HARU BIRU ANTARA PORSENIPAR DAN PSB
Hari Sabtu kemarin (30/6) sepanjang jalan raya Sukahati seperti layaknya situasi jalanan saat peak-time di pagi hari kerja. Kendaraan roda dua dan empat bergegas melaju sejak pagi menuju ke sekolah-sekolah. Ya, hari itu adalah hari saat pembagian rapor anak-anak sekolah yang dilakukan serentak di sekitar wilayah Cibinong. Tidak sampai di kegiatan pengambilan rapor saja beberapa keluarga terlihat juga berbelanja keperluan sekolah anak-anaknya. Di setiap kesempatan pembicaraan di hari itu sampai hari Minggunya selipan tentang anak-anak sekolah menyeruak, ada yang ngomongin soal kenaikan kelas anaknya, ada yang menyoal tentang kelanjutan sekolah, dan ada juga yang sedikit mengeluh mengaitkan masalah kenaikan harga-harga dengan kebutuhan sekolah anaknya yang jatuh tempo di Juli nanti. Fokus urusan anak sekolah sedikit banyak memang menyita perhatian para orang tua. Demikian juga situasi di arena pertandingan terkesan terpengaruh juga oleh kegiatan kenaikan, kelulusan, dan PSB (penerimaan siswa baru) yang telah dimulai di hari itu. Ditambah cuaca hujan yang turun sejak tengah hari pelaksanaan beberapa pertandingan menjadi sedikit terganggu dan kurang meriah. Cabang sepak bola yang sudah dijadualkan setelah digeser waktunya ternyata gagal dilaksanakan di hari berikutnya. Cabang bola volley yang dikorbankan dengan menggeser waktu di Minggu pagi dihadiri oleh sangat sedikit penonton dan suporter baik oleh tuan rumah sendiri maupun suporter kontingen. Sedikit ada kemeriahan saat suara suporter di dalam GOR tempat pelaksanaan cabang bulutangkis memantulkan suara yang cukup gaduh termasuk di Minggu malamnya yang dihadiri lebih sedikit lagi penonton dan suporter di dalam arena pertandingan. Bulutangkis Putra : RW 14 Menang atas RW 13 Hujan yang turun sejak jam 13:30 hingga selepas Ashar hari itu (30/6) rupanya tidak membuat Tim Bulutangkis Putra RW 14 menjadi "kedinginan". Semangat meraih kemenangan ternyata dapat dibuktikan dengan mengalahkan tim RW 13 secara telak 4-1. Memang, di tiga partai pertama tim "biru" (RW 14) mendapatkan perlawanan yang cukup sengit dengan dipaksa bermain rubber set. Tapi, di dua partai terakhir permainan praktis dikuasai oleh tim yang dikoordinasi oleh M. Irwandi ini. Di awal pertandingan yang menyuguhkan partai ganda pertama di malam itu nampak tidak seperti biasanya. Pasangan Bekti/Bintoro (RW 14) yang malam itu melawan pasangan Hilman/Zaenudin bermain di bawah standar. "Nggak biasanya performance yang ditampilkan kedua pasangan ini", ungkap Pak RW 14 sedikit khawatir bakal mempengaruhi pemain (dan pasangan pemain) di partai berikutnya. Benar saja, kedua pasangan ini bisa ditekuk oleh pasangan RW 13 dengan rubber-set (7-15, 15-8, dan 15-9) meskipun di set kedua mereka mampu mengadakan perlawanan. Berbeda dengan set pertama dan ketiga di mana RW 13 memimpin angka, di set kedua Bekti/Bintoro mampu menyamai kedudukan pada angka 3-3, 7-7 dan 8-8. Tim lawan mengunci di angka 8 ini hingga set kedua berakhir. Di partai kedua (tunggal pertama) tim RW 14 yang mempercayakan pada Almasdi Rahman terkesan "ngerjain" pemain lawan, Jeck. Diajak bermain rubber-set Almasdi tidak saja memainkan bola-bola panjang yang dikombinasikan drop-shot dan smash menjadikan lawan ngos-ngosan. Puncaknya di set ketiga lawan dibiarkan tidak mendapatkan angka, 0-15. Permainan yang seimbang diperlihatkan di partai ketiga dan keempat yaitu di ganda kedua dan tunggal kedua. Meskipun dimenangkan tim RW 14 perlawanan dari RW 13 cukup sengit dilakukan. Partai ganda yang mempertandingkan pasangan Irwandi/Mahmudi (RW 14) dan Linus/Purwoko (RW 13) terlibat kejar-kejaran angka terutama di set kedua. Dari ketinggalan 1-4 tim RW 13 sempat menyamakan kedudukan pada angka 4-4, lalu terjadi lagi kejar-mengejar angka dan menyamakan skor dengan 7-7. Selanjutnya, perolehan angka tim "biru" tidak terkejar hingga akhir set kedua. Set pertama partai tunggal kedua (Dede (RW 13) vs Adi (RW 