Bulan Maret, bulan yang sebagian orang tua sudah mulai gundah gulana terkait 
anak-anaknya. Ada yang mulai memikirkan bagaimana nasib anaknya setelah lulus 
di bulan Mei/Juni nanti, ada yang memikirkan bagaimana kelanjutan 
pendidikannya, dsb.

Dari milis sebelah, mudah-mudahan bisa dijadikan referensi buat anak-anak kita.

Wass / Jaerony.-

================================================================


Rekan-rekan,

Silahkan di foward ke milis/rekan lainnya.
Semoga bermanfaat.


Jabat erat,

Ahmad Syamil
Arkansas State University
http://www.linkedin.com/in/asyamil2

==============

Setio Pramono:


Belajar di luar negeri bagi sebagian orang yang mampu mungkin bukan sebuah 
angan-angan. Namun bagi kebanyakan orang, melanjutkan studi di luar negeri 
merupakan sebuah mimpi yang harus diwujudkan dengan persiapan yang matang. 
Salah satu alasan mengapa banyak mahasiswa memilih untuk sekolah di luar negeri 
adalah infrastruktur, sarana dan sistem pendidikan di negera-negara berkembang 
yang sudah sangat memadai
dan sangat mendukung para mahasiswa dalam studinya.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, mendapatkan beasiswa untuk sekolah luar negeri 
adalah cara yang paling sering digunakan. Banyak beasiswa yang ditawarkan bagi 
mahasiswa dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan ada beberapa 
yang dikhususkan bagi mahasiswa Indonesia.

Berikut sedikit gambaran langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk 
meraih beasiswa sebatas pengetahuan penulis:

1. Informasi

Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan; cari informasi tentang beasiswa 
sebanyak mungkin. Anda bisa mencarinya dengan googling di internet, menjadi 
anggota mailing list beasiswa (seperti [email protected]), koran, 
kedutaan besar, bagi dosen atau guru info dapat diperoleh di universitas 
masing-masing dan departemen pendidikan nasional, bagi rekan-rekan PNS info 
bisa diperoleh di kantor
masing-masing, Bappenas/Bappeda, Sesneg, dll.

Informasi yang dicari harus lengkap, seperti tata cara pelamaran, persyaratan 
nilai minimum, bahasa yang digunakan, nilai minimum TOEFl/IELTS, 
dokumen-dokumen yang diperlukan seperti Letter of Acceptance (LOA), deadline, 
syarat-syarat khusus (seperti hanya untuk dosen atau PNS), coverage (full 
scholarship, partial, atau sandwich) dsb.

Informasi merupakan hal yang krusial, karena banyak sekali yang kehilangan 
kesepatan atau gagal karena tak memiliki info yang memadai. Sering kali 
informasi tentang beasiswa “nyangkut” atau terhenti pada level tertentu di 
sebuah organisasi, sehingga hanya orang-orang “tertentu” yang tahu. Sehingga 
seperti yang telah diutarakan bahwa anda dalam mencari informasi harus 
“proaktif”. Jangan menunggu informasi datang ke anda!

2. Bahasa

Mendapatkan beasiswa bukan sesuatu yang mudah dan didapat dengan cepat. Banyak 
persiapan yang harus dilakukan, dan salah satu kendala dan rintangan terbesar 
bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia adalah faktor bahasa. Kemampuan bahasa 
asing sangat penting guna kelancaran studi, karena kita akan sekolah di tempat 
lain dimana bahasa asing digunakan. Kebanyakan program beasiswa dilaksanakan 
dengan bahasa inggris,  sehingga dari kemampuan dasar bahasa inggris dalam 
surat menyurat, perbincangan, menulis, hingga TOEFL® (Test of English as a 
Foreign Language) atau IELTS (International Language Testing System) sangatlah 
penting.

