coba baca footer nya.. bukan dari golongan yang mandiri.. bukan dari golongan 
intelektual.. bukan dari golongan yang memahami GOLPUT itu sendiri. yang di 
umpamakan adalah untuk menyatakan supaya tidak golput.. 

saya sendiri dari dulu ngak pernah milih, cuman milih sekali pas waktu megawati 
jadi presiden. tapi ini adalah politik..dan sebenarnya yang GOLPUT itu tidak 
mau ikut POLITIK.. tapi kalau mau membuat bangsa ini besar banyak caranya ngak 
cuman jadi PENCOBLOS.. yang ASAL COBLOS..

untuk memperbaiki bangsa ini TIDAK cuman dengan nyoblos pemilu tapi ada yang 
lain yang bisa di kerjakan, bahkan dari beberapa teman saya yang "TERGIUR" ikut 
nyoblos akhirnya NYESEL.. 1000x.. 

jadilah diri anda sendiri..

salam 




________________________________
From: Agus Rasidi <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; MILIS LINTAS BODEBA 
<[email protected]>
Sent: Tuesday, July 29, 2003 5:59:43 AM
Subject: [porsenipar] Fenomena Golput 

 
Fenomena Golput 
by Iwan Ketan

Kalau
mendengar kata Golput, saya begitu salutnya 
kepada mereka yang
menyuarakannya. Mereka adalah sosok yang jenius. Karena 
mereka biasanya
mengatakan bahwa golput adalah pilihan. Benar-benar cerdas 
pemikiran
mereka. Memilih untuk tidak memilih tepatnya, kata 
mereka.Karena
bagaimanapun, tidak memilih juga merupakan bagian dari 
pilihan.

Ketika
Golput bertemu dengan makhluk bernama DEMOKRASI, hal 
ini menjadi
semakin unik kembali. Karena akan dipertanyakan , dimana 
kepedulian
mereka yang GOLPUT kepada negara dan bangsa. Mereka yang memilih 
GOLPUT
seolah memilih untuk tidak menentukan dan tidak mau tahu bangsa 
ini
akan dibawa keman. Mereka yang memilih GOLPUT seolah tidak peduli 
lagi,
bangsa ini akankah dipegang oleh mereka yang baik maupun dipegang 
oleh
yang bejat. Mereka yang GOLPUT seolah tak mau lagi mau tahu apa 
yang
akan terjadi dengan bangsa ini ke depannya. Sehingga mereka 
berdalih,
lebih baik tidak memilih daripada memilih yang salah. Setidaknya 
tidak ikutan memperburuk bangsa, istilahnya

Ketika
pemerintahan 
kemudian berjalan, dan mendapatkan negara yang lebih baik.
Mereka yang GOLPUT 
bahagia dan menikmati baiknya negara. Akan tetapi
ketika negara semakin 
terkapar, tidak sedikit dari mereka yang TERIAK
mengatakan POLITISI BEJAT, 
POLITISI BUSUK yang meyakinkan mereka yang
GOLPUT ini untuk tetap 
GOLPUT.

FENOMENA GOLPUT ini tak ubahlah
seperti halnya ORANG YANG 
MEMAKI KEGELAPAN, sedangkan seperti yang kita
ketahui bersama, menyalahkan 
lilin di tengah kegelapan mungkin jauh
lebih berguna.

Seringkali kita 
yang berteriak menuntut perubahan terjadi di NEGERI ini 
akan TETAPI, ketika 
kita GOLPUT maka dipertanyakan kembali DIMANA PEDULI KITA dan
dimana 
KONTRIBUSI kita terhadap PERUBAHAN di NEGERI ini

maka wajarlah ketika 
BANYAK yang mengecam dengan FENOMENA GOLPUT

sebagaimana WAJARNYA 
dipertanyakan kembali KONTRIBUSI nyata dari MEREKA yang GOLPUT dalam PERUBAHAN 
di NEGERI ini

Mungkin Perubahan tidak pernah menjanjikan untuk terjadinya 
PERBAIKAN
akan tetapi
PERBAIKAN senantiasa terjadi ketika dilakukan 
PERUBAHAN

Sebagai penutup,
saya ingin berbagi cerita tentang pemilihan 
RT di suatu daerah kampung jawa
ketika
diadakan pemilihan ketua RT, 
kebetulan pada saat beramai-ramai muncul
fenomena GOLPUT. Alhasil dari 100 
warga penduduk RT tersebut, yang
melakukan pemilihan tak lebih dari 10 orang 
saja. Dan akhirnya yang
menjadi ketua RT akhirnya bukanlah orang yang 
amanah.

Alhasil,
mereka yang GOLPUT ini mengatakan bahwa pemilihan RT 
tidak sah, karena
tidak menyertakan 2/3 penduduk setempat. Dari pihak RT 
mengatakan itu
sudah sah, karena toh mereka sudah diundang akan tetapi tidak 
datang.
Kelurahan sebagai penengah akhirnya menetapkan ketua RT tersebut 
karena
dasar hukumnya jelas. 

Satu
bulan berjalan tidak terjadi 
masalah karena yang GOLPUT pun juga tidak
merasa masalah. Hingga setahun 
berjalan barulah terasa betapa kacaunya ketua RT
ini dalam menjalankan 
tugasnya

Proses bikin surat
keterangan RT/RW tuk bikin KTP gak 
beres-beres bahkan sampai 1 bulan
baru jadi. Uang siskamling terjadi 
penyalahgunaan.

Akhirnya tak
ubahlah kembali, warga yang mayoritas 
GOLPUT pada pemilihan lalu yang
paling banyak menyerang Pak RT ini, akan 
tetapi kemudian dipertanyakan kembali. 

Emang
kemaren kemana aja, 
suruh siapa kagak milih atau paling enggak cari
RT yang tidak sejelek RT 
sekarang 

salam berbagi selalu

nb : Silakan yang merasa GOLPUT tuk 
mengkritisi tulisan ini

A.Setiawan
Mindset Programmer 
NLP Master 
Practitioner
MDQuantum(dot) com :: Mind Design for Quantum 
Change
http://www.iwan-ketan.co. cc
Info Training, Terapi atau Konsultasi 
dengan kami melalui
021- 91766445 | 085710446592
i...@mdquantum. 
com

A.Setiawan
Mindset Programmer 
NLP Master 
Practitioner
MDQuantum(dot)com :: Mind Design for Quantum Change
http://www.iwan-ketan.co.cc
Info Training, Terapi atau Konsultasi dengan kami melalui
021- 
91766445 | 085710446592
[email protected]


      

Kirim email ke