Kamis, 27/05/2010 08:10 WIB
Tak Boleh Pakai Premium, /Bikers/ Kena 'Beban' Tambahan Rp 100.000
*Nurseffi Dwi Wahyuni* - detikFinance

*Jakarta* - Para pengguna motor setidaknya harus merogoh kocek tambahan
hingga Rp 100.000 per bulan jika kendaraan roda dua itu dilarang untuk
menggunakan BBM bersubsidi (premium).

Menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi
Sindhuwinata, saat ini para pemilik motor rata-rata menghabiskan dana
sebesar Rp 25.000-Rp 30.000 setiap minggunya atau sekitar 100.000-Rp
120.000 per bulan untuk membeli Premium.

Jika kebijakan pelarangan itu diterapkan  maka hal itu akan memberatkan
karena mereka harus beralih ke Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.

"Harga Premium sama Pertamax kan bedanya hampir 50%. Itu akan membebani
konsumen. Paling tidak mereka harus tambah Rp 60.000 hingga Rp 100.000
per bulan karena harus pakai Pertamax," kata Gunadi saat dihubungi
*detikFinance,* Rabu (26/5/2010).

Presiden Direktur Indomobil ini juga menilai kebijakan ini berpotensi
untuk menurunkan penjualan sepeda motor di tanah air. Gunadi
mencontohkan, saat pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada
tahun 2005 lalu, telah menyebabkan penjualan motor turun hingga 52%.

"Kami tidak bisa memperkirakan bagaimana dampaknya kalau ini ditetapkan.
Tapi mudah-mudahan hal ini tidak berpengaruh pada penjualan," ungkapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah agar melihat kebijakan ini
secara totalitas termasuk dampaknya terhadap daya beli masyarakat dan
juga sektor riil.

"Lagipula yang punya motor itu kan belum tentu orang kaya," ungkapnya.

Berdasarkan data AISI, jumlah pengguna kendaraan roda dua di tanah air
sebanyak 33 juta. Pada tahun ini, AISI  menargetkan penjualan sebesar
6,5-6,6 juta unit. Dimana hingga bulan April, total penjualan sepeda
motor mencapai 2,3 juta unit.

 AISI mencatat pada tahun 2009, total penjualan sepeda motor di tanah
air mencapai 5,8 juta unit.

"Jadi permintaannya memang terus meningkat karena motor merupakan
kendaraan alternatif mengingat transportasi umum kita juga belum
memadai," tegasnya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo sebelumnya mengatakan, para
pengguna motor kemungkinan tidak boleh
<http://www.detikfinance.com/read/2010/05/26/105204/1364268/4/sepeda-motor-bakal-dilarang-pakai-bbm-bersubsidi>
menggunakan BBM bersubsidi dalam rangka pembatasan konsumsi BBM
bersubsidi. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dari pembicaraannya
dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI).

Kirim email ke