Introspeksi untuk melawan persaingan.... Saya jadi teringat ketika masih belajar di kota kembang, antara tahun 1988-1990 pernah mengantar pejabat Pemda untuk mengikuti suatu acara di Bandung tepatnya di Lembang; atas sponsor PBB. Inti kegiatannya, ini juga menurut cerita si pejabat : PBB memberikan bantuan kepada negara2 berkembang merekonstruksi semua jenis permainan/kesenian tradisional supaya hidup lag, menjadi bagian yang tidak pernah lepas dari keceriaan anak-anak dan budaya bangsa. Pertanyaan kita; kok PBB peduli sih, wong kita aja gak kepikiran...pembenarannya adalah masih banyak sekali yang harus diurus oleh bangsa ini, bla bla bla...
Masa berlalu dan kita ikut terlarut dalam kemewahan permainan import. Gak pernah kita memantau berapa persen sih anak2 Indonesia yang pernah tau jenis permainan anak2 atau yang masih aktif memainkannya?????? Dan kita menjadi terkaget-kaget, kita marah, kita tersinggung ketika malaysia menjadikan lagu rasa sayange, permainan congklak/barong/reog, sebagai bagian dari program nasional promosi menarik wisatawan. Saya pribadi berpendapat, ternyata malaysia berhasil memanfaatkan bantuan yang diberikan PBB tersebut diatas, termasuk keberhasilannya merekonstruksi dan meredisainnya dalam budaya malaysia..lagu daerah/permainan daerah bangsa kita yang mungkin tanpa sengaja telah kita lupakan, telah kita buang ke dalam tong sampah seni budaya.......nach mungkin ini yang diambil malaysia..he he he. Tidak ada yang berhak melarang kita marah, protes, tersinggung...tapi mungkin akan lebih berarti lagi jikalau kita introspeksi atas peran kita dalam memajukan budaya bangsa. "Sebuah kisah menarik ketika salah satu keponakan saya bercerita dengan semangat bahwa dia akan ikut dalam pagelaran sendratari di sekolahnya....ketika saya tanya apa perannya. Dengan bangganya dia bercerita bahwa dia dan beberapa temannya mendapat tugas bertepuk tangan....... Seni budaya memang perlu pelakuutama, pemeran pembantu, pemerhati, penonton yang bertepuk tangan, pengamat, dll. Kalau salah satu bagian tersebut hilang maka seni budaya itupun dengan sendirinya akan mati..hilang...sirna tanpa kita sadari..." Di beberapa daerah kita; seni budaya berkembang mendukung industri pariwisata...dan mungkin seni budaya itu sendiri bisa berkembang menjadi sebuah industri..:) Salam [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ---- From: k yoen <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Acok <[EMAIL PROTECTED]>; Agus <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Noor <[EMAIL PROTECTED]>; Agus Sahri <[EMAIL PROTECTED]>; Bugi Budiarto <[EMAIL PROTECTED]>; Edu <[EMAIL PROTECTED]>; Mahir <[EMAIL PROTECTED]>; Nani <[EMAIL PROTECTED]>; Sri Adisiswanti <[EMAIL PROTECTED]>; sri budiarty <[EMAIL PROTECTED]>; Yanti <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 30, 2007 4:59:55 PM Subject: [porsenipar] Fw: ::EnamSatuJakarta:: Fw: [news] Fw: [siawares] malaysia or indonesia ----- Forwarded Message ---- From: Dhie2t <[EMAIL PROTECTED]> To: Ali Aldjoeffry <[EMAIL PROTECTED]>; Amir <[EMAIL PROTECTED]>; Andre <[EMAIL PROTECTED]>; Angeline Vandani <[EMAIL PROTECTED]>; Anggia <[EMAIL PROTECTED]>; Anggra <[EMAIL PROTECTED]>; Annisa <[EMAIL PROTECTED]>; Anton <[EMAIL PROTECTED]>; Bambang <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Boim <[EMAIL PROTECTED]>; Boy <[EMAIL PROTECTED]>; Chrisdina <[EMAIL PROTECTED]>; Danty <[EMAIL PROTECTED]>; Dedi <[EMAIL PROTECTED]>; Dessy <[EMAIL PROTECTED]>; Dian Triwahyuni <[EMAIL PROTECTED]>; Dian Triwahyuni <[EMAIL PROTECTED]>; Djohan Setiawan <[EMAIL PROTECTED]>; Ferri <[EMAIL PROTECTED]>; Fidya <[EMAIL PROTECTED]>; Ganes <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; Hilma <[EMAIL PROTECTED]>; I You <[EMAIL PROTECTED]>; Iba <[EMAIL PROTECTED]>; Ica <[EMAIL PROTECTED]>; Indro <[EMAIL PROTECTED]>; Irfan Dedi <[EMAIL PROTECTED]>; Iski <[EMAIL PROTECTED]>; Iwan <[EMAIL PROTECTED]>; Janette <[EMAIL PROTECTED]>; Jimmy <[EMAIL PROTECTED]>; Juliana <[EMAIL PROTECTED]>; Lienda <[EMAIL PROTECTED]>; Lilies <[EMAIL PROTECTED]>; Margaretha <[EMAIL PROTECTED]>; Maya <[EMAIL PROTECTED]>; Melly <[EMAIL PROTECTED]>; Napolisa <[EMAIL PROTECTED]>; Niena <[EMAIL PROTECTED]>; Regie <[EMAIL PROTECTED]>; Riko <[EMAIL PROTECTED]>; Rinny <[EMAIL PROTECTED]>; Ririn <[EMAIL PROTECTED]>; Rismi Juliadi <[EMAIL PROTECTED]>; Rizal <[EMAIL PROTECTED]>; Suci <[EMAIL PROTECTED]>; Sylvia Agustina <[EMAIL PROTECTED]>; Warni <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, October 30, 2007 3:46:50 PM Subject: ::EnamSatuJakarta:: Fw: [news] Fw: [siawares] malaysia or indonesia ----- Forwarded Message ---- From: rieka riananda <[EMAIL PROTECTED] com> To: news-transtv@ yahoogroups. com Sent: Monday, October 29, 2007 5:23:43 PM Subject: [news] Fw: [siawares] malaysia or indonesia tambah ngaco nech malaysia ... Diambil dari website kementrian budaya dan seni Malaysia :http://www. heritage. gov.my/ Congkak (Congklak?) Merupakan jenis permainan Anjung. Tujuan permainan ialah untuk mengumpul dan giliran menapak akhir. Bilangan pemain ialah seorang sepasukan. Alatan yang digunakan di dalam permainan ini ialah Papan congkak dan cakak. Gelanggangnya adalah sebuah papan congkak yang mengandungi sekampong 5, 7, 8 atau 9. Rumah Anak serta 1 Rumah Ibu. Tiap Rumah Anak diisi cakak. Barongan (Reog?) Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor. Muzik Gamelan Gamelan diperkenalkan ke Pahang ketika pemerintahan Sultan Ahmad Muadzam Shah. Tengku Ampuan iaitu Wan Fatimah telah meningkatkan muzik gamelan dan diikui oleh isteri kedua Sultan iaitu Che Bedah. Puteri mereka iaitu Tengku Meriam telah berkahwin dengan Sultan Sulaiman dan telah membawa gamelan ke Terengganu. Muzik ini dimainkan dalam majlis formal dan tidak formal di istana dan untuk mengiringi joget Pahang. Pemuzik gamelan terdiri daripada lelaki seramai sembilan orang dan penarinya adalah wanita seramai enam orang. Alatan muzik yang digunakan ialah Gong Agong, Gong Sawokan, Gendang Ibu, Gendang Anak, Saron Pekin, Saron Baron I dan Saron Baron II, Gambang serta Kenong. and more at their website.. Forward sebanyak mungkin untuk memberikan informasi bahwa budaya kita telah diklaim oleh negara lain.. __._,_.___ Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Links | Members ::enamsatujakarta:: milis alumni SMA 61 Jakarta dukung dan ikut serta dalam kegiatan ALENSA -ikatan alumni enam satu- keterangan lebih lanjut kunjungi : http://www.alumni61.com Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity 2New Members Visit Your Group Yahoo! Finance It's Now Personal Guides, news, advice & more. Best of Y! Groups Check it out and nominate your group to be featured. Yahoo! Groups Women of Curves Discuss food, fitness and weight loss.. __,_._,___ __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
