Pewarna Rambut Berisiko Kanker          Selasa, 1 April 2008 - 15:45 wib        
                                
        
                
                var imagesPart = new Array(1)
                var currPos = 0
                imagesPart[0] = "2008/04/01/195/96622/elRD9dwUy8.jpg"
                function goToImage(counter){
                        var firstEl = 0
                        var lastEl = imagesPart.length - 1

                        if(counter < 0){
                                currPos = currPos - 1
                        }else{
                                currPos = currPos + 1
                        }
                        
                        if(currPos < firstEl){
                                currPos = 0;
                        }else if(currPos > lastEl){
                                currPos = lastEl
                        }else{
                                currPos = currPos
                        }
                        
                        
ajaxpage('ContainerPhoto','http://lifestyle.okezone.com/index.php/viewImage/'+imagesPart[currPos]);
                }
                                                                                
                MENGUBAH-UBAH warna rambut secara rutin menggunakan berbagai 
zat warna dan zat kimia lainnya di salon dan barber shopberisiko meningkatkan 
timbulnya gejala kanker. Pasalnya, zat-zat kimiadan pewarna yang digunakan 
termasuk kategori karsinogen atau penyebabkanker. 

 Kesimpulan itu disampaikan International Agency forResearch on Cancer (IARC), 
sebuah lembaga yang berada di bawah naunganBadan Kesehatan Dunia (WHO), 
dipublikasikan dalam Lancet Oncology pekan ini. 

Kesimpulan itu berdasarkan riset epidemiologi yang telah dilakukan IARCsejak 
1993 dan dilakukan secara berkala sampai sekarang. 

"IARC secara berkala selalu melakukan klasifikasi berbagai jenis zatkimia 
penting yang sering digunakan rutin oleh masyarakat untukmengetahui sejauh mana 
keamanannya bagi kesehatan manusia. Untuk itu,kami meminta agar para pekerja 
yang menggunakan zat kimia, termasukpewarna rambut berhati-hati dan selalu 
menggunakan sarung tangan. Halitu bermanfaat mengurangi risiko berbagai 
gangguan yang ditimbulkan,"papar Dr Michael Thun, Wakil Presiden Riset 
Epidemiologi, LembagaKanker Amerika. 

 Pada 1993, IARC pernah menemukan adanyagejala bahwa para penata rambut dan 
tukang pangkas rambut sangat rentanterkena kanker karena sering bersentuhan 
dengan zat kimia dan pewarnarambut. 

 Namun, saat itu IARC belum bisa membuktikan secarasignifikan sehingga terus 
dilakukan riset yang komprehensif. Kini, IARCmemiliki bukti yang cukup kuat 
keterkaitan antara zat kimia sertapewarna rambut dan potensi risiko timbulnya 
kanker. 

 Dalampenelitian yang dilakukan IARC itu ditemukan beberapa produk yangsering 
digunakan para penata rambut dan tukang pangkas rambut, sepertizat pewarna, zat 
pencuci rambut, bahan karet sintetis, zat kimiapengering yang berisiko 
menyebabkan kanker pada manusia. 

  Dalam skala laboratorium dengan menggunakan tikus putih sebagai bahan 
percobaan, zat-zat kimia tersebut menimbulkan tumor. 

Dalam sejumlah riset lain, meningkatnya risiko kanker semakin kuatdengan adanya 
penggunaan zat warna permanen dan zat pewarna denganwarna yang pekat. Karena 
itulah, IARC mengategorikan zat pewarna rambutdan bahan kimia yang sering 
digunakan untuk menata rambut sebagai zatberisiko menimbulkan kanker pada 
manusia. 

 Bukan hanya padapengguna, orang yang sering kontak dengan zat-zat kimia 
tersebut punmemiliki risiko yang sama. Para penata rambut dan tukang 
pangkasrambut, khususnya pekerja lelaki, berisiko terkena kanker kandungkemih. 

 "Namun, bagaimana pewarna itu bisa memicu kanker,sejauh ini belum ada 
penjelasan yang detail. Apakah itu akibatpenggunaan zat kimia pada masa lalu 
dan sudah tak digunakan lagi ataupenggunaan secara kontinu untuk produk-produk 
sejenis," papar Thun. Halitu merujuk pada penggunaan zat pewarna rambut yang 
dibuat pada 1970-andan masih digunakan sampai kini karena tak terbukti 
menyebabkan kanker.

  Beberapa penelitian menambahkan, penggunaan berbagai zat kimia untuk rambut 
juga berisiko menyebabkan leukimia, myeloma, hodgkin, lymphoma hodgkin,kanker 
paru-paru, kanker payudara, dan kanker mulut rahim. Namun, IARCmenyatakan, 
penelitian itu belum mempunyai bukti ilmiah yang kuat. IARCjuga menyarankan 
agar semua orang lebih arif menggunakan berbagai zatkimia tersebut.
                        (Sindo Sore//tty)
 






      
____________________________________________________________________________________
OMG, Sweet deal for Yahoo! users/friends:Get A Month of Blockbuster Total 
Access, No Cost. W00t 
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text2.com

Kirim email ke