Sepertinya PT.KAI mau berpikir lagi begini, berarti kemampuan penumpang makin meningkat, dan berarti sudah dapat dilakukan kenaikan tarif.
Padahal ???? Penumpang memaksakan untuk 'keluar lebih" dari pada terlambat masuk kerja atau kemalaman sampai di rumahnya. Bahkan, penumpang yang tinggal di Depok jauh lebih dirugikan, karena batalnya Depok Ekpress, dan dipaksa naik Bogor Ekpress. Silahkan lihat koran Media Indonesia hari ini, ada gambar penumpang Krl yang naik di atap kereta, berjubel. ----- Original Message ----- From: jaerony To: [email protected] Sent: Friday, December 17, 2010 1:30 PM Subject: Re: [porsenipar] Perubahan Jadwal KRL, Pendapatan PT KA Naik Pernyataan ini ibarat pepatah "BAHAGIA DI ATAS PENDERITAAN PENUMPANG KRL". Mungkin suatu saat Allah memberikan "refreshing" pada orang-orang yang berpikiran macam gini. Sebab, orang yang bayar "lebih mahal" mungkin saja diikuti oleh sumpah serapah! Arogansi macam ini mudah2-an tidak menjangkiti kita. Amiiiin ... Wass / Jaerony.- ----- Original Message ----- From: Agus Rasidi To: MILIS LINTAS BODEBA Sent: Friday, December 17, 2010 1:30 PM Subject: [porsenipar] Perubahan Jadwal KRL, Pendapatan PT KA Naik Perubahan Jadwal KRL, Pendapatan PT KA Naik Jum'at, 17 Desember 2010 - 12:47 wib Ajat M Fajar - Okezone Ilustrasi DEPOK - Perubahan jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek sepertinya memberi "keuntungan" tersendiri bagi PT Kereta Api Indonesia (KA). Pada hari pertama perubahan jadwal, pendapatan yang masuk melebihi kondisi normal. Hal itu dikatakan Kepala Stasiun Depok Lama Rosman kepada okezone, Jumat (17/12/2010). "Perubahan jadwal tidak membuat pendapatan menurun, malah bisa dibilang ada kenaikan karena misalnya, orang yang biasanya naik (kereta) ekonomi jadi beralih ke ekspres ataupun ekonomi AC," kata Rosman. Dia mencontohkan, pada 6 Desember (sebelum dilakukan perubahan maupun pembatalan perjalanan), untuk kereta Ekspres biasanya karcis yang terjual sebanyak 4.621 karcis, dengan pendapatan Rp41.643.000. Sedangkan pada 13 Desember (hari pertama perubahan jadwal), jumlah karcis terjual menjadi 5.499 karcis, dengan pendapatan Rp49.518.000. Sementara untuk KRL Ekonomi justru mengalami penurunan. Biasanya, hanya terjual 5.680 karcis dengan pendapatan Rp8.002.000, namun menjadi 4.804 tiket, dengan pedapatan Rp6 .773.000. Seperti diketahui, terjadi pembatalan dan perubahan sejumlah jadwal perjalanan KRL di Jabodetabek sejak Senin 13 Desember lalu. Pembatalan perjalanan kereta itu diputuskan menyusul rencana PT Kereta Api Indonesia (KA) menarik kereta api baik KRL maupun lokomotif yang dinilai sudah tidak laik jalan, untuk diperbaiki. Rosman menuturkan, mudah-mudahan pada Senin 20 Desember sudah bisa beroperasi dengan normal. Dia menambahkan, lonjakan penumpang hari ini tidak seperti Senin-Selasa lalu. Karena umumnya para penumpang sudah tahu informasi dan mereka sudah beralih ke angkutan umum lain. "Atau dari ekonomi beralih ke ekspres, jadi tidak ada penumpukan. Mungkin volume jumlah penumpang di gerbong itu," tuturnya. (lsi) http://news.okezone.com/read/2010/12/17/338/404452/perubahan-jadwal-krl-pendapatan-pt-ka-naik
<<3wk8iA1hVH.jpg>>
