> Subject: -FSRJ- [info] HATI-HATI NAIK TAXIKU
>
> Pada hari minggu tanggal 3 februari 2007 saya menyetop taxi TAXIKU di
> daerah belakang Perbanas Jl.Anggrek menuju Jl. Samanhudi, Pasar baru
> selama perjalanan tidak ada tanda apa-apa bahwa saya akan mengalami
> masalah, kecuali sopir yang memang agak telat merespon perintah saya
> utk melewati rute Menteng - Kebon Sirih - Gambir - Gn. Sahari - Samanhudi.
>
> Sesampainya di Jl. KH Samanhudi, argometer menunjukkan biaya Rp 28.000.
> karena saya tidak punya puluhan ribuan, saya menyerahkan uang pecahan Rp 
> 50.000
> sopir taxi menjawab bahwa dia tidak punya kembalian.
> saya segera turun dan hendak menukarkan uang 50.000 tersebut ke warung
> rokok di samping kiri jalan tempat taxi berhenti, namun abang warung
> ternyata tidak punya puluhan ribu, kemudian saya masuk ke bengkel
> motor disitu yang buka,
> saya memperoleh uang tukaran berupa pecahan ribuan dan puluhan,
> sehingga saya bisa membayar ongkos taxi secara pas Rp 28.000.
>
> Keluar dari toko oli tersebut saya melihat sopir taxi yang sedang
> duduk bersama abang warung, dia segera berdiri menuju saya,
> dan saya menyerahkan uang Rp 28.000 (duapuluh ribuan 1 lembar,
> limaribuan 1 lembar, dan seribuan 3 lembar).
> dan saya langsung berbalik arah setelah mengucapkan terima kasih,
> namun sopir taxi yang sudah masuk ke dalam taxi
> tiba-tiba ia keluar lagi, memanggil2 saya "pak..pak..uangnya kurang
> 500, ongkosnya 28.500 pak"
> saya yang masih heran karena seingat saya biaya yang tertera di
> argometer hanya Rp 28.000 segera buka dompet.
> karena saya tidak punya pecahan limaratusan, maka saya buka dompet dan
> memberikan seribuan selembar sambil meminta kembalian 500 rupiah
> namun sopir taxi tersebut marah dan merobek uang seribuan saya
> tersebut, kemudian menyerahkan ke saya sambil berkata
> "nih limaratusnya"
>
> saya sangat tersinggung dengan perlakuan tsb. langsung membentak si
> sopir "hey, maksud kau apa, gak ada etika sama sekali"
> namun sopir langsung menjambak kerah baju kaos saya dan mengancam
> "heh..elu jangan macem2 ya" dan diluar dugaan dia melayangkan pukulan
> ke arah kepala saya,
> tangan kiri saya yang masih memegang dompet, langsung saya arahkan
> untuk menangkis pukulan tersebut, saya dorong dia kemudian saya pukul
> dengan tangan kanan dan jatuh di pelipis kanan sopir.
>
> sopir masih kurang puas, dia mendorong saya lagi, hendak memukul dagu
> saya, saya tangkis saya beri lagi pukulan tepat di tengah muka.
> akhirnya kami dipisahkan oleh warga setempat, dalam keadaan dipegangi
> oleh warga itu sopir masih berontak sambil mengeluarkan kata2 kasar
> "anj*ng, ba*i" dsb sambil menunjuk2 saya, dia sempat berontak dan
> melayangkan pukulan lagi, namun tidak kena.karena tidak siap saya
> refleks membalas dengan tangan kanan memukul ke pelipis kanannya lagi.
>
> saya yang marah karena kata-kata kasarnya mendatangi taxinya dan
> memecahkan lampu logo TAXIKU yang ada di atap mobil, kemudian
> melemparkan batu bata ke arah kaca mobil, sayang tidak kena dan hanya
> mengenai bodi belakang.
>
> baru sopir taxi tsb diam dan menyerahkan uang Rp 1000 ke saya kemudian
> pergi, saya sempat mencatat identitas mobil taksi TAXIKU sebagai
> berikut:
>
> nomor polisi   : B 2096 QU
> nomor taksi    : 196
> jenis mobil      : TOYOTA Soluna
> Warna taksi    : Kuning
>
> hari selasa saya baru dapat nomor telepon pool TAXIKU yaitu 021 879 13
> 333 dan terhubung dengan pool Kramat Jati
> saya menceritakan kembali kejadian tsb dan Kasi Operasi mengatakan
> bahwa nopol mobil tsb tidak ada di pool, kemudian saya disarankan
> utk telpon ke pool Meruya 021 6885 2121 dan ternyata mobil tersebut
> terdaftar disana, saya segera mengultimatum Kasi Operasi disana agar
> mempertemukan sopir laknat tsb dengan saya utk meminta maaf secara
> lisan dan tertulis ke saya.
> Kasi Operasi disana (Bapak Melvin) mengatakan bahwa sopir tersebut
> belum kembali sejak minggu malam, sungguh alasan yang aneh, jadi
> sopir2 TAXIKU ini bebas berkeliaran tanpa kontrol dari pool? saya
> memberi ultimatum 3 hari utk mencari sopir tsb. atau saya akan
> sebarkan cerita ini ke media.
>
> Hari rabu saya telpon kembali ke 021 6885 2121, bicara dengan bapak
> Melvin dan kembali memperoleh jawaban yang sama, wah hebat sekali
> manajemen TAXIKU ini. sopirnya benar2 bebas jalan-jalan. bebas
> memukuli penumpangnya pula
>
> Akhirnya habis kesabaran saya menunggu dan sesuai janji saya kepada
> Kasi Operasi TAXIKU saya sebarkan kejadian ini agar rekan-rekan
> sekalian lebih hati-hati dalam memilih taksi.
> ternyata tidak semua taksi memiliki sopir yang baik. contohnya sopir
> TAXIKU yang tidak memiliki etika.
> lebih baik naik taksi yang mahal sedikit tapi aman dan nyaman, tidak
> memiliki sopir yang korup, selalu mengembalikan uang sesuai biaya yang
> tertera di argometer. daripada naik TAXIKU.
>
> Pesan saya bagi siapapun yang menemukan sopir TAXIKU dengan identitas:
>
> nomor polisi   : B 2096 QU
> nomor taksi    : 196
> jenis mobil      : TOYOTA Soluna
> Warna taksi    : Kuning
>
> harap disikapi dengan baik, atau dengan menghubungi saya di 0856 2428
> 3662, karena urusan saya dengan dia belum selesai.
>
> Terima kasih.
>
>
> Benny Novianugroho
> 0856 2428 3662
>
> "god have mercy, i don't"

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke