Nonton laga Spanyol lawan Jerman di semi final semalam kaya' nonton Barcelona 
lawan Jerman. Carles Puyol, titisan Deep Purple, tidak berkurang kepiawaiannya.
Laga semalam enak ditonton lantaran tidak menyuguhkan sepak bola kasar.

Keliatannya Spanyol bakal juara tahun ini. Ditambah Morinho yang sudah ngantor 
di Real Madrid, empat tahun mendatang Tropi Piala Dunia bakalan menetap di 
Spanyol.

Samina-mina e e ...
Waka-waka eee e ...
Samina-mina zagaleva ... this time for Africa !  (Kita kapan ya? Tanya Nurdin 
Halid aja tuh !!!)

Rgds / Jaerony.-

************************



Kamis, 08/07/2010 09:00 WIB
Jalan ke Final
Spanyol Tak Eksplosif, tapi Efektif 
Rossi Finza Noor - Piala Dunia


Getty Images
Jakarta - Tampil sebagai juara Eropa dua tahun lalu, Spanyol menjadi salah satu 
unggulan dalam Piala Dunia tahun ini. La Furia Roja memang tak eksplosif, namun 
tetap efektif.

Materi skuad Spanyol tak banyak berubah sejak mereka memenangi Euro 2008. 
Gawang masih dijaga oleh 'Orang Suci' bernama Iker Casillas, di depannya masih 
ada Carles Puyol yang kali ini berduet dengan Gerard Pique. Lini tengah masih 
digalang oleh Xavi dan Andres Iniesta, serta ujung tombak masih mengandalkan 
kecepatan David Villa dan Fernando Torres.

Kehadiran mereka semua ditambah oleh beberapa pemain muda yang tampil bagus di 
La Liga dalam beberapa musim terakhir. Pique adalah salah satunya. Di samping 
itu, masih ada Fernando Llorente, Sergio Busquets, Pedro Rodriguez dan Juan 
Mata.

Yang berbeda adalah soal kematangan. Sejak menjadi juara di Austria-Swiss, 
Spanyol telah banyak belajar. Salah satunya adalah bagaimana menerima kekalahan 
di Piala Konfederasi 2009 dengan tersingkir di tangan Amerika Serikat. Padahal 
kala itu mereka juga mendapatkan status unggulan.

Casillas, sang kapten, menyebut bahwa kekalahan tersebut membuka mata Spanyol. 
Ia menyebut, kekuatan sepakbola dunia kini sudah relatif merata. Oleh karenanya 
ia tak mau lagi terlena pada status unggulan. 

Alhasil, Spanyol pun tampil lebih menjejak tanah. Satu-satunya cela mereka 
adalah kalah pada laga pembuka melawan Swiss. Namun, kekalahan itu juga membuat 
skuad arahan Vicene del Bosque ini belajar. Selanjutnya, mereka berusaha untuk 
tak melakukan kesalahan sedikit pun dan hanya memikirkan kemenangan. Dan memang 
rentetan kemenangan yang akhirnya mereka dapat, meski tak pernah dengan skor 
besar.

Villa menjadi tumpuan tunggal dengan mencetak lima dari tujuh gol Spanyol. 
Sementara dua sisanya disumbangkan Iniesta dan Puyol. Catatan lainnya, tandem 
Villa, Torres, masih belum menunjukkan performa maksimal dan belum mencetak 
satu gol pun.

Toh demikian, keuletan Spanyol untuk mengejar kemenangan, meski hanya berujung 
pada kemenangan tipis, tetap patut diapresiasi. Buktinya, pada akhirnya mereka 
ke final juga.

Jalan ke Final

Spanyol vs Swiss: 0-1

Swiss menerapkan skema defensif dan serangan balik dalam pertandingan ini. 
Pelatih Swiss, Ottmar Hitzfeld, menyebut bahwa bermain terbuka melawan tim 
sekuat Spanyol sama saja dengan bunuh diri. 'Tim Matador' pun buntu lantaran 
selalu gagal membobol gawang Swiss dan akhirnya kebobolan lewat gol Gelson 
Fernandes. 

Spanyol vs Honduras: 2-0

Beruntung bagi Spanyol, mereka "hanya" menghadapi Honduras di laga kedua yang 
di atas kertas bisa mereka taklukkan. Tak banyak kesulitan dialami oleh 
Casillas cs. dan dua gol dari Villa memberikan kemenangan untuk mereka. Villa 
sebenarnya bisa saja mencetak hat-trick, andai eksekusi penaltinya berhasil.

Spanyol vs Chile: 2-1

Chile bermain dengan mengandalkan tiga penyerangnya; Jean Beausejour, Jorge 
Valdivia dan Alexis Sanchez. Terbukti kecepatan ketiganya cukup membuat repot 
pertahanan Spanyol. Tapi Spanyol unggul lebih dulu lewat Villa di menit 24, 
sebelum Iniesta memperbesar kedudukan menjadi 2-0 di menit 37. Chile bermain 
dengan 10 orang setelah Marco Estrada dikartu merah, namun bisa melesakkan satu 
gol balasan lewat Rodrigo Millar.

Spanyol vs Portugal: 1-0

Pertandingan berjalan relatif imbang dan Spanyol harus menghadapi ketangguhan 
kiper Portugal, Eduardo. Sang penjaga gawang belum pernah kebobolan sebelum 
laga ini. Tapi akhirnya Villa kembali menjadi pahlawan lewat golnya di menit 
63. Derita Portugal makin bertambah setelah Ricardo Costa dikartu merah pada 
menit 89 dan membuat mereka semakin sulit untuk mengejar gol penyama kedudukan.

Spanyol vs Paraguay: 1-0

Drama terjadi dalam laga ini kala wasit Carlos Batres membatalkan gol Nelson 
Valdez di babak pertama akibat berbau offside. Paraguay kembali mendapatkan 
peluang setelah Batres memberikan mereka penalti setelah Pique menarik Oscar 
Cardozo di kotak terlarang. Sial bagi Cardozo, ia gagal menjalankan tugasnya 
dengan baik--penaltinya digagalkan oleh Casillas.

Semenit kemudian, giliran Spanyol yang mendapatkan penalti. Xabi Alonso memang 
berhasil menaklukkan kiper Justo Villar, tapi penaltinya harus diulang. Pada 
kesempatan kedua, sepakan Xabi malah diblok Villar. Spanyol akhirnya menang 
setelah Villa mencetak gol pada menit 83.

Spanyol vs Jerman: 1-0

Villa menggambarkan laga melawan Jerman sebagai penampilan terbaik Spanyol 
sejauh ini. Mereka tampil dominan; memenangi penguasaan bola dan membuat lebih 
banyak tembakan ketimbang 'Tim Panser'. Jerman yang perkasa kala menghantam 
Inggris 4-1 dan melumat Argentina 4-0 pun tak muncul. Meski dominan, gol 
Spanyol lahir lewat situasi set piece, di mana eksekusi sepak pojok Xavi 
dilanjutkan dengan sundulan Puyol. La Furia Roja pun maju ke final untuk 
pertama kalinya.

(roz/arp)


http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/07/08/090042/1395228/439/spanyol-tak-eksplosif-tapi-efektif

Attachment: lg.php?bannerid=6129&campaignid=3384&zoneid=236&channel_ids=,&loc=http%3A%2F%2Fpialadunia.detiksport.com%2Fread%2F2010%2F07%2F08%2F090042%2F1395228%2F439%2Fspanyol-tak-eksplosif-tapi-efektif&referer=http%3A%2F%2Fpialadunia.detiksport.com%2F&cb=c1bf052252
Description: Binary data

Kirim email ke