Selasa, 10/06/2008 12:05 WIB

Catatan dari Austria
Di Wina, Sampah Bukan Masalah
Salsabiela Almahendra - detikSport

Wina - Beginilah risiko jadi tuan rumah, apalagi tuan rumah
perhelatan Piala Eropa. Wina yang Sabtu lalu masih asri dan
bersih kini belepotan dengan sampah, meski tak terlalu jadi
masalah.

Siapa lagi jika bukan para fans bola yang menebar sampah itu.
Sejak laga pembukaan digelar pada Sabtu lalu, lalu berbagai
sampah mulai dari botol minuman, kaleng bir, sisa sisa makanan,
hingga serpihan kertas "menghiasi" Wina.

Tak hanya di area stadion dan "Fanzone" saja, sampah juga
bertebaran di pusat kota Wina yang merupakan daerah tujuan turis.
Meski pemerintah setempat sudah mengantisipasi bakal kebanjiran
sampah, namun mereka tetap saja kewalahan. Padahal sekitar 1200
petugas kebersihan dikerahkan di seantero kota hanya untuk
mengatasi sampah selama Euro dihelat.

Pasalnya sampah Euro 2008 ini datang dan pergi silih berganti tak
mengenal waktu. Baru dibersihkan, dalam sekejap sudah kembali
menjejali jalan-jalan dan sudut kota. Pemerintah Wina sendiri
sebenarnya sudah memberikan anjuran agar para fans membuang
sampah pada tempatnya, termasuk menyiapkan tempat sampah
diberbagai tempat strategis yang dikunjungi fans.

Namun, anjuran tinggallah anjuran. Para fans seolah tak
menggubrisnya, apalagi jika sudah dibawah pengaruh minuman
beralkohol.

Berbicara mengenai manajemen sampah, Wina ternyata mempunyai
suatu sistem penanganan limbah yang sangat baik. Sebuah pusat
pengelolaan sampah di Wina bernama Fernwarme Wien hampir setiap
harinya menerima ribuan ton sampah domestik dan industri.

Sampah-sampah ini diangkut oleh 300 truk yang beredar 24 jam
sehari. Selama Piala Eropa ini, diperkirakan Fernwarme Wien bakal
"mendapat rejeki" dua kali lipat dari biasanya. Tapi Fernwarme
Wien bukanlah Bantargebang yang ada di Bekasi, Jawabarat, yang
hanya menumpuk sampah tanpa ada penanganan yang jelas. Di
Fernwarme Wien, ribuan ton sampah organik dan anorganik diseleksi
sesuai dengan tipe material menggunakan mesin-mesin.

Selanjutnya, sampah yang telah terseleksi dimasukkan dalam
ratusan incenerator atau pembakar sampah. Dari incinerator
inilah, dihasilkan panas dan energi yang memasok kebutuhan
listrik sehari-hari warga Wina.

Fernwarme Wien sendiri merupakan sebuah fenomena tentang sampah.
Jika warga Indonesia ramai ramai protes karena area pemukimannya
dijadikan sebagai lahan penanganan sampah, warga Wina justru
menyambut hangat adanya Fernwarme Wien. Soalnya, tempatnya yang
asri dan jauh dari kesan kumuh justru menjadi salah satu tujuan
turis di Wina.

Alhasil, dari segi ekonomis, warga sekitar pun merasakan dampak
positifnya. Lokasinya pun bukan di daerah pinggiran, melainkan di
tengah kota dan dekat dengan lingkungan pendidikan.

Hmm..terbukti, sampah tak selalu menjadi lawan. Jika dikelola
dengan baik bukan tak mungkin sampah menjadi kawan yang sangat
menguntungkan.

Penulis adalah kontributor www.pialaeropa.com, tinggal di Wina,
Austria (din/krs)

        -- A. Yahya Sjarifuddin

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke