Ass. Ww
Minyak bumi adalah bahan mentah dari bahan bakar fosil yang menjadi
penyebab utama timbulnya gas buang yang menyebabkan efek rumah kaca yang
berujung pada global warming. Salah satu akibatnya juga telah disaksikan
yaitu bagaimana badai  Nargis yang berlangsung hanya beberapa jam cukup
untuk mencabut nyawa lebih dari seratus ribu orang. Seharusnya pada saat
ini pemakaian bahan bakar berbasis bahan bakar fosil ini ditekan
habis-habisan atau kalau perlu dihilangkan. Apa yang terjadi saat ini
sangat menyedihkan. Sebagian orang di muka bumi berulah mempermainkan harga
minyak bumi ini demi keuntungan duniawi. Keserakahan manusia atas harta
benda telah membuat segala hal dikerjakan tidak perduli apakah hal itu akan
membawa kemusnahan pada manusia itu sendiri. Apa yang terjadi dengan
permainan harga minyak ini sebenarnya adalah juga bunuh diri secara masal
penduduk bumi secara perlahan-lahan. Membunuh diri sendiri adalah kafir di
mata Allah SWT. dan berarti neraka jahanam kekal selama-lamanya. Harus ada
tindakan untuk menghentikannya. Penguasa sebenarnya dapat memaksa untuk
menghentikan permainan harga yang menyengsarakan sebagian penduduk bumi ini
dan sekaligus untuk mengurangi penggunaan minyak bumi ini agar laju global
warming bisa ditahan. Hingga saat ini tidak ada penyelesaian yang memadai
diambil para pemimpin dunia untuk mengatasi hal ini. Menurut para ahli
akibat global warming ini diperkirakan selama 50 tahun kedepan penduduk
bumi akan berkurang 2/3 karena bencana seperti badai Nargis  ataupun sebab
lain sebagai akibat global warming seperti perubahan iklim yang menyebabkan
gagal panen. Sebuah persoalan yang rumit yang manusia sendiri mungkin tidak
akan dapat meyelesaikannya. Silahkan anda merenungkan .....dan mungkin
jawaban terbaiknya adalah pemindahan 2/3 penduduk bumi sesuai kehendak
Allah SWT ke alam barzah dalam tahun 2008 ini.

Wasslam

alamat email: [EMAIL PROTECTED]


                                                                       
             "Agus Rasidi"                                             
             <[EMAIL PROTECTED]                                         
             .co.id>                                                    To
                                       "MILIS RW 14" <[EMAIL PROTECTED]>,
             05/19/2008 12:15          "MILIS LINTAS BODEBA"           
             PM                        <[EMAIL PROTECTED]>        
                                                                        cc
                                                                       
             Please respond to                                     Subject
             [EMAIL PROTECTED]         [porsenipar] Malaysia tidak Naikkan
                   eb.id               Harga BBM                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       
                                                                       





Senin, 19  Mei 2008

Malaysia tidak  Naikkan Harga BBM

Belum saatnya mencabut subsidi, karena masih banyak yang miskin.



KUALA TERENGGANU -- Kendati harga minyak dunia melonjak, pemerintah
Malaysia  diperkirakan tak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Langkah itu  dilakukan meskipun subsidi produk petroleum dan subsidi gas
untuk sektor listrik  dan industri naik dari RM 34,1 miliar (Rp 88,6
triliun) pada 2007, menjadi RM 40  miliar (Rp 104 triliun), tahun ini.

Wakil Pengarah Seksyen Makro Ekonomi Unit Perancangan Ekonomi Jabatan
Perdana  Menteri, Allauddin Anuar, mengatakan negeri-negeri jiran
kemungkinan akan  menaikkan harga BBM 30 persen. Tapi, pemerintah Malaysia
memutuskan tak  menaikkan harga BBM untuk membendung inflasi karena krisis
pasokan makanan dan  agar rakyat tak menderita.

