BERHASIL BERKAT KEKOMPAKAN
Kekompakan suatu tim merupakan salah satu kunci
keberhasilan di ajang Porsenipar IV yang saat ini
berlangsung. Tim yang terdiri dari sepasang pemain perlu
kerja sama yang solid satu sama lain. Demikian juga suatu
tim yang terdiri dari enam atau sebelas pemain. Bahkan
suatu kontingen butuh pengertian, pengorbanan dan kerja
sama yang diperlukan untuk kemenangan atas serangkaian
pertandingan.
Pengamatan di lapangan selama Porsenipar IV ini
menunjukkan perjuangan sekeras apapun dari satu orang
pemain akan kekurangan arti apalagi jika pemain
bersangkutan menderita kekalahan. Banyak potensi yang
dimiliki oleh masing-masing RW sebenarnya. Namun demikian
kesolidat di internal mereka dari beberapa keluhan,
menggambarkan rasa kebersamaan yang masih perlu
ditingkatkan pembinaannya di wilayah mereka masing-masing
. Inilah yang menjadi PR kita saat ini.
Kejuaraan Bulutangkis Terbuka, Mungkinkah?
Dari serangkaian pertandingan tentunya para pemain sudah
mulai mengenal pemain lain yang pernah menjadi lawannya
baik muka-muka lama maupun para pendatang baru termasuk di
dalamnya kelemahan dan kekuatan masing-masing yang
dimilikinya. Dari sana kita juga mengetahui beberapa
sesepuh yang masih aktif dan mungkin bisa diharapkan
menjadi sosok yang mengayomi dan terlebih lagi mampu
memotivasi khususnya kalangan remaja pendatang baru dan
pemula di cabang olah raga yang diminatinya.
Rasa-rasanya jika kita mampu melihat secara lebih luas
ditambah pemikiran tentang potensi ikutan yang bakal
berkembang di antara warga dan lingkungan kompleks maka
menyelenggarakan suatu kejuaran terbuka dalam lingkup
kelurahan, kecamatan atau bahkan kabupaten Bogor tidak
sekedar sebuah mimpi tapi sangat mungkin bisa
direalisasikan. Potensi besar yang dimungkinkan ada pada
cabang bulutangkis di mana kemampuan seluruh pemain lintas
RW hampir merata. Meskipun demikian terlihat pula
kontingen yang cukup menonjol, sebut saja seperti RW 17
(dan juga RW 16). Selain kekompakan mereka selama ini juga
melakukan pembinaan remajanya dengan baik. Jika pembinaan
mereka dianggap positif kenapa kita tidak belajar dari
mereka.
Menang Berkat "Goyangan"
Suasana liburan sekolah kelihatannya masih meliputi
aktivitas warga saat ini. Ditambah cuaca yang tidak
menentu dengan guyuran hujan yang datang tiba-tiba
menjadikan pertandingan yang dilangsungkan masih minim
penonton.
Cabang bola volley yang mempertandingkan tim puteri RW 13
dan RW 17 juga dihadiri sedikit penonton dan suporter
Sabtu sore itu. Pertandingan dimenangkan oleh tim RW 17
dengan skor 17-25, 26-28, dan 25-14.
Tim puteri RW 17 yang sebelumnya mengalahkan tim RW 15
serasa kekurangan darah karena minimnya suporter mereka
meskipun tampak Pak Hendro, Ketua RW-nya. Di set pertama
tim hijau ini praktis memimpin dalam peroleh angka. Tapi
di set kedua dan ketiga mereka sempat mendapatkan
perlawanan cukup sengit dari tim biru. Di set kedua mereka
ditahan pada skor 24-24 dan di set ketiga kedudukan sama
terjadi pada angka 13-13.
Yang menarik dan terbukti mampu menambah paling tidak tiga
angka sekali serve bagi tim RW 17 adalah saat serve
dilakukan oleh Ester, pemain bernomor punggung 5. Dengan
melakukan "goyangan" saat akan melakukan serve pemain
lawan yang menerima serve-nya harus ekstra keras mengejar
bola. "Goyangan" ini kiranya menjadi "trade-mark" bagi
timnya. Mari kita tunggu "goyangan" selanjutnya saat
melawan tim putri RW 14 Sabtu yang akan datang.