Kemahiran bahasa tidak didapat dalam satu atau dua bulan, perlu berbulan-bulan 
guna persiapannya. Untuk nilai TOEFL nilai minimum biasanya adalah 550 (ada 
beberapa program beasiswa yang meminta lebih besar dari skor ini) dan IELTS 5 
(untuk Australia). Ada yang perlu di ketahui bahwa biasanya TOEFL yang 
diperlukan adalah International TOEFL, atau The Institutional Testing Program 
(ITP) TOEFL. Lebih lengkap mengenai TOEFL anda bisa melihat site dari The 
Indonesian International education Foundation (IIEF): http://www.iief.or.id/. 
Sedangkan untuk IELTS, anda bisa mencari informasinya di: 
www.ielts-indonesia.com.

3. Pelamaran Beasiswa

Biasanya sebelum melamar, ada beberapa program beasiswa yang mensyaratkan 
hal-hal tertentu, berikut beberapa hal yang pernah penulis alami:

1. Beasiswa program Bappenas.

Hanya PNS dengan minimum telah 2 tahun bekerja yang diperbolehkan mendaftar. 
Ada beberapa proses seleksi; seleksi dokumen, TPA (Tes Potensi Akademik) dan 
TOEFL, Ada tiga jenis beasiswa yg ditawarkan bappenas:

a. Luar Negeri. Anda akan diberi kursus bahasa selama 6 bulan guna persiapan 
mendapatkan nilai TOEFL yg layak untuk melamar beasiswa luar negeri, spt 
AUSAID, STUNED, Erasmus Mundus, dll.

b. Double Degree. Dalam program ini, satu tahun studi di dalam negeri dan satu 
tahun di luar negeri dan akan juga diberi program persiapan bahasa selama 4 
bulan untuk persiapan pelamaran beasiswa ke luar negeri
melalui STUNED, Jepang, Perancis, dll.

c. Dalam Negeri. Untuk program yang terakhir ini kandidat yang lulus langsung 
studi di beberapa program di universitas di dalam negeri yang telah ditunjuk 
oleh bappenas.

Pelamaran harus melalui/diajukan oleh instansi masing-masing. Dari pengetahuan 
penulis, PNS dari daerah lebih diutamakan dari pada PNS di Pusat (Jakarta) guna 
pemerarataan.

Tips: Kebanyakan TPA merupakan sandungan awal bagi pelamar. Ini dapat anda 
atasi dengan membaca buku-buku contoh TPA yang banyak dijual di toko buku. Dan 
khusus untuk soal-soal matematika, jangan pernah anda selesaikan dengan metode 
standard karena anda akan kehabisan waktu. Gunakan metode cepat serta logika 
anda.

2. STUNED (Studeren in Nederland)

Beberapa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda, seperti:

1. The Netherlands Fellowship Programmes (NFP).
2. HSP Huygens Programme.
3. The Netherlands Ministry of Foreign Affairs the Dutch foundation WOTRO for a 
PhD fund.
4. STUNED (Studeren in Nederland).

Program beasiswa ini di kelola oleh NESO Indonesia (The Netherlands education 
support office in Indonesia) dan anda bisa mencari info lengkapnya di website : 
http://www.nesoindonesia.com atau www.nesoindonesia.or.id .

Untuk beasiswa STUNED secara umum langkah2 yang harus dilakukan adalah:

a. Karena disyaratkan bahwa kita sudah diterima di salah satu universitas di 
belanda maka carilah informasi program dan universitas yang anda ingin tuju 
untuk studi, ini anda bisa dapatkannya di kantor NESO (dahulu NEC) di Jakarta.

b. Lakukan kontak dengan universitas yang anda minati dan pelajari 
syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi mahasiswa disana. Database 
program-program master yang ada di Belanda tersedia di kantor NESO. Anda dapat 
pula mendapatkan info lebih rinci saat Holland Education Fair yang diadakan 
setiap tahun di beberapa kota di Indonesia.

c. Untuk stuned, anda diperbolehkan untuk mendaftar dan mengikuti tes beasiswa 
meski belum mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) atau Admission Letter dari 
universitas. Namun saat anda terpilih menjadi kandidat penerima beasiswa, anda 
harus bisa menunjukkan surat LOA tsb.

