Hermawan kosmojaya wrote:
> apakah ngak lebih baik untuk tidak top posting agar milis ini bisa jadi
> contoh untuk milis milis yang lain..
>
> ini sekedar ide aja sich..
> dulu waktu saya ikut beberapa milis..kalau top posting mesti di "jewer"
> ama moderator milis tersebut..
>
> sekedar ide aja.sich..
> bagaimana bapak bapak semua..
Terima kasih pak Hermawan,
Sebenarnya bukan ide lagi, tapi soal top-posting ini sudah
dituangkan menjadi peraturan milis ini sebenarnya, hanya
saja karena saya lihat masih banyak yang belum terlalu
mengerti, jadi "jewer" nya masih terlalu pelan hehehe..
Isi peraturannya:
11. Reply; Dilarang melakukan top posting, yaitu me-reply
suatu posting dengan e-mail sebelumnya dikutip di bagian
bawah, tapi jawaban kita ada di bagian atas.
OK, sebaiknya kita harus menjadi lebih baik lah ya, jadi mulai
sekarang sebaiknya kita mulai belajar, bagaimana menggunakan
email dengan baik, menghormati orang lain, dan belajar
memahami netiket dalam dunia internet.
Khusus untuk top posting ini, bagi yang masih belum 'ngeh'
dan mengerti, maksudnya adalah: jika kita me-reply suatu email
maka sebaiknya jawaban kita ada dibagian bawah, bukan di
bagian yang paling atas, dan sebaiknya, kita cukup quote
atau istilah lainnya, kutip bagian yang mau kita komentari saja
dan selebihnya (sisa emailnya) kita hapus. Karena ini juga akan
menghemat bandwidth dan menghargai orang lain yang tidak
menggunakan fasilitas kantor, tapi menggunakan dialup dan
bayar dengan uang pribadi.
Untuk sementara itu dulu, kita coba mulai belajar terapkan ya,
dan jika ada yang masih belum jelas bisa tanya lagi. Informasi
lebih jauh mengenai top posting bisa dibaca di website:
http://en.wikipedia.org/wiki/Top_posting
https://rahard.wordpress.com/2006/06/12/cara-mengutip-di-dalam-email/
Cara mengutip di dalam email
Posted on 12 June 2006 by Budi Rahardjo
Terus terang saya paling kesal dengan orang yang menuliskan email
dengan kutipan (quote) yang tidak dipotong seperlunya saja. Ada orang
yang mengutip keseluruhan email yang dibalasnya dan kutipan ini
diletakkan di bagian bawahnya. Jadi tulisan di atas, keseluruhan
kutipan di bagian bawah email. Istilah yang sering dipakai adalah "top
posting." Email dan kutipannya ini kemudian dibalas dengan menyertakan
seluruh email tersebut (tentu saja beserta kutipannya tadi). Kemudian
email ini dibalas dan disertakan sebagai kutipan lagi. Dal ini
dilakukan beberapa kali sehingga email menjadi panjang dan besar
ukurannya.
Ada juga yang mengutip keseluruhan tapi sudah diletakkan di bagian
atas. Bagi saya hal ini sama saja, yaitu memboroskan penggunaan jaringan.
Jaman dahulu bandwidth jaringan komputer sangat terbatas sehingga
orang sangat berhati-hati (irit) dalam menulis. Saat ini orang
sembarangan menyertakan attachment yang ukurannya besar karena dia
tidak merasakan beban dari pengiriman emailnya itu. Umumnya mereka
menggunakan layanan email dari kantor atau sekolahan. Jika mereka
menggunakan email sendiri dari rumah, apalagi jika menggunakan
dial-up, pasti mereka akan merasakan beratnya email-email raksasa itu.
Maklum, mereka harus membayar pulsa dan akses Internetnya.
Program pembaca email saat ini juga sudah canggih sehingga bisa
menghilangkan (hide) kutipan dari tampilan sehingga pengguna tidak
merasa terganggu dengan adanya kutipan dari kutipan (dari kutipan,
dari kutipan, …). Pembaca email jaman dahulu masih harus menampilkan
kutipan sehingga akan merasa terganggu apabila kutipan jauh lebih
panjang dari jawabannya.
Jaman dahulu ada tata cara untuk mengutip email, yaitu dengan menandai
bagian yang dikutip dengan menggunakan tanda lebih besar (>).
Contohnya seperti ini.
> Ini kutipan dari email lama.
Ini jawaban atas kutipan tersebut.
Perhatikan ada tanda di depan kutipan.
Kutipan juga hanya secukupnya saja.
Sekarang orang mengutip dengan seenaknya sehingga membingungkan mana
bagian yang dikutip dan mana jawabannya. Kadangkala ada orang yang
menggunakan warna untuk membedakan bagian yang dikutip dan jawabannya.
Repotnya adalah saya sering menggunakan pembaca email yang berbasis
teks biasa (saya menggunakan program mutt di sistem operasi Linux)
sehingga tidak terlihat perbedaan warna tersebut. Repot.
Mungkin saya termasuk pengguna email yang kuno sehingga masih
terganggu dengan orang yang tidak tahu cara mengutip dalam email.
--
Salam
A. Yahya Sjarifuddin.
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------