Pak Djarot mana yach?
It's a good article ... tanpa mistik kelihatannya.

Wass / Jaerony.-

*************************************************

----- Original Message ----- 
From: Mukhlason 
To: [email protected] 


Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?

luar biasa juga simulasinya.
saya coba itung2an kasar :

- Angin dengan kecepatan, (V-angin) 101 km/jam = 28.0556 m/detik
- kecepatan manusia jalan kaki, V_manusia = 4 km/jam = 1.111 m / detik
- percepatan gravitasi, g = 9.81 m/s2
- asumsikan massa tubuh manusia umat musa, m= 200 kg -->
- berat tubuh W = m x g = 1960 Newton
- luas permukaan tubuh manusia, tinggi 2.5 meter,
- lebar badan manusia = 50 cm = 0.5 meter
- Koefisien gaya hambat tubuh manusia (Cd), asumsi angin frontal dari depan / 
belakang = 0.6
   (ref. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1256/wea.29.02/abstract)
- luas badan manusia (S) = tinggi x lebar = 2.5 x 0.5 = 1.25 m2
- massa jenis udara, rho = 1.2 kg/m3
- kecepatan angin relatif terhadap pergerakan manusia :

    a. jika searah dengan perjalanan, V = 28.0556 - 1.1111 = 26.9445 m/detik
    b. jika berlawanan dengan perjalanan, V = 28.0556 + 1.1111 = 29.1667 
m/detik-->

- gaya hambat yang terjadi

Drag = 0.5 x rho x S x Cd x V^2
= 0.5 x 1.2 x 1.25 x 0.6 x (26.9445)^2 atau 0.5 x 1.2 x 1.25 x 0.6 x (29.1667)^2
= 326.7027 Newton (searah perjalanan) atau 382.8134 Newton (berlawanan 
perjalanan)

- Besarnya gaya hambat ini bila dikonversi dengan massa, adalah 33.30 kg 
(searah), atau 39.02 kg (berlawanan).

Bayangkan jika anda berjalan, lalu dari depan mendapatkan sodokan beban seberat 
39.02 kg atau dari belakang seberat 33.02 kg, bagaimana langkah anda, apakah 
nyaman / bisa? Mungkin kalaupun bisa akan berayun2 serasa terbang gaya hambat 
tersebut sebesar 15 % dari berat anda sendiri.

Simulasi yang dilakukan tersebut hanya mengambil kedalaman air 2 meter. 
Bagaimana dengan laut merah yang merupakan jalur pelayaran internasional dan 
dilalui kapal2 berukuran raksasa? Perlu diingat, draft (kedalaman lambung kapal 
yang tercelup air) untuk kapal2 besar lebih dari 8 meter. Berapa kira2 
kecepatan angin yang berhembus? Sanggupkan manusia bertahan?

Sebagai gambaran, jika kita berdiri di pinggir jalan, lalu ada bus besar 
semacam Sumber Kencono di Jawa Timur yang melaju dengan kecepatan 112 km/jam, 
kita sudah pasti limbung terkena imbas angin tersebut, padahal itu dari arah 
samping, tidak frontal dari depan / belakang yang merupakan permukaan tubuh 
paling luas. Bagaimana jika ditiup angin dari depan / belakang?

entah kesimpulan apa yang bisa diambil .. saya hanya mencoba menghitung. CMIIW

Mukhlason,
pernah menghitung2 aerodinamika di teknik penerbangan itb

*******************************************************************************


On 9/23/10, Iwan کuryawan <[email protected]> wrote:



Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?

Antara - Rabu, 22 September
Washington, AS (ANTARA/Reuters) - Angin dari timur yang berhembus kencang 
dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis 
pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat, Selasa.

Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut 
sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di 
Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.

"Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa," kata 
pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.

Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi 
sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian 
kembali mengalir seperti semula.

Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin 
umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. 
Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas 
dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.

Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera 
Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.

Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi 
tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena 
terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.

Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal 
di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 
101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air 
pada kedalaman sekitar dua meter.

"Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima 
kilometer yang terbelah selama empat jam," kata mereka di dalam Jurnal 
Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.

"Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan 
bahwa hal itu terjadi secara nyata," kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini 
menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut berdasarkan hukum fisika.

http://id.news.yahoo.com/antr/20100922/twl-anginkah-yang-membelah-laut-merah-bu-bbfa48e.html

Kirim email ke