Salah satu kendala bagi pelamar adalah kita harus mengirim langsung application 
ke Universitas di belanda yang membutuhkan biaya (investasi) yang tidak sedikit 
(meski ada beberapa universitas yang dapat apply
secara online atau via email). Hal ini dapat disiasati dengan mengirimkan atau 
melamar langsung ke counter/stand universitas tsb saat Holland Education Fair 
di kota anda, sehingga anda tidak perlu mengirimkan langsung ke belanda.

Setelah anda lolos seleksi dokumen, anda akan dipanggil untuk tes wawancara. 
Anda akan di beri pertanyan-pertanyaan standar (menurut saya) dalam wawancara 
beasiswa seperti latar belakang pendidikan, pekerjaan,
alasan memilih belanda untuk studi dan alasan mengapa memilih program master 
yang kita tulis di aplication form. Ada baiknya juga background pendidikan, 
pekerjaan sekarang dan program master yang diinginkan berkaitan. Pelajari juga 
mengenai universitas serta kota di mana univeristas tersebut berada. Bekali 
diri anda dengan informasi tentang sistem pendidikan dan hidup di belanda. 
Karena pewawancara juga melihat kesiapan anda dalam berinteraksi dan mandiri di 
negeri nun jauh disana terebut. Bagi pelamar yang belum menyertakan LOA saat 
pengiriman aplikasi, ada baiknya anda menyiapkan LOA saat wawancara. Jika 
memang ternyata belum mendapatkannya maka anda akan ditanyakan kapan akan 
mendapatkan LOA tsb.

3. AUSAID.

Bagi anda yang ingin bersekolah di negeri kangguru, salah satunya bisa melamar 
ke beasiswa AusAID. Beberapa beasiswa yang diberikan pemerintah Australia:

a. Australian Development Scholarships (ADS)

b. Australian Leadership Awards, keduanya dikelola oleh AusAID

c. Endeavour Programme, dikelola oleh Department of Education Science and 
Training (DEST)

Program beasiswa ADS AusAID cukup terkenal dan pembukaan beasiswa biasanya 
diumumkan di koran nasional. Bagi program master, ada 2 jenis program yakni 
master by research atau by course. Program beasiswa yang satu ini tidak 
mengharuskan kita untuk kontak dan telah diterima di salah satu universitas di 
Australia. Kita cukup melamar dengan mengisi formulir yang tersedia. Jika 
ternyata kita memenuhi persyaratan, kita akan dipanggil untuk tes IELTS dan 
wawancara. Keduanya sangat menentukan. Untuk IELTS anda bisa belajar dari 
lembaga-lembaga kursus. Dalam wawancara ada beberapa pertanyaan yang seingat 
saya ditanyakan: 

1. Background, pendidikan, pekerjaan saat ini

2. Program master yang diminati, serta hubungannya dengan pekerjaan saat ini 
dan pembangunan indonesia ke depan.

Untuk wawancara saya rasa sangat krusial, karena jika IELTS sudah melebihi 
nilai 5 sudah dinyatakan lulus IELTS, hanya saja nanti saat masa persiapan 
bahasa akan lebih lama (sekitar 6 bln).

4. VLIR (Vlaamse Interuniversitaire Raad)

Beasiswa yang satu ini mungkin jarang didengar oleh para pencari beasiswa, 
karena memang tidak ada pengumuman di koran2 dan tidak ada lembaga 
perwakilannya seperti STUNED di NESO, dll. Terlebih lagi jumlah
penerima beasiswa VLIR dari indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan 
program beasiswa lainnya. Karena memang beasiswa ini lebih banyak ditujukan 
bagi mahasiswa asal afrika. Anda bisa mulai dengan memperhatikan informasi 
selengkapnya di: http://vliruos.be. Beasiswa ini hanya diberikan bagi beberapa 
program training, program master dan program PhD (khusus untuk alumni penerima 
beasiswaVLIR) yang daftarnya
bisa anda lihat di site vlir.

Di setiap program, terdapat seorang professor yang merupakan ketua dari 
selecting committee di universitas. Sebaiknya anda kontak beliau dan juga 
browse untuk mencari info tentang riset yang sedang dilakukan oleh
universitas tsb.

