Menurut saya, itu adalah telur yang sudah kelamaan. Maksudnya, telur yang mestinya sudah harus dikonsumsi 1 bulan setelah keluar dari peternakan tapi sampai 3 bulan masih diperdagangkan / beredar.
Saat masih di kos-kosan sering saya temui telor yang saya beli di warung (dan
warungnya juga nggak laris-laris amat memang) sering kedapatan saat mau
diceplok antara putih dan kuning telornya sudah hampir jadi satu. Kedua, lewat
kawan kos sebelah saya juga pernah diajak ke warung nasi gudeg (kalo nggak
salah) yang katanya murah. Setelah makan sekali di warung itu ternyata telornya
juga buntet. Ketiga, pernah saya saat balik ke Bandung (waktu itu masih kerja
di kantor Bandung) di dalam bis jurusan Bandung di terminal Bogor orang jual
telor rebus dengan harga demikian murah. Sesampai di tempat kos di Bandung
ternyata jenis telornya sama. Kesimpulan saya, bahwa itu telor sudah kedauwarsa
yang tidak mungkin dipaksakan dijual di pasar (atau pasaran umum).
Biasanya, maaf, setelah tahu bahwa itu telor kedaluwarsa saya akan buang
meskipun belum tercium bau busuk. Tapi memang, di KRL saya lihat mereka yang
beli itu memakannya dengan lahap. Saya nggak tahu apakah telor ini masih sehat
untuk dikonsumsi.
Rgds / Jaerony.-
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, April 28, 2008 10:23 AM
Subject: [porsenipar] Beware - Telur Palsu dari Cina sudah merambah di
JABODETABEK ?
FW:Beware - Telur Palsu dari Cina sudah merambah di JABODETABEK ?
TELUR PALSU DI KERETA API JABODETABEK
Pengalaman pribadi nih, kejadiannya baru tadi malam, Kamis 17 April
2008 Semalem gw naek kereta jabodetabek, dikereta ekonomi, ada yang jual
telor rebus masih hanget....harganya itu lho yang ga nyangka.. Murrah
banget satu butir telur rebus ditengah inflasi kayak begini cuma 500 perak
aja...., padahal telur mentah aja di pasar, udah sekitar 1000 perak
sontak gw inget, artikel setahun lalu, bahwa di China, sudah pernah
heboh soal industri rumah tangga mbikin telur palsu... (pls see attached
email)
Penasaran, gw beli 2000 perak, gw dapet 4 butir, bapak2 sebelah gw
beli 5000 perak, dapet 10 butir telur rebus , katanya buat anak2nya
dirumah Mas-mas disebelahnya beli juga sekitar 3 ribu, dia langsung kupas
dan makan satu buah, katanya enak kok, rasanya ga busuk...dia tadi
khawatir itu telur busuk( hmm dasar orang lapar semua juga dibilang enak)
Walaupun gw masih agak ragu, tapi gw cicip juga sedikit, untuk sekedar
membuktikan bahwa itu bener2 telur palsu, ternyata rasa dan aromanya
mirip sekali, walaupun buat orang yang 'Ahli Telur' seperti gw, jelas
sekali
terasa berbeda.. putih telurnya itu lebih keras seperti Jelly Nata
Decoco, kuning telurnya tidak bulat, cuma sekilas mirip seperti adonan
kue,
walaupun aromanya mirip telur....dan semua telur yang gw kupas, posisi
kuning telurnya itu sama semua, dan tidak ada yang bulat, alias
seperti cetakan. (pls see picture attached )
Menurut artikel dibawah ini, telur palsu di China dibuat dari unsur
Tawas, yang sangat berbahaya bila dikonsumsi dalam waktu yang lama....
Barangkali teman2 ada yang punya akses ke YLKI mungkin bisa dilaporkan
segera, apakah ini bener-bener telur Asli ataukah Telur Palsu,
mengingat yang mengkonsumsi telur murah ini adalah para pekerja kelas
bawah atau masyarakat awam yang tidak tahu apa dampaknya dalam jangka
panjang...
Wallahua'alam
Note: berikut sample foto dari 2 butir telur yang sudah dikupas...
btw...tapi kalo ternyata telur ini ga bahaya, wahh kayaknya boleh juga
tuh jadi alternatif makanan murah, bisa pesen lewat gw secara gw naek
kereta tiap hari tuh hehe (ini logika orang lapar nih).
Hary
Hary Mulia Rachman/ID/FAS/ PwC
Ernst & Young ®
PT. Ernst & Young Advisory Services
Prasetyo Yulianto | Associate | HR
Indonesia Stock Exchange Building Tower 1, 13th Floor Jl. Jend.
Sudirman Kav. 51-52 Jakarta 12190, Indonesia
Tel: +62 21 5289 5000 | Direct Tel: +62 21 5289 5473 | Fax: +62 21 5289
5555
www.ey.com/id
Thank you for considering the environmental impact of printing emails.
----------------------------------------------------------
The information contained in this communication is intended solely for the
use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized
to receive it. It may contain confidential or legally privileged information.
If you are not the intended recipient you are hereby notified that any
disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the
contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you
have received this communication in error, please notify us immediately by
responding to this email and then delete it from your system. Ernst & Young is
neither liable for the proper and complete transmission of the information
contained in this communication nor for any delay in its receipt.
------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------<<image/jpeg>>
<<image/gif>>
