Selasa, 01 April 2008 06:10 Tim dan Pembalap Asing Tour de East Java Sudah Berdatangan
Kapanlagi.com - Puluhan pembalap asing dari beberapa tim mulai berdatangan di Surabaya, Senin menghadapi kejuaraan balap sepeda Tour de East Java (TdEJ) yang akan berlangsung 2-6 April mendatang. Tim yang sudah tiba adalah timnas Kazakhstan, Mess Kerman Iran, Giant Taiwan, Aisan Jepang, Bridgestone Anchor Jepang, dan Drapac Porshe Australia. Mereka yang sudah datang menegaskan ingin menjadi yang terbaik di ajang balapan grade 2.2 UCI Asia Tour yang memasuki tahun ke empat ini. Bahkan, Timnas Kazakhstan dan Mess Kerman sama-sama berambisi merebut juara. Kedua tim ini sama-sama memiliki ambisi, meskipun mereka belum pernah mengikuti ajang ini sebelumnya. Apalagi, untuk mengenali rute dan ancaman peserta TdEJ lainnya. Pelatih timnas Kazakhstan Yevgeniy Yakovlev mengatakan ingin menjadi yang terbaik, meski diakuinya cukup berat. "Saya ingin tim kami menjadi yang terbaik," katanya menegaskan. Lima pembalap yang dibawanya, diakui memiliki spesialisasi pembalap Mountain Bike (MTB). Namun, diantaranya juga terdapat satu climber (pembalap tanjakan) yang cukup teruji. Pelatih yang juga salah satu pembalap Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya itu menunjuk Alik Yessimov dan Roman Jientaev. Jienteaev sendiri mampu menjadi runner-up dalam Tour de Jakarta 23 Maret. Sedangkan, sisanya diakui mampu bertarung di medan tanjakan, meski bukan spesialisnya. Tiga pembalap lainnya adalah Vadim Shalimov, Timur Abeldinov, dan Vladimir Pilipenko. Kazakhstan mengaku belum menerima informasi rute yang dilombakan. Hal ini yang membuat timnya belum bisa memastikan apakah akan mendorong pembalapnya meraih top GC (General Classification) atau tidak. "Saya belum bisa menetapkan strategi, karena belum tahu rutenya," katanya. Pelatih yang akrab disapa John itu menunjuk tim Iran Tabriz Petrochemical bisa menjadi ancaman. Sebab mereka memiliki tiga climber, Ghader Mizbani, Hossein Askari, dan Ahad Kazemi. Selain menunjuk ketiga pembalap ini, Yakovlev juga mengakui pembalap L2A Tonton Susanto cukup tangguh. Tim asal Jepang, Aisan dan Bridgestone Achor yang cukup tangguh di medan flat. Demikian juga dengan tim asal Australia, Drapac Porsche Cycling juga cukup tangguh. Sementara itu, Mess Kerman menilai balapan tahun ini menjadi yang kedua di Indonesia. Sebelumnya mereka datang di Tour de Indonesia, namun gagal membawa hasil. "Dua tahun lalu kami mengalami masalah kesehatan. Saya barharap tahun ini bisa bersaing dengan tim-tim lain," kata pembalap Mess Kerman Hoessin Eslami. Seperti halnya dengan Kazakhstan, ia mengaku belum menerima informasi etape karena baru tiba Minggu (30/3). Meski demikian, Mess Kerman tidak terlalu risau dengan profile stage. "Yang penting saya bisa menaklukkan semua etape, termasuk etape empat yang dianggap paling berat," katanya. TdEJ 2008 ini yang terdiri dari lima etape ini diikuti 16 tim mancanegera dan enam tim lokal. Kelima etape itu yakni kriterium di Jombang (2/4), Blitar (3/4), Batu (4/4), road race Batu-Tosari Pasuruan (5/4) dan kriterium di Surabaya (6/4). (*/rsd)