Untuk beasiswa VLIR anda harus mengirimkan langsung aplikasi ke office VLIR di 
Brussels. Serta tidak ada proses wawancara. Proses seleksi dilakukan 
berdasarkan dokumen aplikasi anda terutama dari motivation
statement serta dari riset proposal. Tentunya akan lebih bagus jika background, 
pekerjaan anda sekarang serta riset yang akan anda tekuni sesuai dengan bidang 
serta riset di universitas yang anda tuju. Anda tidak perlu melamar ke 
universitas, hanya diperlukan aplikasi ke VLIR dimana didalam aplikasi tersebut 
tertera universitas dan program pilihan anda. Setelah semua dokumen masuk, 
pihak Vlir akan mengirimkan aplikasi ke selecting committe yang ada di 
masing-masing universitas. Kemudian dihasilkan list rangking kandidat yang 
disetujui diterima di universitas tersebut. List tersebut kemudian diseleksi 
kembali oleh selecting committe VLIR untuk menentukan siapa yang berhak 
mendapatkan beasiswa. Bagi yang masuk dalam waiting list jangan berkecil hati, 
karena tidak jarang penerima beasiswa ada yang mengundurkan diri. Coba juga 
untuk kontak pihak  niversitas atau professor, karena biasanya terdapat pula 
beasiswa dari universitas meski jumlah student penerimanya serta nilai 
beasiswanya lebih sedikit.

5. Japanese Government (Monbukagakusho) /MEXT scholarship

Banyak beasiswa yang diberikan oleh pemerintah jepang, salah satunya adalah 
Monbukagakusho. Info lengkap dapat dilihat di 
http://www.studyjapan.go.jp/en/toj/toj0302e.html atau di 
http://educationjapan.org/jguide/scholarships.html. Khusus untuk program 
beasiswa yang satu ini anda tidak diharuskan mampu berbahasa inggris, melainkan 
anda harus dapat berbahasa jepang dengan baik. Tapi jangan
takut anda setelah lolos seleksi akan di kursuskan bahasa jepang selama 
beberapa bulan sebelum anda kuliah. Salah satu persyaratan beasiswa ini adalah 
Letter of Acceptance atau surat dari professor di salah satu
universitas di jepang keterangan bahwa anda sang professor bersedia menjadi 
supervisor anda. Untuk mendapatkan surat ini menurut pengalaman saya bukan 
sesuatu yang mudah.

Langkah awal adalah mencari professor dengan riset yang cocok dengan riset yang 
kita ingin lakukan. Ini juga tidak mudah, salah satunya karena kebanyakan 
sitenya berbahasa jepang meski beberapa telah memiliki site english version. 
Setelah mendapatkan beberapa kandidat professor, kirimkan email perkenalan 
tentang diri anda dan ketertarikan anda akan riset sang professor. Ada hal yang 
perlu diingat bahwa professor di jepang tidak seperti di eropa yang bisa 
langsung to the point. Sehingga perlu proses terlebih dahulu sebelum anda 
mengungkapkan maksud anda untuk menjadi student dari si professor. Namun tidak 
semua professor yang kita  hubungin via email menjawab langsung, bahkan ada 
beberapa tidak menjawab. Alangkah baiknya jika dalam mencari professor anda 
memiliki link atau teman kenal baik dengan professor di jepang. Para professor 
di Jepang akan lebih senang jika anda direkomendasikan oleh seseorang yang 
mereka kenal baik. Setelah anda rasakan hubungan anda dengan professor sudah 
baik, langkah berikutnya adalah membuat sang professor percaya bahwa anda layak 
untuk di supervise olehnya. Setelah anda mendapatkan LOA dari professor 
kesempatan anda untuk mendapatkan beasiswa semakin besar.

6. Erasmus Mundus scholarship

Beasiswa ini diberikan oleh European Union (EU) kepada mahasiswa dari Negara 
non EU untuk melanjutkan studi di Negara-negara eropa. Dengan beasiswa ini anda 
berksempatan untuk studi di beberapa univeritas di
beberapa negara. Untuk aplikasi erasmus mundus anda langsung mengirimkan semua 
persyaratan ke konsorsium di universitas dimana beasiswa erasmus mundus 
ditawarkan, namun proses ini terkadang cukup rumit.  Tidak ada seleksi 
wawancara, dan semua proses seleksi didasarkan pada dokumen yang anda kirimkan. 
Untuk mengetahui keterangan lebih lanjut dapat dilihat di: 
http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/projects/index_en.html , atau 
http://indoem.info/.