14)) permainan cukup menarik saat kedudukan 2-13 di set pertama dan kejar-mengejar angka di set kedua. Pada kedudukan 2-13 set pertama pindah bola (service-over) terjadi sebanyak tidak kurang dari 4 kali pindah. Sementara pada set kedua angka sama sempat terjadi pada kedudukan 3-3, 5-5, dan 8-8. Kedudukan angka di partai ini adalah 2-15 dan 9-15. Partai terakhir yaitu ganda ketiga praktis menjadi milik RW 14. Dengan pasangan jangkung (Almasdi/Heri Panese) RW 14, yang bermain cepat dan smesh-smesh keras mengawal angka baik set pertama maupun set kedua. Namun demikian pasangan lawan (Edi/Linang) bukan berarti lawan sepele terlihat dari perolehan angka yang mencapai angka 9. Kedudukan set pertama dan kedua dari partai ini adalah 2-15 dan 9-15. Bulutangkis RW 15 -- Macan yang Menggeliat -- Melawan RW 16 Perkembangan olah raga bulutangkis di lingkungan BDB-2, kiranya kita semua tahu, banyak mengalami kemajuan. Hampir semua kontingan RW mematok target cukup tinggi di arena Porsenipar IV ini tak terkecuali tim dari RW 15 ini. Kekalahan tim ini minggu lalu (24/6) dari RW 17 memberikan motivasi tinggi pada pertandingan malam Senin kemarin (1/7) saat menghadapi RW 16. Hasilnya, tim RW 15 mampu mengalahkan tim kuat RW 16, 2-3. Ganda putera pertama menampilkan pertandingan yang cukup keras. Pertandingan berlangsung dalam tiga set dan terjadi deuce pada set pertama dan kedua. Di set pertama dan kedua permainan imbang diperagakan kedua pasangan ini. Angka-angka diperoleh seperti bayi yang merangkak yang susul-menyusul sejak service pertama dilakukan. Akhir kedudukan di akhir set pertama dan kedua yang tipis 14-16 dan 16-14 menjadikan penonton cukup puas menyaksikan pertandingan ini. Set ketiga praktis menjadi milik RW 15 dengan terus memimpin angka di sepanjang pertandingan. Kekurangtajaman pasangan RW 16 kelihatannya antara lain disebabkan oleh cedera kramnya Pak Ari (pemain RW 16) hingga skor terpaut cukup jauh di set ketiga ini, 15-4. Partai tunggal putera antara Mustapha (RW 15) melawan Wicaksono (RW 16) berlangsung alot dan memakan waktu hampir 1 ½ jam untuk tiga set. Senior bulutangkis dari RW 16 ini dilawan dengan sangat sengit oleh pemain yang masih tergolong muda dari RW 15 itu. Lob panjang dan kombinasi smesh dari Wicaksono mampu diantisipasi dengan baik ditambah kecermatannya yang luar biasa dalam mengontrol bola lawan yang masuk atau keluar garis. Meskipun begitu, dengan keseniorannya Wicaksono mampu mengejar ketertinggalan angka seperti pada kedudukan 10-3 set pertama hingga kedudukan 13-13. Kemudian di set kedua ketinggalan angka 10-5 mampu disamakan lewat susul-menyusul angka hingga kedudukan 13-13 juga. Di set ketiga pemain dari RW 15 praktis kehabisan tenaga hingga menyerah pada akhir pertandingan 4-15. Skor lengkap adalah 14-17, 15-13, dan 4-15. Ganda kedua yang mempertandingan Suryana dan pasangannya (RW 15) dengan Tri Joko (Pak RW 16) dan pasangannya (RW 16) berlangsung dengan kemenangan berpihak pada tim RW 16 lewat perpanjangan set. Tim "tuan rumah" yang didukung lebih banyak supporter daripada tim lawan tidak mampu mengatasi gempuran yang dilakukan pasangan yang cukup senior itu. Skor keseluruhan partai ini adalah 15-3, 6-15, dan 5-15. Tim RW 15 yang merubah komposisi pemain di ganda ketiga terbukti mampu mengungguli lawannya. Kali Kaswanto tidak lagi berpasangan yang minggu lalu bertanding melawan RW 17. Menang di set pertama bagi RW 15 ternyata tidak otomatis melicinkan jalannya set kedua. Perlawanan tim berkostum kuning gading cukup sengit hingga pada kedudukan 11-10. Banyaknya kesalahan yang dilakukan pasangan RW 16 menjadi salah satu penyebab dari kekalahan timnya. Pasangan RW 15 memenangi pertandingan dengan skor 15-4 dan 15-12. Di partai terakhir, karena cedera kram pada saat bermain ganda pemain yang mewakili RW 16, Ari terpaksa tidak melanjutkan pertandingannya melawan Suryana dari RW 15. Sangat disayangkan terutama bagi para suporter dan tim officialnya, dengan kedudukan sementara 