Sangat prihatin, degradasi mental yang semakin parah.

Semoga kita terlindung dari hal--hal seperti ini. Amin.

--
Achmad Y. Sjarifuddin

Begin forwarded message:

From: kuncaraning sari <[EMAIL PROTECTED]>
Date: August 21, 2007 10:08:45 PM GMT+07:00
To: FPK <[EMAIL PROTECTED]>, Mediacare <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [mediacare] [SHARE] Mobilku ditabrak, Aku dan adikku dianiaya oleh pengemudi B 2708 CF
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]

Rekans,


Lagi-lagi terjadi tindak kekerasan dan main hakim
sendiri. Apa jika sudah jadi pejabat, penguasa atau
aparat bisa seenaknya sendiri melakukannya kepada
rakyat kecil?? Mereka spt yang sudah punya negara
NKRI. Artikel ini aku dapat dari millis sebelah...

Salam prihatin

Sari


Berhati-hatilah bila melihat mobil Ford Everest biru,
dengan nomer
polisi B 2708 CF. Ciri lainnya terdapat plakat DPR-MPR
RI didekat
nomor polisi bagian depannya. Pengemudinya berkulit
hitam, berbadan
tegap, berusia sekitar 30an , berambut cepak agak
plontos.

Adapun kronologis kejadian menurut adikku yang korban
dan saksi
setempat ,
Pada tanggal 18-08-07, sekitar jam 10.45 terjadi
serempetan antara
mobil Ford dan mobil Avanza yang dikendarai oleh adik
saya di kompleks
perumahan Taman Permata, Karawaci.
Akibat dari kejadian itu, bemper kanan belakang
(tepatnya diatas roda
belakang sebelah kanan) mobilku copot.

Setelah tabrakan itu, pengemudi mobil ford biru itu
turun dari mobil,
langsung lari menghampiri mobil adik saya yang saat
itu baru
memberhentikan mobilnya.
Pengemudi mobil ford itu langsung turun melayangkan
tinjunya
berkali-kali ke arah wajah adik saya. Setelah itu, dia
langsung
membuka pintu mobilku, mencabut kunci yang masih
melekat pada
kontaknya, mengambil dompet adik saya yang tergeletak
di kursi
penumpang sebelah kanan, dan pergi meninggalkan adik
saya yang masih
belumuran darah dan mobilnya di TKP begitu saja.

Dengan dibantu oleh tukang ojek dan satpam, adik saya
diantar pulang
kerumah. Pada saat itu saya yang sedang berada dirumah
sendirian
sangat panik melihat keadaannya yang babak belur dan
berlumuran darah
diseluruh mukanya.
Saat itu, saya ingin segera mengantarkan adik saya ke
rumah sakit
untuk segera mendapatkan pertolongan pertama, saya
baru teringat akan
kunci mobil dan stnk yang masih ditahan oleh `jagoan
bermobil biru itu'.

Indetitas `jagoan' itu yang akhirnya diketahui bernama
Ilham dari
petugas keamanan setempat, sehigga saya, dengan
diantar oleh 2 orang
satpam itu ke rumahnya utk mengambil kembali kunci
mobil guna
mengantarkan adik saya ke rumah sakit untuk segera
mendapatkan
pertolongan.

Apa yang terjadi kemudian, benar sangatlah diluar
dugaan, Jagoan
tersebut sudah menunggu kami didepan rumahnya dengan
berkacak pinggang.

Saat itu, saya yang masih kebingungan segera
menanyakan kunci mobil
dan dompet yang berisikan STNK, itu akan tetapi
langsung dibentak oleh
JAGOAN itu, supaya saya jangan menanyakan kunci dan
STNK mobil itu,
atau saya juga akan dipukul seperti adik saya.

Sebagai seorang wanita, saya tetap bersikeras untuk
meminta kembali
kunci mobilnya, guna mengantarkan adik saya untuk
mendapatkan
pertolongan segera, karna darah semakin banyak
mengucur dari luka adik
saya.
Bukan kunci mobil yang saya terima, akan tetapi
tamparan dan tinju
berkali-kali diarahkan JAGOAN itu ke muka saya, untung
saja, ada 2
orang petugas satpam yang sangat sigap melindungi saya
dari serangan
brutal JAGOAN itu, sehingga hanya mata kanan saya yang
memar dan
pendarahan pada bola mata saya.
Tidak puas karna saya berhasil diselamatkan oleh
petugas satpam
tersebut, JAGOAN tersebut mengancam akan MENGHABISI
saya dan adik
saya. ` Awas kamu, Saya TEMBAK kamu, saya matikan kamu
berdua'.

Melihat keadaan yang sangat tidak menguntungkan buat
saya dan adik
saya, petugas satpam tersebut segera mengungsikan kami
kakak beradik
berdua. Kunci mobilku masih enggan dikembalikan, akan
tetapi setelah
berulangkali petugas keamanan menasehati bahwa dia
tidak punya hak
menahan kunci mobil, dompet berserta STNK kami, baru
dia
mengembalikannya kepada pak satpam. Saat ini, kasus
ini sudah saya
laporkan ke kantor polisi setempat, untuk pengusutan
selanjutnya,
dengan nomor laporan polisi 683/K/VIII/2007/
SEK.CURUG.

Setau saya pernah dilakukan pemeriksaan dan penertiban
terhadap mobil
berplakat indetitas DPR MPR RI, bagaimana dengan
JAGOAN ini???)

Apakah memang benar dia adalah anggota DPR MPR RI
dengan plakat
identitas yang melekat di mobilnya????
Apakah benar seseorang dapat seenaknya saja memukul
orang????
Benarkah seorang pria dewasa menganiaya seorang wanita
yang sedang
panik melihat darahnya mengucur semikian deras dari
luka adiknya???
Bisakah seenaknya seseorang menghabisi nyawa orang
lain???
Apakah fungsi senjata itu??? Jikalau memang dia
punya?? Apakah benar
kegunaannya untuk mengancam dan menembak orang
lain????

Masih adakah jaminan keselamatan dan perlindungan
hukum di Negara
Indonesia ini, disisi lain kita punya kewajiban untuk
membayar pajak
ke Negara???

Tolong disebarluaskan email ini, supaya cukup kami
saja yang mengalami
hal seperti ini, jangan ada lagi kasus kedua dan
ketiga yang mengalami
nasib seperti kami. Kami mohon doa dan dukungan dari
teman-teman
sekalian, semoga keadilan dapat benar-benar ditegakan
di bumi
Indonesia ini, sehingga tidak ada yang namanya main
hakim sendiri.

Kejadian ini ada benar adanya…,rekan- rekan sekalian
dapat mengeceknya
langsung ke kantor polsek curug dengan nomor laporan
yang sudah saya
sebutkan didepan, atau dapat menghubungi email saya
[EMAIL PROTECTED] com

Terima kasih,

[EMAIL PROTECTED] com


--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke