DPR Beraninya cuma sama SLANK...

Selasa, 8 April 2008 | 06:35 WIB

Di tengah banyaknya persoalan bangsa dan negara, para wakil rakyat
kita di Senayan sana rupanya sedang gerah. Bukan karena banyaknya
masalah korupsi yang belum bisa ditangani atau rakyat di Sidoarjo yang
makin sengsara, tapi karena lirik lagu band legendaris SLANK yang
dinilai menghina mereka.

Lirik lagu Gosip Jalanan yang dianggap menghina itu adalah "DPR tukang
buat UU dan korupsi". "Bunyi liriknya 'DPR tukang buat UU dan
korupsi'. Itu akan ditindaklanjuti lewat Bamus. Ini grup komersial,
bukan LSM. Kalau menjual memojokkan seseorang itu ada hukumnya.
Seluruh bangsa di negara ini, kehormatannya ada di gedung ini. Ini
rumah rakyat," kata Wakil Ketua Badan Kehomatan (BK) DPR Gayus Lumbuun
menerangkan alasan rencana gugatan tersebut.

Pantas atau pentingkah DPR menggugat? Bagi sebagian anggota Dewan
mungkin saja penting, tapi apakah itu penting buat rakyat yang
diwakilinya? Penting atau tidak, yang pasti rencana gugatan ini
mendapat reaksi dari masyarakat. Mungkin ada yang mendukung, mungkin
ada juga mencemooh. Yang mendukung mungkin karena kehormatannya ikut
terusik, yang mencemooh mungkin menganggap DPR kurang kerjaan.

Bukankah DPR sekarang ini menjadi lembaga yang sangat super? Bisa
membuat UU, memutuskan Gubernur BI, Panglima TNI, Kapolri, duta besar,
hakim sampai kepada anggota KPU. DPR bisa mengawasi pemerintah, tapi
tak ada lembaga formal yang mengawasi DPR. Lantas siapa yang mengawasi
DPR? Seluruh rakyat Indonesia mulai dari mahasiswa, LSM, tokoh agama,
seniman, semuanya yang peduli dengan para wakil rakyat ini.

Kalau dicerna dengan pikiran positif, lirik yang dtulis SLANK itu
mungkin saja sebagai bagian dari pengawasan bagi anggota Dewan agar
hati-hati dalam membuat UU dan lebih aktif mengawasi pemberantasan
korupsi yang dilakukan pemerintah. Kalau DPR memang bukan tukang
korupsi tentu tidak akan gerah dengan lirik tersebut, anggap saja
sebagai pemacu untuk meningkatkan kinerja.

Kompas.com menerima email dan komentar terhadap rencana DPR menggugat
SLANK. Sebagian besar tidak setuju dengan sikap DPR, salah satunya ada
yang berkomentar "DPR beraninya cuma sama SLANK, kalau berani gugat
dong PT LAPINDO yang sudah bikin rakyat di Sidoarjo sengsara..."

Komentar ini pasti akan terus bertambah jika persoalan antara DPR
dengan SLANK ini tidak dapat diselesaikan dengan cepat.

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke