-----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, November 16, 2007 10:24 AM Subject: "KENYATAAN HIDUP DI BALIK PERMAINAN INI"
----- Forwarded by Priyarso Soedoro/JKT/BankPermata/ID on 11/16/2007
10:23
AM -----
Diky Arianto
To:
11/16/2007 10:04 cc: (bcc: Priyarso
Soedoro/JKT/BankPermata/ID)
AM Subject: "KENYATAAN
HIDUP DI BALIK PERMAINAN INI"
----- Forwarded by Diky Arianto/JKT/BankPermata/ID on 11/16/2007 10:02
AM
-----
Nursita Aprilia
To:
11/16/2007 08:42 cc: (bcc: Diky
Arianto/JKT/BankPermata/ID)
AM Subject: "KENYATAAN
HIDUP DI BALIK PERMAINAN INI"
(Embedded
image moved (Embedded image moved to file: pic26799.pcx)
to file:
pic06692.pcx)
sekedar mengingatkan kembali ......
pengulangan yang tidak pernah basi...
KENYATAAN HIDUP DI BALIK PERMAINAN INI.
Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya
ada
kapur, di tangan kanannya ada pensil. Ibu guru itu berkata, "Saya ada
satu
permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan
kanan
ada pensil. Jika saya angkat kapur ini, maka berkatalah "Kapur!", jika
saya
angkat pensil ini, maka berkatalah "Pensil!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian
mengangkat
antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa
saat
kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya
angkat
kapur, maka sebutlah "Pensil!", jika saya angkat pensil, maka
katakanlah
"Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi
keliru
dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun,
mereka
sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan
berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita
umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita
begitu
jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada
kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq
menjadi
bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita
menerima
hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara
menarik
oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu.
Dan
anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti
membalik dan menukar nilai dan waktu.
"Hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah
biasa,
materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya
sudah
terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya
tanpa
rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada
murid-muridnya. "Paham guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ini ada Qur'an, saya akan meletakkannya di tengah karpet. Sekarang
anda
berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil
Qur'an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?"
Murid-muridnya berpikir.
Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil
Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. "Murid-murid,
begitulah
ummat Islam dan musuh-musuhnya. ..Musuh-musuh Islam tidak akan
menginjak-nginjak anda dengan terang-terang. ..Kerana tentu anda akan
menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam
dihina
dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari
pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuatlah pondasi
yang
kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn
pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan
dulu,
kursi dipindahkan dulu, Lemari dikeluarkan dulu satu persatu, baru
rumah
dirobohkankan. .."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghantam
terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Mulai
dari
perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun
anda
muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara
yang
mereka... Dan itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah fenomena
Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh
musuh-musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak, bu?" tanya
murid- murid.
"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang
Salib,
Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah
Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar,
akhirnya
hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan
bangkit
serentak, baru mereka akan sadar".
The contents of this e-mail and attachments are confidential and
subject
to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are
strictly prohibited and may be unlawful to use, copy, store,
distribute,
disclose or communicate any part of it to others and you are obliged to
return it immediately to sender or notify us and delete the e-mail and
any attachments from your system. PT BANK PERMATA TBK and subsidiaries
do not accept liability for loss or damage resulting from computer
viruses. The integrity of e-mail across the internet cannot be
guaranteed and PT BANK PERMATA TBK will not accept liability for any
claims arising as a result of the use of this medium for transmissions
by or to PT BANK PERMATA TBK
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
pic06692.pcx
Description: pic06692.pcx
pic26799.pcx
Description: pic26799.pcx
-------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
