Masukan buat para pemimpin Gaperi ....
----------------------------------------------------------


http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/01/time/092056/idnews/916352/idkanal/4

Manajemen Sampah Rhenald Kasali

Selasa, 01/04/2008 09:20 WIB

Jakarta - Rhenald Kasali kini berteman akrab dengan sampah. Ia
berhasil memecahkan masalah sampah yang menjengkelkan menjadi sebuah
bisnis yang wangi. Semua tertuang di Rumah Perubahan Rhenald Kasali.

Rumah Perubahan (RP) ini disebut Rhenald Kasali sebagai sebuah
powerhouse perubahan. Melalui Rumah Perubahan (RP), Rhenald mengubah
sampah yang diambil dari lingkungan sekitarnya menjadi biomass dan
juga kompos yang sangat menguntungkan.

RP milik Rhenald mengumpulkan sampah milik warga sekitarnya yang
berlokasi di Jatimurni, Pondok Gede Bekasi. Tepatnya ada di belakang
Gardu Induk PLN Pondok Rangon. Dalam kesempatan wawancaranya dengan
detikFinance di RP, Rhenald buka-bukaan tentang buku terbarunya dan
konsep RP yang sedang dirintisnya itu.

Ide RP ini muncul ketika Rhenald mendapati begitu kompleksnya
permasalahan sampah. Apalagi ketika ada peristiwa warga tertimbun
tumpukan sampah di Leuwigajah, Cimahi beberapa waktu lalu.

"Kok bisa seperti itu ya, saya sampai bingung dengan masalah sampah
kita," ungkap Rhenald.

Keprihatinan Rhenald itu pun 'bertemu' dengan temannya yang juga
jebolan FE UI bernama Hidayat. Rhenald mengkisahkan temannya itu
sebagai orang yang sangat senang berkreasi menciptakan mesin-mesin
unik. Dan salah satunya adalah mesin pengolah sampah itu.

Bagaimana proses pengolahannya? Sampah-sampah warga itu dikumpulkan
dalam sebuah drum bekas yang sudah disulap menjadi tempat sampah.
Setiap hari, sampah-sampah itu diangkut oleh petugas dengan sebuah
mobil bak terbuka. Warga tak perlu repot-repot memilah-milah sampah.
Semua sampah itu akan langsung diolah dengan mesin yang diciptakan
oleh Hidayat itu.

Hasil dari olahan itu berupa biomass, kompos dan plastik-plastik.
Untuk kompos komposisinya hanya sekitar 10-20%. Sementara plastiknya
diolah lagi dan bisa dijual dalam keadaan yang sudah bersih.

Untuk hasil Biomass ternyata bisa menghasilkan energi hingga 7.000
kalori. Tak heran, Biomass produk RP ini langsung diminati oleh PT
Indocement. Produk Biomass RP kini secara rutin telah disuplai ke
Indocement.

"Karena ternyata industri semen itu adalah Waste Eater Industry.
Segala macam mulai dari kayu bakar, cangkang sawit, ban bekas, sekam
dll itu digunakan. Jadi mereka itu perlu bahan bakar," ungkap Rhenald
mengungkapkan awal mula kerjasama dengan pabrik semen itu.

Anda jangan membayangkan RP seperti layaknya tempat penampungan sampah
lainnya yang bau dengan lalat yang bertebaran. RP milik Rhenald jauh
sekali dari kesan itu. Tanpa bau dan tanpa lalat. Bagaimana bisa?

Dalam konsep RP, sampah tidaklah ditumpuk. Sampah-sampah yang 'segar'
alias baru diangkut langsung dicacah dan dipilah sehingga terjadi
fermentasi.

"Jadi lalat pun tidak mau bertelur disitu," ujar Rhenald.

detikFinance yang melihat RP hanya bisa terpana. Di lahan RP seluas
700 meter itu terlihat bersih dan nyaris tanpa bau dan lalat.
Lingkungan sekitar RP yang notabene kampung itupun terlihat bersih dan
rapi. 'Seragam' tong-tong sampah Rumah Perubahan menghiasi lingkungan
sekitarnya.

RP itu juga sekaligus menjadi wujud kepedulian Rhenald dan keluarganya
terhadap lingkungan sekitarnya. RP itu mempekerjakan para anak putus
sekolah, pengangguran, mantan narapidana dan para preman kampung.
Jumlahnya sekitar 20 orang. Mereka dipekerjakan dengan sistem yang
sangat simpel. Setor KTP, kerja dan pulang mendapat uang.

Meski secara bisnis hitung-hitungannya bisa sangat menguntungkan,
namun Rhenald mengaku tidak berniat untuk mendulang keuntungan di
tahap awal ini.

"Dalam tahap pengembangan, kami tidak akan mengambil keuntungan," tambahnya.

Namun demikian, jika bisnis ini berkembang dengan pesat, Rhenald
berniat menggaji seseorang yang profesional. Rhenald berharap bisnis
ini terus berkembang, sementara masalah lingkungan bisa terpecahkan,
termasuk juga masalah pengangguran.

"Nanti saya jadi komisaris saja, yang lain biar dikerjakan oleh
profesional," ujarnya sambil tergelak.

( qom / ddn )

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke