Jakarta - Buku 'Ilusi Negara Islam' sulit dicari di
toko buku meski sudah diluncurkan. Buku penuh kontroversi ini memang
tidak diperjualbelikan di toko buku. Sejumlah toko buku menolak buku
ini dengan alasan kena teror. 

"Saya
tidak tahu siapa yang meneror. Kami kasihan toko buku itu, jadi
sekarang kami jual sendiri di The Wahid Institute," kata Direktur The
Wahid Institute, Ahmad Suaedy saat berbincang dengan detikcom melalui
telepon, Jumat (22/5/2009). 

Ilusi Negara Islam diterbitkan The Wahid Institute dan Maarif Institute.
Buku ini mengupas soal masuknya gerakan Islam baru. Buku ini diluncurkan pada 
16 Mei 2009. 

Ahmad
Suaedy menjelaskan, sejumlah toko buku yang sebelumnya bersedia menjual
buku itu tiba-tiba membatalkan kerjasama. Toko buku tersebut ketakutan
karena kena teror. Namun apa nama toko buku itu, Ahmad Suaedy memilih
merahasiakannya.  

"Mereka tidak mau diberitakan soal ini. Mungkin situasi politik seperti ini, 
sedang panas," jelas Suaedy. 

'Ilusi
Negara Islam' merupakan hasil penelitian dan diterbitkan dengan
melibatkan sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad
Safii Maarif (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri, Azyumarrdi
Azra, dan Romo Franz Magnis Suseno.

"Ini hasil riset soal
bagaimana gerakan Islam baru, masuk ke NU dan Muhammadiyah. Dan
bagaimana mereka mempengaruhi kalangan NU dan Muhammadiyah, tim
dibentuk oleh Gus Dur," tutupnya.


      

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke