Warga Semuanya,
Hanya info, dulu pernah belajar tentang tanaman jamu dan Fitofarmaka. Yang berasal dari tanaman (nama kerennya herbal......karena gengsi kalau disebut jamu...padahal itu-itu juga barangnya) sbb: 1. Usahakan kalau terapi jenis pengobatan jamu dimakan/diminum teratur ssesuai dengan aturan pakai yang menurut pengalam dosisnya memadai (karena secara medis spt obat jamu belum terstandarisasi dosinya) dan jangan berharap begitu minum langsung terasa khasiatnya (jangan disamakan dengan obat sintetis/kimia). Menurut pengamatan/penelitian jamu/herbal/fitofarmaka terlihat hasilnya dengan pemakaina waktu tertentu bukan saat tertentu (obat sintetis). 2. Jamu/herbal/fitofarmaka lebih dititik beratkan pada pencegahan daripada pengobatan. Karena kalau pengobatan diharpakan bisa mengatasi gejala dengan waktu singkat (perbaikan efek klinis terhadap penyakit bisa secepat mungkin). 3. Konsumsi jamu Jamu/herbal/fitofarmaka dengan obat sintetis memerlukan pengetahuan khusus karena ada beberapa obat sintetis yang kontraindikasi (berlawanan fungsinya/melemahkan kerja obat sistetis) bila diminum/dimakan bersamaan.
Itu beberapa informasi yang saya bisa berikan. Masih banyak seni meminum obat dan Jamu/herbal/fitofarmaka.
Mohon jangan diterjemahkan yang lain. Saya hanya ingin berbagi informasi. Diharapkan kita bisa jauh lebih sehat, jauh lebih berhati-hati dalam melakukan self medication (pengobatan tanpa melibatkan praktisi lain) baik memakai obat sintetis maupun Jamu/herbal/fitofarmaka.
Mohon koreksi.
Wassalam,
Rudi Hadianto From: Agus Rasidi <[EMAIL PROTECTED]> |
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
