MEMBANGUN IMPIAN BERSAMA - Jilid 2

 

 

Tidak berlebihan kiranya bahwa "dua langkah" telah kita lakukan dalam pembinaan 
remaja. Langkah-langkah lain mendesak disusulkan khususnya terkait dengan 
kemandirian, kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

 

Ini terlihat paling tidak dalam kegiatan Persami IRRWEB 4-5 Juli yang lalu yang 
sebagian besar kegiatannya ditangani langsung oleh para remaja, sementara 
pesertanya adalah anak-anak usia kelas 4 SD s/d kelas 2 SMP. Pendirian tenda, 
pelaksanaan upacara pembukaan, kegiatan tracking malam lengkap dengan petugas 
tiap pos, pembuatan tanda jejak, pemberian soal dan tugas-tugas di pos, acara 
api unggun, hingga pada babak akhir kegiatan berupa evaluasi kesemuanya 
ditangani mereka para remaja itu.

 

Acara-acara yang diisi oleh Pembina di beberapa sesi lebih untuk menghidupkan 
dan improvisasi serta berisi berbagai permainan (games). Sesi acara yang 
diikuti tidak saja oleh peserta tapi juga oleh panitianya (para remaja itu) 
disambut dengan sangat antusias. Mereka senang, karena tidak saja berkesempatan 
berkumpul dengan "saudaranya" sekompleks RW-14 BDB-2 dalam acara yang tidak 
berbayar tapi juga berkesempatan berunjuk kebolehan dan kecakapan. Ini terekam 
dalam acara api unggun yang sebelumnya diisi "penyuluhan remaja" oleh Ibu Emi 
yang di keseharian tugasnya memang kerap terjun ke masyarakat.

 

Acara Sabtu - Minggu ini dibuka secara resmi oleh Bpk. Zainal Fitriyadi pada 
Sabtu jam 16:00 di sela-sela kesibukan mempersiapkan Pemilihan Presiden dalam 
sebuah upacara bendera di lapangan volley RW 14.

 

Sudoku

 

Ada satu acara pancingan dalam kesempatan itu berupa pemberian "teka-teki" 
Sudoku yang dibagikan kepada setiap kelompok. Pancingan yang dimaksud adalah 
keingintahuan Pembina tentang seberapa besar peserta menyukai matematika dalam 
bentuk yang sederhana, "menyusun angka-angka". Hasilnya cukup menggembirakan. 
Dari 8 soal yang dibagikan kepada peserta dan panitia, tiga diantaranya dijawab 
dengan benar. Ini menunjukkan bahwa mereka lebih dulu mengetahui dan tidak 
asing serta telah mengutak-atik teka-teki ini dalam keseharian mereka 
dibandingkan para Pembinanya yang pada saat ditanyakan ternyata Para Pembinanya 
tidak tahu apa itu Sudoku.

 

Kurang Menantang

 

Meskipun acara dua hari itu cukup melelahkan, para peserta menyampaikan 
kesimpulan bahwa kegiatan ini masih kurang menantang, kurang serem, soal-soal 
yang diberikan Panitia tergolong mudah, waktu pelaksanaan terlalu singkat dan 
sebagainya. Artinya, bahwa di acara yang akan datang peserta mengharapkan ada 
peningkatan baik dari waktu pelaksanaan, variasi maupun tingkat kesulitan. 
Padahal, jika secara jujur boleh disampaikan, faktor keselamatan peserta 
terhadap kemungkinan yang tidak dikehendaki menjadi salah satu yang sangat 
diperhitungkan.

 

Jadi, kita masih butuh Pembina yang tangguh (taft) pada setiap acara yang mampu 
mengkombinasikan faktor-faktor ketangguhan fisik, rekreasi, edukasi, dan 
keselamatan untuk dapat mencipatakan generasi tangguh yang dapat mengganti para 
bapaknya kelak. 

 

More volunteer is welcome for next event!



(JS)

Kirim email ke