Menang Berkat Hujan
Cabang sepak bola yang memasuki akhir-akhir pertandingan
Minggu sore kemarin mempertandingkan tim RW 15 melawan RW
16. Pertandingan berjalan hampir seimbang. Tim RW 16 yang
mengandalkan serangan balik yang dimotori pemain bernomor
punggung 10 (Jamil) di kanan dan 16 (Jek) di kiri mampu
menyarangkan bolanya di gawang lawan. Skor sampai dengan
babak pertama adalah 0-2 untuk kemenangan RW 16.
Sepuluh menit setelah peluit tanda babak pertama
digulirkan hujan deras mulai turun. Lapangan seperti
layaknya sawah yang penuh dengan air. Meskipun demikian,
turunnya hujan memberi semangat tersendiri bagi tim RW 15.
Terbukti mereka mampu menyarangkan 3 gol dalam selang
waktu yang tidak jauh. Gol-gol ini disarangkan saat
serangan balik, tendangan penalti, dan yang lain berasal
dari tendangan penjuru. Akhir kedudukan adalah 3-2 untuk
kemenangan RW 15.
Menang Berkat "Kebangkitannya"
Tim bulutangkis RW 15 patut dijuluki macan yang mulai
bangkit. Beberapa kemenangan yang mereka raih cukup
mengesankan jika dibandingkan dengan prestasinya dua tahun
lalu di ajang yang sama. Seperti juga yang mereka
tunjukkan pada malam Minggu kemarin (7/7) saat tim putera
mereka melawan RW 14. Mereka menang 2-3 atas lawan.
Dua kali kemenangan, pertama atas RW 16 dan kini atas RW
14, dan sekali kalah lawan RW 17 tim ini berpotensi
menduduki tempat 3 besar klasemen.
Meskipun demikian, tim RW 15 ini sempat mendapat
perlawanan sengit di seluruh partai kecuali partai ganda
pertama. Di tunggal pertama yang mempertemukan Bekti (RW
14) dengan Sunarya (RW 15), pertarungan berlangsung alot
saat kedudukan imbang 7-7 di set pertama dan 9-9 di set
kedua. Pertandingan dimenangkan Sunarya dengan
straight-set 12-15 dan 11-15.
Di ganda kedua yang mempertandingkan pasangan Mahmudi/Adi
(RW 14) dengan Kaswanto/Sariaji (RW 15) dimenangkan oleh
RW 15 dengan rubber-set 15-10, 5-15 dan 8-15. Mahmudi/Adi
sempat menyamakan angka 8-8 di set pertama. Selebihnya tim
RW 15 praktis memimpin perolehan angka.
Perlawanan tim RW 14 juga sempat terjadi pada saat
kedudukan 7-10 di mana reli-reli panjang dipertontonkan
kedua pasangan hingga sedikitnya terjadi 4 kali pindah
bola.
Kemenangan tim biru terjadi di partai tunggal kedua dan
ganda ketiga. Almasdi (RW 14) menghadapi perlawanan sengit
dari Mustafa (RW 15). Di set pertama angka imbang 8-8
terjadi sebelum pertandingan ditutup 15-9 oleh Almasdi. Di
set kedua perlawanan lebih sengit lagi. Ketinggalan 11-14
tidak menjadi Almasdi surut semangatnya. Didukung belasan
suporter RT 01/14 yang habis saja arisan malam itu,
Almasdi mampu menyamakan kedudukan 14-14. Pemain jangkung
yang didukung suporter ini menutup set kedua dengan angka
17-14.
Partai ganda ketiga diwarnai semangat "harus menang" dari
pasangan Bekti/Bintoro (RW 14). Pasangan yang sebelumnya
kalah saat melawan RW 13 ini bertekad menang di malam itu.
Apalagi Bekti yang belum menorehkan kemenangan sejak
berlaga di arena Porsenipar ini.
Pasangan RW 14 yang menghadapi Sunarya/Toto (RW 15) tampil
habis-habisan membela tim yang sudah ketinggalan 1-3 itu.
Gebukan-gebukan Bintoro/Bekti di set pertama yang tidak
mampu dimenangkannya menjadikan tenaga mereka terkuras.
Skor di set pertama ini adalah 3-15.
Perlawanan pasangan RW 14 ditahan pada kedudukan 13-13
baik di set kedua maupun ketiga. Meski demikian mereka
mampu mengatasi tekanan lawan dengan kemenangan dengan
angka yang sama untuk kedua set itu, 15-13 .
Di lapangan puteri yang mempertandingkan tim RW 15 dengan
RW 17 dimenangkan oleh tim RW 15 dengan kedudukan 2-1.
Di parta ganda pertandingan sangat seru baik ganda pertama
maupun ganda kedua. Ganda pertama pasangan Bu Budi/Bu
DIdik (RW 15) dan Bu Yayat/Bu Joko bertanding alot.
Pertandingan yang dimenangkan tim RW 15, 7-15, 15-13 dan
17-15 sangat seru apalagi dengan dukungan suporter kedua
tim.
Pertandingan yang menegangkan juga terjadi di ganda kedua.
Pasangan Bu Warto/Bu Reynaldi (RW 15) mampu menundukkan
pasangan Bu Yerry/Bu Elly (RW 17) dengan straight-set,
15-12 dan 15-10. Dari pengamatan, inilah dua pasangan
puteri terkuat sementara saat ini.
Menang Berkat "3G"
Cabang bulutangkis putera pada Minggu malam (8/7)
dimenangkan oleh tim RW 16 atas tim RW 13, 2-3. Tim kuning
RW 16 tampil dengan komposisi "3G" alias "3 Generasi"
pemainnya yang terdiri dari : Wicaksono, mewakili generasi
"sepuh"; Pak Tri Joko (Ketua RW 16), mewakili generasi
aktif; dan Krisna (anak Wicaksono), mewakili generasi
remaja/pemuda.
Komposisi yang cukup mengesankan setidak-tidaknya dalam
suatu kerangka "pembinaan". Krisna, remaja yang baru naik
kelas 3 SMA ini tampil mengesankan sebagai pemula di ajang
Porsenipar. Meskipun kalah, dia tampil sangat maksimal di
bawah arahan sang Bapak dengan bermain rubber-set, 5-15,
15-11 dan 15-11 untuk kemenangan RW 13.
Kemenangan tim RW 16 diperoleh di ganda pertama,
Zulkifli/Ari (RW 16) menang atas Edy/Zaenudin (RW 13);
tunggal pertama Wicaksono menang atas Jek; dan ganda
ketiga Eling/Agus atas Tono/Linus (RW 13).
Partai-partai yang tergolong seru terjadi pada ganda kedua
(Purwoko/Dibyo vs Agung/P.Tri Joko), dan ganda ketiga yang
merupakan partai penentu kemenangan kedua tim.
Bermain habis-habisan di set pertama yang dimenangkannya,
pasangan Eling/Agus (RW 16) menang telak 3-15. Tenaga yang
terkuras dimanfaatkan tim RW 13 (Tono/Linus) untuk menekan
lawan dan berhasil memenangkan set kedua ini, 15-11.
Set ketiga yang merupakan penentuan bagi kedua tim adalah
sisa-sisa tenaga. Perolehan angka merangkak satu persatu
saling kejar hingga pasangan RW 16 mampu memenangkannya
dengan akhir skor 10-15.
Menang Berkat Drop Shot dan Netting
Cabang bulutangkis di Minggu malam (8/7) mempertandingkan
tim RW 14 melawan tim RW 17. Pertandingan yang sempat
diwarnai oleh pengajuan susunan pemain yang "tidak fair"
antara yang tertulis diajukan ke Panitia oleh RW 17 dengan
pemain yang sesungguhnya bermain ini dimenangkan oleh tim
RW 17 dengan skor 3-0.
Di ganda pertama pasangan Bu Tuti/Bu Sri (RW 14) dipaksa
kalah oleh pasangan Bu Yeri/Bu Elly (RW 17), 15-9, 5-15
dan 3-15. Permainan drop-shot dan netting yang ditunjukkan
pasangan RW 17 sangat baik. Bisa dibilang inilah kunci
kemenangan mereka di malam itu.
Partai tunggal yang mempertemukan Bu Sri (RW 14) yang
kelelahan saat main di ganda dengan Bu Puji (RW 17) yang
tidak jadi dipasangkan di ganda pertama berlangsung
singkat dengan kemenangan RW 17, 1-11 dan 4-11.
Ganda kedua bermain pasangan Bu Ina/Bu Erna (RW 14)
melawan Bu Joko/BuYayat sempat seru. Pertandingan
dimenangkan pasangan RW 17 dengan kedudukan 8-15 dan 7-15.
Salam PAS,
Jaerony, warga RW-14
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------