Ass.Wr.Wb.
----- 
Bapak2,
Buat sekedar bacaan lumayanlah, syukur jg kalo muatannya ada yang mengena 
dihati untuk direnungkan...
dan semoga bermanfaat untuk semua.

Wassalam,

Suwandi DE02

----------------------------------------------------------------
 
Curahan Hati Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut
kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu
pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan 
anda.
Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah 
karena
kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung 
tangan,
masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan 
ini tdk
anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi 
ujung
jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur 
kanan yang
berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya 
mencari
alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV 
ataupun SUV
bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang 
knalpot
anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di 
PHK,
hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian 
dari
anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal 
dipotong uang
transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati 
resepsionis nan cantik yang
menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot 
dan 'bau
matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami
semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus
sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super 
murah
kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang 
parkir.
Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. 
Tentu
berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya 
aja beda J.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang 
telah oleh
pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah 
dibangun, di
atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari 
tempat
tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat 
sampai
tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat 
kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi 
kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu 
mereka
yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-
putri
anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat 
kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari 
motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang 
kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau 
hujan
gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka 
wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. 
Aaaah
enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda 
tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari 
dengan
motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, 
kalo
kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol 
semata.
Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu 
rokoknya
lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami 
harus
'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok, Sebab selama naik motor, mata kami 
harus
dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara 
refleks
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi 
setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara 
ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena 
kami gak
punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan 
kepala
kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami 
tampak kotor
terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup 
lagu
kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat 
kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo 
cuma
10-20 detik. Jadi malu...

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki 
motor
roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau 
persis, itu
hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol 
menjadi
padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. 
Padahal
mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat
melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
What an ironic...

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana 
banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau 
persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan 
motor
bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik 
dan
turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang 
bagi
mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing 
aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di 
atas.
Tuhan Maha Adil kan?



The information transmitted is intended only for the person or the entity to 
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material. 
If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail 
and delete this message including any of its attachments from your system. Any 
use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is 
strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The 
views expressed herein do not necessarily represent those of PT Astra 
International Tbk and should not be construed as the views, offers or 
acceptances of PT Astra International Tbk.

Kirim email ke