Rabu, 07/11/2007 13:56 WIB
PlayStation Disita Ibu, Anak Sewa Pembunuh Bayaran
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Maryland, AS - Zaman mungkin benar-benar sudah edan. Bagaimana
tidak, seorang remaja, Cory (16) sampai berencana menghabisi
nyawa ibunya sendiri karena menyita PlayStation miliknya.
Kisah ini bermula ketika Ny. Troiano, ibunda Cory, melihat bahwa
prestasi Cory di sekolah semakin buruk. Menganggap PlayStation
sebagai salah satu penyebabnya, maka dia memutuskan untuk menyita
konsol tersebut.
Hal tersebut membuat Cory geram dan tak terima diperlakukan
demikian. Ia justru kabur dari rumah dan mengancam akan memberi
pelajaran pada ibunya.
Ancaman remaja kalap itu memang bukan isapan jempol belaka. Suatu
hari Cory diperkenalkan dengan seorang polisi rahasia yang
menyamar menjadi pembunuh bayaran. Cory menawarkan truk pick up
milik ayahnya sebagai bayaran atas tugas menghabisi ibunya.
"Hanya butuh dua peluru saja," ujarnya pada si pembunuh bayaran.
Syukurnya hal tersebut tidak pernah kesampaian karena Cory sudah
lebih dulu ditahan sang polisi yang menyamar tersebut.
Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Rabu (7/11/2007), Cory
mengaku kepada polisi bahwa dia merasa tertekan karena diusir
dari rumah oleh ibunya. Karena frustasi, dia memutuskan untuk
menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa ibunya.
Korban Broken Home ?
Jika dirunut ke belakang, ini bukan kali pertama Cory membuat
ulah. Tumbuh di keluarga broken home rupanya mempengaruhi
perkembangan kejiwaannya. Setelah berpisah dari ayahnya, sang ibu
menikah lagi saat Cory berumur 1 tahun. Selain itu masalah
keuangan juga melilit perekonomian keluarga mereka.
Berbagai kenakalan pun kerap dilakukan. Antara lain membunyikan
alarm kebakaran lalu mengacau di sebuah pasar malam, mencuri uang
tabungan kakaknya setelah bertengkar hebat dengan ibunya, bahkan
karena kenakalannya dia dikeluarkan dari sekolah.
Akibat perbuatannya, Cory harus melewatkan hari-harinya di
penjara anak-anak hingga usianya genap 21 tahun.
Meski anaknya telah berlaku durhaka padanya, ibunda Cory tetap
mengkhawatirkan anaknya jika harus menjalani program turun ke
jalan. Merasa menyesal, Cory pun telah mengirimkan surat yang
menyatakan bahwa dia sangat mencintai ibunya dengan segenap hati.
( amz / amz )
-- A. Yahya Sjarifuddin
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------