Minggu, 18 November 2007
      Semua Bagian Berkhasiat  
      Binahong, Tanaman Obat dari Tiongkok  

      BINAHONG adalah tanaman obat yang berasal dari daratan Tiongkok yang 
disebut dengan nama asli Dheng San Chi. Binahong merupakan tanaman menjalar 
seperti umbi-umbian yang bisa digunakan sebagai obat. Tumbuhan ini telah 
dikenal memiliki khasiat penyembuhan yang luar bisa dan telah ribuan tahun 
dikonsumsi oleh bangsa Korea, Tiongkok maupun Taiwan. 
      Di Asia Tenggara, Binahong adalah tumbuhan wajib konsumsi warga Vietnam, 
namun sayangnya tanaman ini masih jarang terdapat di Indonesia. Seluruh bagian 
tanaman ini sangat berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, mulai 
dari batang, akar sampai daunnya dapat digunakan sebagai terapi herbal. 
Binahong dikonsumsi dengan direbus dan bisa juga dimakan untuk lalapan. Dalam 
kemajuan teknologi, kini Binahong telah dikemas dalam bentuk kapsul dan 
dipasarkan di toko jamu maupun apotek. Sebagai obat, tidak menimbulkan efek 
samping, aman dikonsumsi segala usia. 

      Salah satu warga Balikpapan yang mempunyai tanaman ini, yaitu Murais, 
yang tinggal di Jl Brantas 2 RT 69 Batu Ampar Balikpapan Utara. Tanamannya 
tumbuh dengan subur. "Tanaman ini (Binahong) tumbuh subur dan menjalar 
dimana-mana seperti tanaman ubi jalar," kata Murais kepada Post Metro. 

      Untuk perawatannya, kata dia, Binahong ditanam di tempat lembab yang ada 
batang kayunya, digunakan untuk merambat pada waktu tumbuh. "Binahong tumbuh 
merambat, bisa dibuat untuk gondola atau gapura tanaman hias yang melingkar di 
atas taman. Sangat berkhasiat untuk obat dalam dan obat luar seperti setelah 
operasi, lecet habis jatuh, maag, radang usus dan ambeien. Dapat pula mengatasi 
pembengkakan dan pembekuan darah," beber dia. 

      Untuk obat penyakit dalam? Dikatakan, diambil umbi atau rizoma 
secukupnya, kemudian dicuci bersih dan direbus. "Umbi Binahong direbus hingaga 
mendidih, setelah mendidih bisa diminum 2-3 kali dalam sehari. Cara ini untuk 
mengobati luka habis operasi, maag, tifus dan disentri," ulas dia. "Namun bisa 
juga dikeringkan lalu ditumbuk untuk dimasukkan dalam kapsul, untuk pengobatan 
luar seperti luka habis jatuh, batang dan daunnya ditumbuk halus lalu dioleskan 
di bagian yang luka," bebernya lagi.(bm-5) 
     
     
      http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=278&id=94370
     

Kirim email ke