Mengamati model-model penanggalan di dunia sangat menarik khususnya menyangkut budaya-budaya bangsa di dunia. Ini dimungkinkan jika kita tidak fanatik membabi buta terkait dengan keyakinan.
Siapa sangka bilangan biner (dengan notasi 0 dan 1) menjadi kunci bagi berkembangnya teknologi informasi dan komputer. Selamat Tahun Baru Saka bagi yang merayakannya. Rgds / Jaerony.- ********************************************************************* Kalender Saka Kalender Saka adalah sebuah kalender yang berasal dari India. Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Nama musim Di India satu tahun dibagi menjadi enam musim, atau dengan kata lain setiap musim berlangsung dua bulan. Berikut nama-nama musim 1.. Warsa, musim hujan bertepatan dengan Srawana dan Bhadrawada. 2.. Sarat, musim rontok, dan seterusnya. 3.. Hemanta, musim dingin 4.. Sisira, musim sejuk kabut 5.. Basanta, musim semi 6.. Grisma, musim panas Tahun Luni-Solar Berhubung bulan-bulan dalam kalender Saka hanya terdiri dari 30 hari, maka tahun baru harus disesuaikan setiap tahunnya untuk mengiringi daur perputaran matahari. Sejarah Kalender Saka Kalender Saka berawal pada tahun 78 Masehi dan juga disebut sebagai penanggalan Saliwahana (Sâlivâhana). Kala itu Saliwahana yang adalah seorang raja ternama dari India bagian selatan, mengalahkan kaum Saka. Tetapi sumber lain menyebutkan bahwa mereka dikalahkan oleh Wikramaditya (Vikramâditya). Wikramaditya adalah seorang musuh atau saingan Saliwahana, beliau berasal dari India bagian utara. Mengenai kaum Saka ada yang menyebut bahwa mereka termasuk sukabangsa Turki atau Tatar. Namun ada pula yang menyebut bahwa mereka termasuk kaum Arya dari suku Scythia. Sumber lain lagi menyebut bahwa mereka sebenarnya orang Yunani (dalam bahasa Sansekerta disebut Yavana yang berkuasa di Baktria (sekarang Afghanistan). Kalender Saka di Indonesia Sebelum masuknya agama Islam, para sukubangsa di Nusantara bagian barat yang terkena pengaruh agama Hindu, menggunakan kalender Saka. Namun kalender Saka yang dipergunakan dimodifikasi oleh beberapa sukubangsa, terutama suku Jawa dan Bali. Di Jawa dan Bali kalender Saka ditambahi dengan cara penanggalan lokal. Setelah agama Islam masuk, di Mataram, oleh Sultan Agung diperkenalkan kalender Jawa Islam yang merupakan perpaduan antara kalender Islam dan kalender Saka. Di Bali kalender Saka yang telah ditambahi dengan unsur-unsur lokal dipakai sampai sekarang, begitu pula di beberapa daerah di Jawa, seperti di Tengger yang banyak penganut agama Hindu. http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Saka