''Tahun ini, pemerintah memberikan berbagai subsidi dan bantuan kepada
rakyat  RM 43,39 miliar (Rp 111 triliun), meningkat hampir RM 5 miliar (Rp
13 triliun)  dibandingn tahun 2007, yaitu RM 38,409 miliar (Rp 98
triliun),'' katanya pada  Forum Peningkatan Harga dan Kebajikan Rakyat:
Langkah Terkini dan Masa Depan,  pekan lalu.

Allauddin mengatakan pemerintah berhasil mengekang kenaikan tingkat inflasi
lewat pemberian subsidi.

Dari Kuala Lumpur dilaporkan, pemerintah sedang mengkaji ulang mekanisme
pemberian subsidi bahan petroleum yang kini mencapai level RM 45 miliar.
''Langkah itu dilakukan untuk menghindari berbagai kekurangan dan
memastikan  subsidi membawa manfaat bagi golongan sasaran,'' kata PM
Malaysia, Abdullah  Ahmad Badawi, pekan lalu.

Badawi yang juga menteri keuangan mengatakan kajian itu harus dibuat
sebagai  langkah hemat pemerintah untuk membelanjakan hasil petroleum
sebelum negara  kehabisan cadangan minyak. ''Malaysia diperkirakan menjadi
negara pengimpor  bersih petroleum tahun 2011, dengan permintaan domestik
diperkirakan melebihi  pengeluaran,'' katanya.

Menurut Badawi, pendapatan pemerintah akibat kenaikan harga minyak,
meningkat  menjadi RM 51,1 miliar (Rp 132,6 triliun). Kenaikan harga minyak
menyumbang 36,5  persen untuk keseluruhan pendapatan dan belanja negara
yang mencapai RM 139,9  miliar (Rp 361 triliun).

''Pemerintah sadar akan pandangan umum bahwa dengan harga minyak semakin
tinggi, keuntungan Petronas juga semakin bertambah dan ini bisa digunakan
untuk  membiayai subsidi. Namun, petroleum adalah sumber daya alam yang
semakin  berkurang. Kita harus berhemat,'' kata Badawi.

Pengarah Eksekutif Institut Penyelidikan Ekonomi Malaysia (Mier), Dr
Mohamed  Ariff Abdul Kareem, mengatakan tetap memberikan subsidi adalah
langkah terbaik.  Langkah itu untuk memastikan rakyat tidak menanggung
akibat yang lebih parah.

''Pakar ekonomi berpendapat subsidi bukan ide yang bagus, tapi itu baik
dari  sudut politik. Tapi kita harus menghapus ketergantungan terhadap
subsidi secara  perlahan,'' katanya saat menyampaikan ceramah ''Sebab-sebab
kenaikan harga dan  dampaknya'', kemarin.

Saat ini, kata Ariff, belum saatnya menghapus subsidi. Sebab masih ada
rakyat  yang berada di bawah garis kemiskinan dan memerlukan subsidi untuk
meneruskan  kehidupan. Di antara alternatif yang bisa diambil sebagai
langkah jangka panjang  adalah subsidi dalam bentuk uang.

Sementara itu, Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Senator Datuk Amirsham
Aziz, mengatakan Petronas telah membayar royalti sebesar RM 26,7 miliar
kepada  pemerintah pusat dan tiga pemerintahan negeri, sepanjang 2004-2007.

Rinciannya, RM 13,4 miliar (Rp 34,8 triliun) kepada pemerintah pusat,
Terengganu RM 7,3 miliar (Rp 18,9 triliun), Sabah RM 1,2 miliar (Rp 3,1
triliun), dan Sarawak RM 4,9 miliar (Rp 12,7 triliun).

Mengenai cadangan minyak dan gas negara, dia mengatakan cadangan minyak
masih  akan ada sampai 22 tahun mendatang, dan gas 39 tahun mendatang.
Tapi, mulai  tahun 2014, Malaysia akan menjadi importir.

zulkofli jamaludin, hanneeyzah bariah baharin, azman zakaria, faiza
zainuddin, sazarina shahrim, norliza wasilan.

http://www.republika.co.id/Koran_detail.asp?id=334460&kat_id=411



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke