"SUATU KISAH"

 

 

 

 

 

 

  _____  

 

 

 

 

*The Power of Giving* 

Alkisah, 

Ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark,yang pada suatu malam
akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan
Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari
Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya. 

Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari
pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak
ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya
menonton sirkus malam itu. Namun, ketika sampai di loket dan hendak
membayar, wajah Bapak 8 anak tadi Nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar
yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar
tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar. 

Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan
kepada anak2 mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena
uangnya kurang. 
Sementara anak2 nya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera
masuk ke sirkus. Tiba2 Ayah Clark menyapa Bapak 8 anak tadi dan berkata: 
"Maaf Pak, uang ini tadi jatuh dari saku Bapak", sambil menjulurkan lembaran
20 dollar dan mengedipkan sebelah matanya. 

Bapak 8 anak tadi takjub dengan apa yg dilakukan Ayah Clark. Dengan mata
berkaca-kaca, ia menerima uang tadi dan mengucapkan terima kasih kepada Ayah
Clark, dan menyatakan betapa 20 dollar tadi sangat berarti bagi keluarganya.
Tiket seharga 60 dollar pun terbayar dan dengan riang gembira keluarga besar
itupun pun segera masuk ke dalam sirkus. 

Setelah rombongan tadi masuk, Clark dan Ayahnya segera bergegas pulang. Ya,
mereka batal nonton sirkus,karena uang Ayah Clark sudah diberikan kepada
Bapak 8 anak tadi. Malam itu, Clark merasa sangat bahagia. Ia tidak dapat
menyaksikan sirkus, tapi telah menyaksikan dua orang Ayah hebat. 

Cerita di atas mengingatkan saya akan kekuatan memberi. The Power of Giving.
Lebih tepatnya lagi "Giving and Receiving". Karena memberi dan menerima,
adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 

Dari cerita di atas, ada dua kebahagiaan yang terjadi dalam aktifitas
memberi. Yaitu kebahagiaan bagi yang menerima, dan sekaligus kebahagiaan
yang diperoleh si pemberi. 
Bapak 8 anak yang "diselamatkan" oleh Ayahnya Clark, tentu pada saat itu
akan merasa sangat bahagia. Tapi Ayah Clark sendiri juga merasakan
kebahagiaan yang sangat luar-biasa. 

Kekuatan memberi (dan menerima) ini demikian dahsyat karena merupakan esensi
dari alam semesta itu sendiri. 
Tidak berlebihan apabila Deepak Chopra dalam 7 Spiritual Law of Success
mencantumkan "Law of Giving" sebagai hukum kedua untuk sukses. Alam semesta
berjalan menurut sirkulasi memberi dan menerima. Coba kita perhatikan.. 
Dalam seluruh fenomena alam, berjalan hukum memberi dan menerima. Manusia
menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman 
menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa dan membebaskan
oksigen. 

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini
berjalan, mengalir. Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal
ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang
akar 
katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir. 

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah : 

Apakah yang harus saya berikan? 
Jawabannya sama dengan pertanyaan : 
Apa yang Anda ingin dapatkan? 


Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang. 
Jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan. 
Jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. 
Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang
mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada
Anda. 
Alam semesta mengikuti hukum ini. 
Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yang
mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! 
Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang. 
Ada yang bertanya, lalu bagaimana jika uang Anda belum banyak? Wah, kalau
begitu Anda perlu memberi lebih banyak lagi :) 

Seandainya giving belum menjadi habit, sebetulnya ada beberapa tips yg bisa
Anda terapkan. 
Insya Allah jika dilaksanakan secara rutin, akan memperkuat syaraf giving
Anda: 

1. Hadiah. 
Kemanapun Anda pergi untuk bertemu dengan seseorang, usahakan membawakan
suatu hadiah, apapun bentuk hadiah tadi. Hal ini sebenarnya sudah diajarkan
oleh orang tua kita jaman dahulu, namun sering kita lupakan. Perhatikan
saja, 
orang tua kita dahulu setiap berkunjung ke rumah teman atau saudara selalu
membawa oleh-oleh. Anda juga bisa memulai kebiasaan ini. Mungkin sekedar
membawa sebungkus coklat, bunga atau doa. Ya, kalaupun terpaksa tangan Anda
kosong, berikan doa ketika Anda bertemu dengan seseorang. 