2-2 pertandingan ini mestinya akan sangat menarik karena kedua pemain akan menjadi penentu kemenangan. Dengan pengunduran di tengah pertandingan ini, maka kemenangan menjadi milik RW 15 dengan akhir kedudukan 3-2. Bulutangkis Putri : Perlawanan Sengit RW 16 atas RW 17 Peta kekuatan bulutangkis yang konon berada di lingkungan RW 17 mungkin ada benarnya. Ini antara lain dibuktikan dengan kemenangan tim puteri RW 17 atas tim RW 16 pada malam Minggu kemarin di GOR Pluit Mas BDB-2 dengan kedudukan 1-2. Partai ganda pertama (Bu Iwan/Bu Arif (16) vs Bu Yayat/Bu Puji (17)) praktis didominasi oleh keperkasaan tim RW 17 dengan memenangkan dua set sekaligus, 3-15 dan 4-15. Lain lagi di partai tunggal dan ganda kedua. Pemain tunggal RW 16 (Mery) berjuang keras dan memaksa lawan (Puji) untuk bermain tiga set. Namun di set kedua kegigihan pemain RW 17 yang didukung oleh supporter fanatiknya mampu memenangkan pertandingan dengan skor tipis 11-12. Kejar-mengejar angka terjadi juga di set ketiga tapi Mery lebih perkasa dan berhasil memenangkan pertandingan. Skor lengkapnya adalah 11-6, 11-12, dan 11-9. Pertandingan seru yang lain terjadi di partai ganda kedua yang dimenangkan pasangan Ely/Yeri (RW 17) atas B.Pasaribu/Mery (RW 16), skor partai ini adalah 12-15 dan 10-15. Bulutangkis Putri : Strategi dan Peran Supporter Di hari Minggu malam tim RW 13 berhadapan dengan tim RW 14. Pertandingan cukup keras terutama di partai ganda pertama. Di set pertama RW 13 yang ketinggalan 6-12 mampu menyusul hingga kedudukan terbalik dan menjadi kemenangan 15-12 di akhirnya. Di set kedua sempat terjadi skor sama pada kedudukan 7-7 dan 9-9. Dukungan suporter yang demikian menyemangati kelihatannya salah satu kunci kemenangan tim RW 13. Skor set kedua adalah 15-9. Partai tunggal kedua berlangsung cukup singkat. Partai ini dimenangkan oleh RW 13 dengan dua set langsung. Pertandingan ganda kedua meskipun berlangsung dalam tiga set tidak menunjukkan sengitnya layaknya pertandingan yang berlangsung rubber-set. Bola masuk satu-dua ditambah banyaknya kesalahan sendiri kedua pasangan kerap mendominasi. Skor ketiga set adalah 15-0, 9-15, dan 15-2. Pertandingan Volley yang Miskin Penonton dan Supporter Turunnya hujan di Sabtu siang hingga sore hari (30/6) mengakibatkan pergeseran jadual pertandingan khususnya cabang sepak bola yang sedianya mempertandingkan RW 15 melawan RW 16. Akhirnya diputuskan, sepak bola akan dilaksanakan Minggu sore (1/7) dan bola volley digeser Minggu pagi. Namun demikian pergeseran jadual ini membawa konsekuensi sepinya penonton baik penonton yang juga suporter bagi tim yang bertanding maupun penonton lain yang bukan suporter. Inilah salah satu pertandingan yang tergolong paling miskin penonton dan suporter selama Porsenipar IV berlangsung. Di Lapangan I (Putri) yang bertanding adalah tim RW 13 melawan tim RW 15. Tim RW 13 dengan kostum berwarna biru dan tim RW 15 dengan kostum warna oranye. Kedua tim yang sama-sama pernah mengalami satu kali kekalahan sangat berkeinginan untuk memenangi pertandingan. Di set pertama dan kedua tim RW 15 praktis memimpin angka sejak service pertama dilakukan. Tapi di set ketiga tim RW 13 sekonyong-konyong bangkit melawan dengan sengitnya. Tim ini mampu menyamakan angka pada kedudukan 7-7, mengungguli lawan dengan 16-10, kembali pada kedudukan seimbang 20-20, namun akhirnya harus menyerah pada kedudukan 22-25. Keseluruhan skor adalah 14-25, 16-25, dan 22-25. Di Lapangan II (Putera) meskipun yang bertanding adalah "tuan rumah" (RW 14) tidak terlihat juga supporter sebagaimana biasanya. Tim RW 14 yang berkostum ungu-hitam berhadapan tim RW 15 yang berkostom merah-biru. Dengan tim yang tidak terlalu lengkap RW 14 yang telah mengantongi kemenangan pada pertandingan pertama semestinya mampu mengatasi lawan. Set pertama mampu dimenangkannya tetapi di set kedua dan ketiga terlihat kemunduran yang cukup kentara. Set kedua dikalahkan dengan 17-25 sedangkan set ketiga dengan 13-25. ***********