Diatas hanya sebagian kecil program beasiswa yang dapat anda lamar. Masih 
banyak beasiswa yang ditawarkan, dan tidak hanya dari institusi tesebut diatas 
namun bisa juga dari perusahaan, professor atau dari
pihak universitas.

4. Persiapan Dokumen

Mahasiswai semua dokemen yang diperlukan. Berikut beberapa dokumen yang 
biasanya disyaratkan:

a. Form aplikasi. Mahasiswai kemudian isi form aplikasi dengan baik dan 
lengkap. Jika ada yang kurang jelas tanyakan langsung ke sekretariat program 
beasiswa.

b. Ijazah dan transkrip nilai. Gunakan Ijazah yang telah diterjemahkan dalam 
bahasa inggris. Jika diperlukan sertakan penjelasan sistem penilaian yang ada 
di Indonesia.

c. Curriculum Vitae (CV). Buat CV anda terstruktur, lengkap dan seringkas 
mungkin (Bayangkan betapa bosannya seorang juri jika harus membaca 15 halaman 
CV anda). Beberapa pemberi beasiswa mensyaratkan
bentuk CV tersendiri. Untuk eropa sebaiknya menggunakan standar CV eropa yang 
bisa anda dapatkan di 
http://europass.cedefop.europa.eu/europass/home/vernav/Europasss+Documents/Europass+CV/navigate.action.

d. Surat rekomendasi. Biasanya yang diperlukan adalah surat rekomendasi dari 
profesor anda saat anda kuliah S1 dan rekomendasi dari atasan anda di kantor 
bagi yang sudah bekerja. Gunakan surat rekomendasi yang asli, masukkan ke dalam 
amplop (dari universitas atau kantor) yang tertutup (sealed) dan tujukan kepada 
selecting committee.

e. Motivation Letter atau Statement of Purpose. Tak mudah membuat persyaratan 
yang sangat krusial ini. Anda bisa browse di internet mengenai contoh-contoh 
Motivation Letter atau Statement of Purpose. Para selecting committee akan 
menilai anda dari tulisan yang anda buat sehingga anda harus bisa menjelaskan 
dengan baik tentang diri anda, kemampuan dan rencana anda kedepan. Secara umum 
sebuah motivation letter berisi:

a. Latar belakang pendidikan serta pekerjaan anda saat ini.

b. Alasan mengapa anda ingin meneruskan studi ke tingkat master, serta 
kesesuaian dengan rencana dan karir anda.

c. Alasan mengapa mengambil jurusan/program yang anda lamar. Jelaskan keinginan 
riset anda dan kalau bisa sertakan nama professor yang akan bekerja sama dengan 
anda, mata kuliah yang menarik di program  tersebut. Perlihatkan bahwa anda 
mengerti betul dan siap untuk kuliah di tempat tersebut.

d. Kontribusi apa yang dapat anda berikan kepada institusi saat anda bekerja 
sekarang, universitas yang anda tuju dan negara.

Namun ada beberapa hal yang perlu anda perhatian: word limit, bahasa, serta 
pastikan seseorang yang anda percaya (professor atau atasan anda) membaca 
statement anda dan mendapatkan feedback dari mereka.

5. Doa dan tawakal.

Selain anda berusaha, juga doa baik dari anda sendiri maupun dari orang tua, 
keluarga dan teman adalah faktor yang paling penting. Dan yang paling penting 
diingat bahwa hasil dari usaha anda adalah hak Allah SWT.
Kita hanya diwajibkan untuk berusaha ikhtiar yang terbaik dan diikuti dengan 
tawakal kepada Nya.




http://finance.groups.yahoo.com/group/manajemen-industri/

[email protected]

Manajemen-Industri-subscribe/at/yahoogroups.com






------------------------------------

Kirim email ke