Saya juga heran ada yang memaksa RT 01 putri main malam itu, saya dengar panitia (Pak Amran-yg diserahi tugas mengawal partai ibu2) sudah mengusulkan untuk menunda partai tersebut, tapi tidak disetujui. Sebenarnya kesepakatan antar pihak2 yang bertanding yang lebih berperan di sini, bukan panitia. Kalo HUJAN saja bisa menunda pertandingan masak KEMATIAN tetangga kita tidak bisa menunda. Saya rasa kita sudah terlalu FORMAL melihat suasana. Saya termasuk yg mengusulkan penundaan tersebut.... apa kita tega bersorak sorai di seberang rumah Pak Danny yang baru saja kehilangan istrinya. Coba bayangkan perasaan anak-anaknya, saudara2-nya yang datang dari jauh.... Proses pemakaman pun baru selesai hampir jam 20.00. Sekarang Anda dicerca karena menunda, namun jangan salah di RT 01 itu selalu banyak persepsi dan pendapat... ketika Anda main pun saat itu, saya yakin ada sebagian yang mengunjing Anda tidak tahu diri dan tidak punya perasaan, tidak bisa menghargai tuan rumah. Jadi ini memang serba salah... Makanya saya rasa tepat kesepakatan RT-02 dg RT-03 untuk menundanya.... toh Bulu Tangkis ini bukan hanya pingin mencari pemenang, kita ingin suasana bergembira. Kita juga sudah tahu kok pemain2 terbaik RW 14 ya Pak Bekti, Pak Al, Pak Bin, Pak Heri, Pak RW dll jadi bukan itu intinya. Ada aspek2 perasaan duka yg juga harus dihargai baik dari keluarga Pak Danny maupun warga RT 01 secara keseluruhan. Mengenai kekurangan pemain (Pak Eko yang juga sedang berduka), itu bukan alasan utama, sekalipun orang bisa melihat seperti itu dan itu sah-sah saja. Mungkin orang melihat RT 02 diuntungkan dg penundaan itu, boleh-boleh saja. Dari awal kita sdh tahu Pak Eko tdk bisa main dan kita tdk pernah mempermasalahkan itu, kita juga sudah mengatur pasangan2 yang paling pas. Saya rasa RT-03 juga tidak takut dengan Pak Eko dan tidak ambil pusing Pak Eko ada atau tidak. Jadi tidak relevan mengaitkan sikap menghargai orang yang sedang berduka dengan kekurangan pemain. Roziqin
----- Original Message ---- From: Eddy Suryadi <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; RW.14 <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, July 27, 2008 3:00:15 PM Subject: [porsenipar] ADU STRATEGI Partay semi final cabang BT Putra/ri diwarnai dg berbagai strategi dari msg2 peserta yg kebetulan akan bertanding dimalam minggu kemarin. Di partay Putri... Dg kondisi yg kurang menguntungkan pd siang sp sore harinya... RT.01 terpaksa hrs bermain karena tdk mau di anggap WO..Oleh PANITIA. Dg kondisi yg lelah, capai, dsbnya ibu2 RT.01 menunjukan sportivitas yg tinggi, walau akhirnya dikalahkan "telak" oleh RT.03. Selamat untuk team BT Putri RT.03... Di Partay BT Putra... Kodisinya TERBALIK dari partay Putri... Kenapa....? Dipartay ini TIDAK menunjukan SPORTIVITAS Yg tinggi seperti yg dicontohkan Ibu-ibu... Dengan kekuatan serta Otorisasinya sebagai PANITIA PUSAT, dapat membatalkan/menunda Pertandingan dg beberapa alasan : 1) Menghormati tuan rmh yg sdg dlm keadaaan DUKA... kalau menghormati.. Kenapa partay putri dimainkan..? Padahal PANITIA juga tahu/lihat ibu2 RT.01 Dari siang terlibat dlm persiapan di rmh duka. 2) Lagi-lagi saudara"ANGIN" Yg menjandi "kambing hitam" alasan kuat teamnya Panitia. Mau TEGAS kock susah ya & pilih-pilih, ibu-ibu dipaksa main, tp bpk-bpk malah di TUNDA/DIBATALKAN.... dua keputusan panitia yg KONTRAS serta BERBEDA disaat dan WAKTU yg BERSAMAAN. He...He...He... Padahal kalau mau JUJUR alasannya adalah Teamnya PANITIA KEKURANGAN PEMAIN PADA MALAM ITU. Trims -------------------------------------------------- Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
