Betul Pak, memang saya rasakan juga hal tersebut, sepertinya mempunyai rasa
Percaya Diri yang kuat merupakan hal positip yang sangat baik walaupun kadang
sering terlontar kata-kata secara sepontan tanpa dipikir sebelumnya.
Contoh:
Mempunyai keyakinan dan memberikan keyakinan bahwa sesuatu akan diraih atau
dicapai, dan memang hal tersebut tercapai walaupun waktunya agak lama
dibandingkan dengan yang lain.
Salam,
Tobing, DP - 2
----- Original Message -----
From: jaerony
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, December 05, 2007 3:08 PM
Subject: [porsenipar] Manfaatkan Kekuatan Kata-kata
Sinar Harapan, 27 November 2007
Manajemen Diri
MANFAATKAN KEKUATAN KATA-KATA
Oleh : Prof. Dr. Roy Sembel / Sandra Sembel
Kata-kata ada di mana-mana dan kitapun menggunakannya setiap saat. Ketika
kita menulis, kita menggunakan kata-kata. Ketika kita berbicara kita
menggunakan kata-kata. Ketika kita membaca, kita juga menggunakan kata-kata.
Ketika kita berpikirpun, kita senantiasa menggunakan kata-kata.
Michael J. Losier dalam bukunya Law or Attraction mengatakan bahwa kata-kata
kita mempunyai kekuatan yang dahsyat untuk mewujudkan getaran yang
dipancarkannya. Jadi, mengapa kita harus menggunakan kata-kata yang tidak kita
inginkan? Gunakan saja kata-kata yang mengungkapkan hal-hal yang menjadi
harapan kita agar hal-hal tersebut bisa terwujud. Bagaimana caranya? Simak yang
berikut.
Hentikan yang Negatif
Jangan terlambat.
Jangan mengambil rute itu.
Jangan panik.
Jangan ragu-ragu menghubungi saya.
Dilarang parkir di sini.
Dilarang merokok.
Dilarang buang sampah sembarangan.
Sepertinya kalimat-kalimat ini baik-baik saja. Sepertinya semuanya
menunjukkan perhatian kita akan hal-hal positif.
Tetapi, ternyata kata-kata ini bisa mewujudkan hal-hal yang sebaliknya.
Ketika kita berkata "Jangan terlambat", sebenarnya kita memancarkan "energi"
kekhawatiran akan keterlambatan tersebut.
Energi yang terpancar inilah yang akan membuat apa yang kita khawatirkan
terwujud. Sebagai contoh, perhatikan pengalaman mantan bos pebulis : Ibu Emmy
senantiasa menggunakan taksi untuk pergi ke kantor. Untuk itu, ia selalu
memesan taksi pada pembantunya (ketika jasa pesan taksi melalui telepon belum
lazim).
Pada suatu waktu, ia mendapat pembantu baru. Seperti biasa, Ibu Emmy memesan
kepada pembantunya tersebut, "Mbak, tolong carikan taksi untuk saya. Taksi apa
saja asalkan 'jangan' yang kuning, ya. Sekali lagi 'jangan' yang kuning."
Beberapa saat kemudian, sang pembantu datang dengan menaiki taksi berwarna
kuning! Ternyata, kata-kata terakhir Ibu Emmy yang senantiasa diulang itulah
yang diingat oleh sang pembantu.
Kata-kata ini berhasil terwujud. Kalau saja Ibu Emmy mengatakan, "Ambil taksi
yang biru ya" dan mengulang kata-kata biru tersebut, dapat dipastikan Ibu Emmy
juga akan mendapatkan taksi berwarna biru. Hasil survey juga membuktikan bahwa
kata-kata yang kita gunakan memiliki energi untuk menggerakkan kita
mewujudkannya. Jadi, gunakan kata-kata yang memancarkan energi positif , yaitu
kata-kata yang mengungkapkan harapan dan keinginan kita.
Ganti yang Positif
Di sebuah taman kanak-kanak, para guru diberi pelatihan untuk mengganti
kata-kata negatif (hal-hal yang ingin dihindari) dengan ungkapan yang positif
yang ingin diwujudkan dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Sebab, penelitian
mengungkapkan bahwa yang diingat orang adalah kata-kata atau ungkapan yang
diberi penekanan dengan perasaan dan perhatian.
Sebagai contoh, perhatikan tabel di bawah yang membandingkan dua ungkapan
yang sama dengan kata-kata yang berbeda : yang satu menggunakan ungkapan
negatif (yang tidak kita inginkan), yang lain menggunakan ungkapan positif
(yang menjadi harapan kita).
Ungkapan Negatif
Ungkapan Positif
* Jangan lari
* Jalan saja
* Jangan buang sampah
sembarangan
* Buang sampah di
tempat sampah
* Jangan panik
* Tenang saja
* Jangan ribut
* Bicara pelan saja
Ternyata, dengan cara mengganti kata-kata negatif menjadi positif, para guru
berhasil membuat siswa melakukan apa yang mereka inginkan. Jadi, dari ilustrasi
ini kita belajar bahwa kata-kata yang kita gunakan (baik negatif ataupun
positif), memiliki kekuatan untuk mengundang semesta mewujudkannya.
Jadi, di manapun kita berkarya dan pekerjaan apapun yang kita lakukan,
pastikan agar kata-kata yang kita gunakan adalah kata-kata atau ungkapan yang
mengandung harapan dan keinginan yang hendak kita wujudkan.
Biasakan Berkata Positif
Setelah kita tahu bahwa kata-kata mempunyai kekuatan dahsyat untuk mewujudkan
makna yang terkandung di dalamnya, kita bisa mulai memilih kata-kata positif
untuk kita gunakan dalam seluruh aspek kehidupan kita : apa yang kita ucapkan,
apa yang kita pikirkan, apa yang kita baca, dan apa yang kita amati.
Dalam berkata-kata, daripada mengucapkan "jangan ragu-ragu menghubungi saya
jika ada yang ingin Anda tanyakan," akan lebih baik jika mengucapkan "hubungi
saya segera jika ada hal yang ingin Anda tanyakan." Daripada berpikir dengan
menggunakan kata-kata "Saya tidak boleh panik dalam menghadapi situasi ini",
lebih baik kita berpikir dengan kata-kata positif, "Saya harus tenang dalam
menghadapi situasi ini".
"Daripada membaca buku, atau majalah yang dipenuhi dengan ungkapan-ungkapan
negatif, lebih baik kita mengambil buku-buku, artikel atau majalah yang banyak
menggunakan kata-kata positif. Daripada menonton sebuah tayangan yang banyak
berisi ungkapan negatif, lebih baik kita memilih tayangan yang lebih banyak
menggunakan ungkapan positif.
Jadi intinya, di manapun kita berada, apapun yang kita pikirkan, ucapkan, dan
amati, pastikan kita memilih hal-hal yang menggunakan kata-kata positif. Jika
kita dikelilingi kata-kata positif, energi positif yang dipancarkan akan
mempercepat kita untuk mewujudkan hal-hal positif yang ingin kita raih.
Pupuk Kebiasaan
Nah, jika kata-kata positif dapat berwujud menjadi hal-hal positif, mengapa
tidak kita mulai untuk memupuk kebiasaan menggunakan kata-kata positif. Buatlah
daftar kata-kata "negatif" yang sering kita gunakan, coba cari padanan katanya
yang lebih mengungkapkan apa yang ingin kita wujudkan. Masukkan kata-kata
ataupun ungkapan tersebut dalam kosa kata yang aktif kita gunakan sehari-hari.
Mungkin kita bisa memulai dari satu ungkapan terlebih dahulu, untuk kemudian
kita tambah lagi setiap hari ataupun setiap minggu, sampai akhirnya kebiasaan
tersebut terbentuk. Jika kita sudah memiliki kebiasaan untuk memilih dan
menggunakan kata-kata positif, kata-kata tersebut akan mengalir secara otomatis
di pikiran, ucapan, bacaan, dan tayangan yang kita pilih. Akhirnya, kita
tinggal memetik keuntungan dari kata-kata positif yang kita gunakan tersebut.
Masih adakah kata-kata negatif yang sering Anda gunakan? Ganti kata-kata
negatif dengan yang positif, tanamkan kebiasaan menggunakan kata-kata positif.
Sukses untuk kita semua.
********