Wah, itu namanya sudah candu berat Pak.

Memang Ponsel diperlukan supaya mudah di hubungi, dan kalau bisa pulsa 
dibatasi, seperti anak saya juga sudah merengek-rengek minta ponsel karena 
teman-2 nya di SD kelas 4 sudah pakai ponsel (HP), wah....!!!

Memang akhirnya di berikan oleh ibu nya tapi dibawa dan di hidupkan saat dia 
sudah sampai di tempat kursus musik, kebetulan jam 13.30 dia kursus di 
Purwacaraka, dan supaya ibu nya tenang dan mudah di hubungi maka anak saya bawa 
ponsel, lucunya sekarang ini anak saya protes karena ponselnya tidak bisa 
musik, photo dll, dan minta di ganti dengan yang canggih. Nah, kalau sudah gini 
kan kena batunya kali ya...

Tapi untungnya sih, anak masih bisa ngerti bahwa ponsel itu bukan untuk gaya 
atau gengsi, tapi supaya mempermudah komunikasi saja. Ya, mudah-mudahan saja 
dia benar.

Jadi pengaruh pergaulan, teman atau lingkungan sekolah sangat-2 terasa bagi si 
anak ditambah film-2 di sinetron, jadi saya setuju banget tuh kalau ada 
kegiatan karang taruna.

Salam,
Tobing - DP - 02
 


  ----- Original Message ----- 
  From: jaerony 
  To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, November 26, 2007 1:59 PM
  Subject: [porsenipar] Wahai Pecandu Ponsel, Insyaflah Kalian ...


  
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/26/time/094947/idnews/857374/idkanal/398

  Senin, 26 November 2007


  WAHAI PECANDU PONSEL, INSYAFLAH KALIAN ..

  Korea Selatan - Ponsel kini tak hanya menjadi alat komunikasi belaka, tapi 
juga tren dan kebutuhan primer bagi penggunanya. Di Korea Selatan, banyak 
remaja yang mengalami kecanduan ponsel. Disinyalir para remaja ini merasa 
menderita jika harus hidup tanpa ponsel.

  Sebuah kampanye digelar untuk membantu menyembuhkan kecanduan ponsel ini. 
Kampanye ini diselenggarakan oleh kelompok School Beautiful Movement bekerja 
sama dengan Korea Agency for Digital Opportunity and Promotio (KADO) dan SK 
Telecom. Siswa-siswi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah umum akan 
diajak berdiskusi tentang penggunaan ponsel, dan reaksinya jika tidak memakai 
ponsel.

  Seperti dikutip detikINET dari Koreatimes, Senin (26/11/2007), survei KADO 
terhadap remaja di Korea Selatan berusia 14-19 pada tahun 2005 menunjukkan, 90 
persen remaja memiliki ponsel, 38,2 persen berkirim lebih dari 1.000 pesan 
singkat (SMS) dalam sebulan, dan 43,7 persen mengaku asyik ber-sms selama 
pelajaran.

  Terkait kecanduan ini , pihak sekolah telah menyediakan laci untuk menyimpan 
ponsel para siswa selama pelajaran berlangsung. Namun, ada saja siswa yang 
bandel. Park Eun-young misalnya. Selama pelajaran berlangsung, gadis ini malah 
asyik sms-an, akibatnya ponselnya disita selama seminggu. Park rupanya sangat 
menderita jika tidak membawa ponsel, selalu gugup, gelisah, dan tidak tahu 
harus melakukan apa. Dia selalu menagih ponselnya yang disita, memohon-mohon 
bahkan menangis, hingga akhirnya pun ponselnya dikembalikan. ( dwn / dwn )




  ****************

Kirim email ke