Syahrul Bayan
To:
07/25/2007 08:55 cc: (bcc: Priyarso
Soedoro/JKT/BankPermata/ID)
AM Subject: FW: Tentang alm
Taufik Savalas
----- Forwarded by Syahrul Bayan/JKT/BankPermata/ID on 07/25/2007 08:57
AM
-----
"Agung"
<[EMAIL PROTECTED] To: "Abay"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Adi Strada"
roup.com>
<[EMAIL PROTECTED]>, "Agam Depok"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Bambang"
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Bari" <[EMAIL PROTECTED]>, "Daisy Strada"
07/23/2007 12:54
<[EMAIL PROTECTED]>, "Debby"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Eko Black"
PM
<[EMAIL PROTECTED]>, "Felix \"the cat\""
<[EMAIL PROTECTED]>, "Gunawan"
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Mbow" <[EMAIL PROTECTED]>, "Regar"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Paulus" <[EMAIL PROTECTED]>, "Sidik"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Werly" <[EMAIL PROTECTED]>,
"Wiyono"
<[EMAIL PROTECTED]>
cc: "Carla"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Cicis" <[EMAIL PROTECTED]>, "Dewi
UPN"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Errinto"
<[EMAIL PROTECTED]>,
"Pandoyo"
<[EMAIL PROTECTED]>, "Suri" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: FW: Tentang alm
Taufik Savalas
-----Original Message-----
From: Nuning [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 23 Juli 2007 11:42
To: Papa raihan & tabina; Om Albert; Ratih Strada; Mba andri; Pak aryo;
tante aslina; asti; bagus; Betty; Mba diah; Pak Dradjat; Mba elly; Emil
Ka;
Om Guna; Jeny; Mba nana nini nunu; Nia; Rico; Mba Ririn; 'rizky ex tbi'
;
Lita-nya Kimba; Silvie semarang; Temy Njepara; Theresia; Mba tina; Mba
Yani; Om yoga; Tante iyunk
Subject: FW: Tentang alm Taufik Savalas
From: FS, Anny CWT-JKT [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 23, 2007 11:01 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; fiona; Nuning; Andra CP; Sianturi, Ciptha
CWT-JKT; [EMAIL PROTECTED]; Queen Hydra
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Tentang alm Taufik Savalas
----- Original Message -----
From: Budiman Hakim
Taufik Savalas meninggal. Saya meneteskan airmata. Aneh banget! Saya
bukan tipe orang yang gampang menumpahkan airmata.
Dan yang lebih aneh lagi, saya juga merasa ga deket-deket amat sama
dia.
Cuma saya emang suka banget sama dia. Buat saya Taufik itu orang baik.
Pertama ketemu dengannya tahun 97. Entah darimana, PH nawarin dia
sebagai
talent untuk TVC yang sedang kita garap.
Produknya minyak goreng Tropikal. Begitu ngeliat tampangnya, saya
langsung suka aja sama dia.
Jadi deh dia kita pake sebagai talent. Bayarannya? Cuma Rp 4 juta
waktu
itu hahahahaha...tahun2 belakangan ini tarif lu berapa pik? Pasti gede
banget ya?
Selesai shooting kita ga pernah ketemu lagi. Saya cuma ngeliat dia di
banyak TV. Dia udah jadi selebriti, banyak order, muncul di mana-mana.
Tapi nasib ternyata mempertemukan kita kembali.
Di Pasirputih Kafe Kemang saya ngeliat dia. Cuma sekarang posisi kita
udah berbeda. Dia ada di atas panggung sedangkan saya jadi penontonnya.
Waktu itu kalo ga salah eventnya ulang tahun Pasirputih ke berapa
gitu...ga inget lagi. Jadinya penontonnya membludak. Mau pipis ke
toilet
aja susah karena harus menembus kerumunan orang yang begitu rapat.
Pas acara hampir selesai, saya ngeliat Taufik lagi dikerumunin banyak
orang, saya seneng ngeliat kesuksesannya. Percaya ga? Kalo kita ngeliat
orang berjuang dari bawah terus bisa sampai ke puncak kita pasti
seneng,
kagum dan ikut berbahagia karenanya.
Saya sebenernya pengen nyamperin dia tapi ga jadi. Dia pasti udah lupa
sama saya. Lalu saya beranjak dari kursi bar menuju toilet yang ada di
sebelah kanan.
Sebuah teriakan menghentikan langkah saya;" Bud! Jangan pulang dulu.
Tungguin gue!"
Saya menengok ke arah Taufik. Dari sela-sela kerumunan, dia lagi
melambai-lambai ke arah saya.
Karena kurang yakin, saya nengok ke arah belakang, jangan-jangan dia
lagi
melambai ke orang lain. Tapi di belakang saya ga ada orang. Saya nengok
lagi ke Taufik dia udah sibuk lagi dengan orang yang mengerumuninya.
