doa saya hanya satu pak : Ya Tuhan...bebaskanlah rakyat sepakbola Indonesia 
dari Nurdin Halid yang Terkutuk!!!


--- Pada Jum, 4/3/11, jaerony <[email protected]> menulis:


Dari: jaerony <[email protected]>
Judul: [porsenipar] Dubes RI di Swiss : Nurdin Halid Bohong
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 4 Maret, 2011, 9:16 AM






 
Ada 3 kebohongan di dunia ini :
1. kebohongan itu sendiri,
2. angka-angka statistik, dan
3. birokrasi
 
Kalau Nurdin Halid dimasukkan (tidak termasuk yang No.3) maka jadinya ada 4, 
yang keempat : Nurdin Halid!!!  Naudzubillah!
 
Wass / Jaerony.-
 
**********************************************************************

 
 
Dubes RI di Swiss: Nurdin Halid Bohong
 
Kamis, 03 Maret 2011 | 19:02 WIB
Djoko mengatakan kebohongan yang dimaksud yaitu FIFA pada Juni 2007 lalu 
sebenarnya sudah melarang Nurdin menjadi Ketua Umum PSSI karena sudah pernah 
diputuskan bersalah oleh pengadilan dan dihukum. FIFA dalam suratnya ke PSSI 
juga meminta PSSI harus melakukan pemilihan ulang Ketua Umum PSSI. 

"Tapi Nurdin dan petinggi PSSI lainnya menyembunyikan isi surat FIFA itu dan 
tetap menjabat hingga sekarang. Ini tindakan kebohongan, ini sudah kriminal 
sebenarnya," kata Djoko kepada Tempo, Kamis (3/3).

Dengan isi surat FIFA yang seperti itu, kata Djoko, seharusnya pengurus PSSI 
sekarang tidak sah atau telah dianulir FIFA sejak 2007. "Seharusnya kan ada 
pemilihan ulang, tapi PSSI tidak melakukan itu tahun 2007 lalu," ujarnya.

Djoko mengatakan dengan terkuaknya kebohongan PSSI ini, seharusnya Nurdin dan 
Nugraha Besoes bisa digugat. "Mereka sudah tahu ada surat FIFA Juni 2007 yang 
isinya seperti itu, tapi kenapa didiamkan, tidak dilaksanakan? Kenapa pengurus 
PSSI menyembunyikan adanya perintah pemilihan ulang? Pemilihan 2007 itu tidak 
sah," kata Djoko. 

Menurut Djoko, FIFA selama ini hanya mendapat informasi sepihak dari PSSI saja 
mengenai sepak bola di Tanah Air dan segala permasalahannya. FIFA tidak pernah 
mendengar informasi dari pihak lain. "Pantas saja orang-orang PSSI kalau ke 
Zurich (Markas FIFA di Swiss) selama ini tidak berkoordinasi dengan Kedutaan 
Besar RI di Swiss. Jadi seperti ada yang mereka tutupi, tidak seperti pengurus 
cabang olahraga lainnya yang koordinasi dengan kami," ujarnya.

Djoko mengatakan pekan depan ia sudah menjadwalkan bertemu dengan Presiden FIFA 
Sepp Blatter untuk mengadukan Nurdin cs atas perbuatannya selama ini. "Saya 
setuju dengan Menpora untuk meluruskan penyimpangan di tubuh PSSI, ini bukan 
intervensi pemerintah," kata Djoko.

BASUKI RAHMAT 


http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/03/03/brk,20110303-317492,id.html

Kirim email ke