadi sejak menulis di milis ini, tidak ada 
niat, tidak sedang membangun apa yang disebut polemic, sebab menurut saya suatu 
polemic tidak akan pernah selesai, kalau itu yang Bapak inginkan dari menulis 
di 
milis ini.

 

Saya mengangkat masalah wasit bukan dalam rangka 
"kecewa" terhadap hasil tetapi berusaha membuka wawasan berorganisasi yang baik 
dan saya tidak berada pada posisi "baik", memberikan feedback (kalau PANITIA 
yang baik pasti memerlukan itu), tanggapan dari Pak Pungki sendiri melegakan 
buat kami, yang disadari atau tidak, diakui atau tidak sudah membuat PANITIA 
berbenah dengan meninggikan tempat wasit (saya sangat apreciate 
sekali).

Dan itu bukan hasil dari polemic tetapi proses 
menuju kearah yang Insya Allah kita inginkan bersama yaitu BAIK dalam 
penyelenggaraan, BAIK dalam peran serta dan BAIK dalam hasil akhir.

 

Sarana milis ini masih belum menjadi alat yang 
efektif bagi PANITIA karena "belum" semua RW mengakses (setuju?)

 

Saya (sejak awal) sangat memberikan apresiasi yang 
tinggi untuk kerja PANITIA sejak dari pembukaan sampai dengan saat ini karena 
ini perhelatan besar yang memerlukan dana, tenaga dan pikiran yang 
besar.

 

Tapi ini hanya saran/kritik yang membangun, jangan 
terlalu emosional menanggapi semua tulisan yang ada, tulisan yang ada 
menandakan 
kerja Bapak-Bapak diapresiasi orang banyak, semua tertuju pada kerja PANITIA, 
hasil yang bisa dilihat adalah banyaknya kritik/saran yang masuk menjadi 
senjata 
untuk melakukan yang lebih baik lagi, kalau tidak ada saran/kritik 
?

 

Wassalamu Alaikum 
Wr.Wb.






 
____________________________________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/

Kirim email ke