2. Bersyukur. 
Syukuri setiap pemberian yang Anda terima hari ini. 
Lho, bagaimana jika hari ini saya tidak menerima pemberian apa-apa? Salah,
Anda pasti menerima sesuatu dari alam semesta. Mulai dari udara pagi yang
cerah, sinar matahari yang hangat, sapaan tetangga yang ramah, bahkan
teguran dari orang tidak dikenal, bertemu teman lama yang Anda rindukan, dan
masih banyak lagi. Ya tentu lebih konkret lagi apabila tiba-tiba hari ini
ada yang memberikan handphone atau iPod baru kepada Anda. Jelas Anda harus
syukuri apa yang Anda terima. 

3. Cinta. 
Berkomitmenlah untuk selalu berbagi apa yang Anda sebetulnya bisa berikan
setiap saat : Cinta. Mungkin Anda langsung tertawa. Ah, kalau cuma cinta
saya sudah berikan setiap saat untuk keluarga saya. Mungkin Anda benar. 
Yang harus Anda ingat adalah seperti kata Stephen Covey, Cinta adalah kata
kerja, bukan kata benda. Artinya, harus di praktekkan. Ya, kalau Anda sudah
memiliki cinta untuk orang-orang terdekat Anda, praktek-kan. Berapa kali
Anda dalam sehari memeluk dan mengusap kepala anak Anda? 
Berapa kali Anda dalam sehari mengucapkan bahwa Anda sayang suami/istri
Anda? 

4. Tawa. 
Ini bukan hal sepele. Tertawa adalah ekspresi kebahagiaan. 
Bantulah orang-orang di sekitar Anda mengekspresikan rasa bahagia melalui
tertawa. Berapa kali dalam sehari Anda tertawa? Tahukan Anda bahwa seorang
anak tertawa rata2 150 kali dalam sehari, dan orang dewasa hanya 15 kali
dalam sehari. Bergembiralah, bagikan tawa di rumah Anda, jika tidak nanti
anak Anda lebih menyukai Mas Tukul daripada Anda. 

5. Pengetahuan. 
Anda pasti tahu sesuatu lebih baik dari seseorang. 
Mungkin Anda jago mengurus ikan Arwana, bagikan. 
Anda pintar dalam mengurus tanaman Aglonema? Bagikan. 
Anda pintar memasak, tulis resep dan bagikan. 
Bagikan pengetahuan Anda, karena pengetahuan adalah gift dari Yang Maha
Kuasa. 


DO THE BEST !!!!

 

  _____  

From: Bachtiar Nursjaf [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, February 10, 2010 8:09 AM
To: [email protected]; 'Rustam Effendi'; 'ida'; 'achyar sigar'; 'Adityawan
Kridarso'; 'Agung P Budiono'; [email protected]; 'aman ginting'; 'Anik
Artha'; 'anna basuki'; [email protected]; 'armyn harahap';
'tasril moeis'; [email protected];
[email protected]; 'Thomas, Widiantoro'; 'Toto, Widiyanto';
[email protected]; 'Josephine Triastuti';
[email protected]; 'wibowo brodjonegoro'; 'wiwiek'; 'yamin
kusumawijaya'; 'Safina, B Hutasoit'; 'Sapta Yadi'; [email protected]; 'steve
soepyan'; 'sulistyo'; 'Syafnita, Listianti'; 'Yudik Priyanto';
[email protected]; 'Budiwardani, Yuni (Jakarta)'
Cc: 'dheena jdheen'
Subject: RE: Makanan Home Made

 

Nah.. ini ide yang bagus sekali, kalau E-mail seperti ini dapat dijadikan
jalur kumunikasi diantara kita dalam berbagai hal.

Mudah-mudahan ajang komunikasi ini dapat berkembang untuk hal-hal yang lain.

Terima kasih kepada yang telah ikut berpartisipasi dengan meluangkan
waktunya, baik berbentuk saran maupun tanggapannya.

Pak Waluyo, Pak Yusuf, Pak Zaky, Pak Rustam, Ibu Ida dan lainnya, kita tidak
sempat bertemu secara langsung, tapi bisa betemu di Dunia Maya lewat E-mail.

Ditunggu informasinya, yang berguna bagi kita semua.

Wasalam,

Bachtiar - Ex NPPD - Ex AIP 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.435 / Virus Database: 271.1.1/2678 - Release Date: 02/09/10
19:35:00

  _____  

This e-mail, including any attached files, may contain confidential and
privileged information for the sole use of the intended recipient.  Any
review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited.
If you are not the intended recipient (or authorized to receive information
for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and
delete all copies of this message. 

Kirim email ke