Daripada bingung sendiri, saya melanjutkan langkah ke arah toilet.
Tiba-tiba Taufik berteriak lagi:
"Budiman! Tunggu, mau kemane lu buru-buru?" Sambil berkata begitu, dia
meninggalkan semua orang di sekitarnya. Lalu menyalami saya dengan
senyum
lebarnya yang khas itu.
"Hebat lu Pik sekarang. Bangga banget gue sama lu." Kata saya. Dia ga
menanggapi ucapan saya. Dia cuma bilang;
"Gue dari atas panggung tadi udah ngeliat elo tapi baru sempet
nyamperin
lu sekarang. Pakabar Bud, gimana kantor?"
Karena kita memang bukan teman, arah pembicaraan cuma basa basi doang
isinya. Abis bingung mau ngomong apa lagi? Ga punya bahan. Lalu kami
ilang
kontak lagi.
Ketemu sama Taufik selalu dalam keadaan begitu. Saya jadi penonton dan
dia jadi orang panggungnya. Tapi yang membuat saya terharu dia selalu
menyapa saya. Kadang dari atas panggung, dia sempet2in tereak pake
mike;
"Selamat dateng buat Budiman Hakim, jangan ngebir kebanyakan ntar
mabok
lu!" Hehehehe Taufik emang orang baik.
Ketemu lagi sama Taufik di pembukaan Kafe baru di jalan Melawai. Kafe
itu
pengelolanya Adee Reena anak Hotline. Karena diundang ya terpaksalah ke
sana. Dan itu pertama kali ketemu Taufik pas dia datang sebagai tamu.
Bukan di panggung (eh sok tau ya gue? Siapa tau dia abis main di lantai
lain. Soalnya tempat ini ada 4 lantai. Ada kafe, resto, disko dan
apalagi
gitu).
Di sini saya punya kesempatan ngomong agak panjang dengannya. Yang
aneh
dia ngomong gini;" Bud. Kebetulan gue ketemu elo. Gue mau kasih kartu
nama
gue yang baru." Sambil menyodorkan kartu nama.
Saya heran bukan main ngeliat kartu namanya. Belom sempet nanya, dia
udah
ngejawab.
Taufik ;" Iya Bud. Gue sekarang jadi pemandi jenazah. Kalo ada
keluarga
elo atau temen-temen lu yang meninggal, panggil gue aja. Biar gue yang
memandikan jenazahnya."
"Lu punya berapa pemandi jenazah?" Tanya saya.
"Cuma gue." Katanya manteb.
"Berapa biaya per jenazah?" Saya tanya lagi.
"Hahahaha Budiman mangkin gila! Ngomong lu kayak kita lagi bisnis
jenazah
aja." Jawabnya tertawa terbahak-bahak mengguncang-guncangkan perutnya
yang
membusung.
"Eh gue serius. Sekali mandiin jenazah berapa?"
"Gratis!" Sahut dia.
"Gratis? Sinting lu. Masa bisnis begitu?"
"Ini bukan bisnis. Tapi tabungan gue ke yang di atas. Kita ga bole
mikirin
dunia melulu. Takutnya pas dipanggil Tuhan tabungan kite belom cukup.
Makanya jasa gue ini gratis."
Tiba-tiba bir yang saya minum rasanya jadi ga enak. Pait! Bau-bau
ampas
neraka kayaknya. Saya taro bir di meja bar. Beberapa kali Bar Tender
tanya
saya, mau minum apalagi, saya menolak. Saya ga mau minum lagi. Udah
kebanyakan.
Taufik umurnya hampir sama dengan saya. Tapi dia udah mikir jauh
banget
ke depan. Dia yang selalu keliatan konyol kok bisa-bisanya punya
pikiran
begitu? Sedangkan saya? Udah berapa taon saya tersesat di kegelapan
malam
kayak gini?
Tadi malam Taufik Savalas meninggal. Entah siapa yang memandikan
jenazahnya. Dan saya meneteskan airmata. Saya memang bukan orang yang
gampang menumpahkan airmata tapi saya rela meneteskan airmata lebih
banyak
lagi. Karena saya tau, Taufik itu orang baik.
The contents of this e-mail and attachments are confidential and subject
to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are
strictly prohibited and may be unlawful to use, copy, store, distribute,
disclose or communicate any part of it to others and you are obliged to
return it immediately to sender or notify us and delete the e-mail and
any attachments from your system. PT BANK PERMATA TBK and subsidiaries
do not accept liability for loss or damage resulting from computer
viruses. The integrity of e-mail across the internet cannot be
guaranteed and PT BANK PERMATA TBK will not accept liability for any
claims arising as a result of the use of this medium for transmissions
by or to PT BANK PERMATA TBK.
____________________________________________________________________________________
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's
Comedy with an Edge to see what's on, when.
http://tv.yahoo.com/collections/222