Jalur KRL Jakarta - Bogor yang semestinya bebas banjir ternyata tidak bebas 
masalah. Dan lucunya, pantograf yang memang kerap jadi masalah semalam 
"ikut-ikutan" membuat masalah itu.

Jadinya, penumpang KRL yang bermasalah tidak atau kurang "tune" dengan topik 
masalah : banjir! alias masalahnya nggak mutu, itu-itu melulu ....

*************************************************************************** 



Selasa, 26/10/2010 09:13 WIB
Cerita 'Horor' Tentang Jakarta yang Porak Poranda Semalam   
Laurencius Simanjuntak - detikNews




Jakarta - Hujan lebat selama 2-4 jam yang memporakporandakan Jakarta semalam 
menjadi horor tersendiri bagi sebagian warga Ibukota. Bagi beberapa orang, 
pengalaman ini bahkan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

??Ulama Aa Gym, saat berceramah di radio pada pukul 05.00 pagi tadi, 
menceritakan, saat hendak mengisi ceramah di Masjid BI, Jl MH Thamrin, Jakpus, 
pada pukul 19.30 WIB semalam, dia membutuhkan waktu hingga 6 jam untuk mencapai 
masjid itu. 

"Jamaah juga sedikit, karena banyak yang terjebak macet," kata Aa Gym, Selasa 
(26/10/2010).

Coky, seorang pegawai swasta, juga harus menghabiskan waktu 4 jam untuk sampai 
di rumahnya di Jatipadang, Jakarta Selatan. Ia berangkat dari Matraman, Jakarta 
Timur, pukul 21.00 WIB dan tiba pukul 01.00 WIB.

"Saya naik taksi dari Matraman, dan tak bergerak saat ingin melewati Pancoran, 
tepatnya di depan Universitas Sahid. Para penumpang juga pada turun dari 
kendaraannya," kata Coky.

Bingung mau menumpang apa, Coky akhirnya memilih jalan kaki sampai pertigaan 
Kalibata, 1 km lebih dari Universitas Sahid. 

"Karena melihat Jl Raya Pasar Minggu sudah mendingan, dari situ saya naik Metro 
Mini sampai Pasar Minggu, lalu naik ojek sampai rumah," kata Coky. Ini 
merupakan pengalaman terpahitnya selama tinggal di Jakarta.

Pengalaman 'lembur' di jalan juga dialami oleh Haris, yang tiba di rumahnya di 
kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, pada pukul 01.00 WIB. Dari kantornya di 
Pasar Minggu, ia harus menghabiskan waktu sampai 4 jam.

"Saya ??naik Metro Mini M-75 dari Pasar Minggu. Karena di Buncit dekat kantor 
Imigrasi banjir, Metro Mini akhirnya masuk ke Jalan Siaga Raya," kata Haris.

Namun jalan alternatif yang menembus Pancoran itu tetap macet. "Nggak bergerak. 
Akhirnya Metro Mini muter balik lagi sebelum TMP Kalibata dan akhirnya masuk 
terminal Pasar Minggu lagi," kisahnya.

Haris baru bisa pulang ke rumahnya, saat Jl Buncit Raya sudah mencair dan Metro 
Mini yang ia tumpangi melalui jalur yang benar. "Saya akhirnya sampai rumah 
pukul 01.00 WIB," kata dia.

Indra, juga seorang karyawan swasta, harus menghabiskan waktu 3 jam untuk 
sampai rumahnya di kawasan Margonda, Depok, dari Lenteng Agung, Jakarta 
Selatan. "Sepanjang jalan banyak genangan," kata Indra.

Akibat Jakarta yang porak poranda semalam, kecaman pun dilancarkan kepada 
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, baik oleh penumpang di jalan maupun lewat 
social media, seperti twitter. 

"Time line semalam dipenuhi kecaman kepada Foke, bahkan makian," katanya.

Hari ini hujan mengancam Jakarta lagi seperti semalam. Kekhawatiran akan 
terjebak macet dan genangan berjam-jam membuat warga agak malas beraktivitas di 
luar kantor. "Duh kok jadi trauma begini ya kalo mau pulang kantor," tulis 
pembaca detikcom ber-ID Deje.


http://www.detiknews.com/read/2010/10/26/091309/1474906/10/cerita-horor-tentang-jakarta-yang-porak-poranda-semalam?991103605

Kirim email ke